Beranda » Beda Budaya, Beda Arti Politik

Beda Budaya, Beda Arti Politik

Foto Dokumentasi Penulis

Globalisasi mendorong masyarakat dunia untuk perhatian dengan kebudayaan masyarakat lainnya, maupun perbedaan aspek kehidupan lainnya. Dalam era globalisasi ini, budaya politik dalam suatu negara seringkali bertentangan dan memiliki banyak sudut pandang. Sebelum kita masuk ke pembahasan mengenai perbedaan budaya politik dunia, kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari politik, budaya dan budaya politik.

Pengertian Politik

Secara etimologi, kata politik berasal dari Bahasa Yunani, Politeia. Polis, Memiliki arti kesatuan masyarakat dan Teia, memiliki arti urusan. Secara umum, politik memliki arti proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.

Namun, para ahli memiliki pendapat lain mengenai pengertian politik. Salah satu nya adalah pengertian politik menurut Andrew Heywood, yaitu Politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan – peraturan umum yang mengatur kehidupannya yang berarti tidak dapat lepas dari gejala konflik dan kerja sama ( Politics is the activity through which a people make, preserve and amend the general roles under which they live and as such is inextricably linked to the phenomenon conflict and corporation ).

Berbeda dengan pendapat Andrew Heywood, Prof. Miriam Budiardjo mengartikan politik sebagai usaha untuk menentukan peraturan – peraturan yang dapat diterima baik oleh sebagian warga, untuk membawa masyarakat kearah kehidupan bersama yang harmonis. Usaha menggapai “The Good Life ” ini menyangkut bermacam – macam kegiatan yang antara lain menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem serta cara – cara melaksanakan tujuan itu.

Setelah mengetahui pengertian dari politik secara etimologis, secara umum dan melalui pendapat ahli, mari kita bahas pengertian budaya.

Pengertian Budaya

Budaya berasal dari kata “Budhayah” yang merupakan bentuk jamak dari ” Buddhi ” memiliki arti “budi” atau “akal” sehingga kebudayaan dapat diartikan sebagai hal – hal yang berhubungan dengan akal.

Menurut Hari Sulaksono dalam buku nya, budaya merupakan nilai – nilai yang dimiliki oleh manusia, bahkan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia.Dengan kata lain, semua manusia adalah pelaku kebudayaan karena manusia yang aktif dalam lingkup kebudayaan.

Lantas apa hubungan dari budaya dan politik? mengapa budaya berpengaruh terhadap pengertian politik disetiap negara?

Pengertian Budaya Politik

 

Menurut Gabriel Almond dan Sidney Verba, budaya politik adalah sikap khas warga negara terhadap sistem politik dengan berbagai pembagian dan sikap terhadap peran warga negara dalam sistem politik. Lebih lanjut nya, Almond dan Verba juga berpendapat bahwa budaya politik adalah keyakinan sosial, sikap, nilai pikiran, perasaan dan penilaian tentang sistem politik suatu negara dan peran setip individu.

 

Setelah mengetahui pengertian dari politik, budaya dan budaya politik kita akan membahas mengapa pengertian budaya politik berbeda disetiap negara. Dalam artikel ini, kita akan mengambil contoh perbedaan pengertian budaya politik di negara maju dan negara berkembang.

Amerika Serikat

 

Amerika Serikat merupakan negara maju  yang menganut budaya politik partisipan dan pola pemerintahan demokrasi konstitusional. Apa itu budaya politik partisipan ? Budaya politik partisipan merupakan budaya politik yang anggota masyarakatnya sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Bentuk budaya politik ini ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi, masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik tentang peran pemerintah dalam membuat kebijakan beserta penguatan, dan berpartisipasi aktif dalam segala proses politik yang berlangsung.

Korea Utara

Sebagai negara berkembang, Korea Utara menganut budaya politik kaula / subjek. Budaya politik kaula / subjek merupakan budaya politik yang masyarakat sudah relatif maju baik sosial maupun ekonominya tetapi masih bersifat pasif.

Budaya politik kaula / subjek ini cenderung dianut oleh negara dengan sistem pemerintahan komunis yang dalam menjalankan pemerintahannya, negara menyerahkan kesadaran mengenai pentingnya pembangunan kepada masyarakat, tetapi semua hal itu tidak mempengaruhi kepandaian subjek yang dikerjakan oleh pemerintah.

Dari contoh diatas, kita dapat melihat bahwa budaya politik sangat berpengaruh terhadap definisi politik. Oleh karena itu, disetiap negara memiliki pengertian mengenai politik yang berbeda – beda sesuai dengan budaya politik yang dianut nya dan sistem pemerintahan yang dijalankannya.

(***)

Bagikan Artikel Ini