Saat “Mabar” Tak Lagi Wajar: Solusi Cerdas Deteksi Kecanduan Game Online di Sekolah
Oleh: Muhammad Nazhif Al-Bais
Di era digital saat ini, pemandangan remaja yang asyik dengan ponselnya sambil berseru “Victory!” atau “Mabar yuk!” sudah menjadi hal lumrah. Namun, di balik keseruan dunia virtual tersebut, tersimpan risiko nyata yang sering kali luput dari pandangan: Kecanduan Game Online.
Fenomena ini bukan sekadar masalah hobi yang berlebihan. Bagi siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), penggunaan game yang tak terkontrol dapat berujung pada penurunan prestasi akademik, gangguan tidur (insomnia), hingga perubahan perilaku sosial yang drastis.
Tantangan di Sekolah: Subjektivitas vs Realita
Di SMP Negeri 1 Mandalawangi, para guru Bimbingan Konseling (BK) menghadapi tantangan besar dalam mengidentifikasi gejala ini sejak dini. Selama ini, proses deteksi masih dilakukan secara manual melalui observasi langsung atau laporan orang tua yang sering kali bersifat subjektif. Akibatnya, banyak kasus baru tertangani saat kondisinya sudah cukup berat.
Kurangnya instrumen pendeteksi yang cepat dan terukur menjadi celah yang harus segera ditutup agar para pendidik dapat memberikan penanganan yang tepat sasaran.
Hadirnya “Si Pakar Digital”: Metode Certainty Factor
Berangkat dari permasalahan tersebut, sebuah inovasi dikembangkan dalam bentuk Sistem Pakar Diagnosa Kecanduan Game Online. Sistem ini tidak hanya sekadar memberikan pertanyaan “ya” atau “tidak”, melainkan menggunakan metode Certainty Factor (CF).
Apa itu Certainty Factor? Secara sederhana, metode ini mampu mengolah ketidakpastian. Sistem akan menghitung tingkat keyakinan terhadap gejala-gejala yang dialami siswa—seperti kelelahan kronis di kelas atau sering terlambat mengumpulkan tugas—dan mengubahnya menjadi data matematis yang akurat.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Siswa atau guru cukup memasukkan gejala yang terlihat ke dalam sistem berbasis web. Sistem kemudian bekerja dengan:
-
Basis Pengetahuan Pakar: Mengacu pada aturan (IF-THEN) yang telah divalidasi oleh konselor profesional.
-
Perhitungan Kepastian: Menggabungkan nilai keyakinan pakar dengan jawaban pengguna.
-
Diagnosis Instan: Memberikan hasil berupa kategori tingkat kecanduan (Ringan, Sedang, Berat, hingga Sangat Berat) lengkap dengan nilai persentase keyakinannya.
Hasilnya? Diagnosis tidak lagi bergantung pada “perasaan” subjektif, melainkan pada data yang objektif dan konsisten.
Lebih dari Sekadar Diagnosis
Keunggulan sistem ini bukan hanya pada kemampuannya mendeteksi, tapi juga pada solusi yang ditawarkan. Setelah hasil keluar, sistem akan memberikan rekomendasi langkah penanganan yang sesuai, mulai dari pendampingan orang tua hingga konseling intensif untuk kasus yang berat.
Selain itu, dokumentasi digital yang tersimpan rapi memudahkan guru BK memantau perkembangan siswa dari waktu ke waktu tanpa takut kehilangan arsip fisik.
Menuju Lingkungan Belajar yang Sehat
Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi bukan hanya menjadi sumber masalah, tetapi juga bisa menjadi kunci solusi. Dengan deteksi dini yang tepat, kita bisa menyelamatkan masa depan siswa dari jeratan candu dunia maya dan mengembalikan fokus mereka pada pendidikan dan interaksi sosial yang nyata.
Mari kita jadikan teknologi sebagai kawan untuk tumbuh, bukan lawan yang menghambat potensi generasi muda.
Pesan Penulis: Artikel ini disusun berdasarkan hasil penelitian kerja praktek di SMP Negeri 1 Mandalawangi sebagai upaya mendukung pencegahan kecanduan digital di lingkungan sekolah