Author: Wardokhi, SE.,MM

Kiprah Mahasiswa Akuntansi D3 pada Pertumbuhan Ekonomi Negara

Sebagai Acuan KUMKM dimasa yang akan datang, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM telah memiliki peta jalan (Roadmap) pengembangan koperasi dan UMKM 2021-2024. Menurut Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM bidang ekonomi kerakyatan, M. Riza Damanik bahwa ada 6 indikator strategis untuk mewujudkan koperasi modern dan UMKM naik kelas serta sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Indikator tersebut adalah peningkatan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) UMKM, PDB koperasi, ekspor UMKM, pertumbuhan start-up koperasi, koperasi modern dan UKM naik kelas. Tentu dalam menyusun ke 6 indiktor tersebut ada beberapa pertimbangan yang diperhatikan diantaranya adalah modalitas UMKM dan koperasi saat ini, kondisi ekonomi dalam dan luar negeri saat ini dan ke depannya, serta masukan-masukan yang datang dari berbagai pihak, termasuk para akademisi, asosiasi, pelaku UMKM dan koperasi serta daerah. Berdasarkan Startup Rangking.Com, Indonesia saat ini sudah menempati posisi kelima negara yaitu 2.229 startup di bulan April 2021, hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto dalam acara Shopee Talk bertajuk Muda Mudi Bangsa Bangkit Bangun Bisnis. Posisi pertama adalah Amerika Serikat, India, UK, Kanada kemudian Indonesia. Sudah menjadi kewajiban dalam perguruan tinggi harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bagi mahasiswa perlu memahami apa itu Tri Dharma Perguruan Tinggi, tentu saat ini mengalami sesuatu yang berbeda ketika menjadi pelajar dulu, saat ini mahasiswa yang notabene pengetahuannya lebih luas, keahliannya lebih mumpuni, serta daya analisisnya yang lebih tajam, diharapkan mampu mentransfernya dengan masyarakat yang membutuhkan. Perguruan Tinggi selayaknya melahirkan para pemuda pemudi atau orang-orang terpelajar yang memiliki semangat tinggi, pemikiran yang kreatif, mandiri, inovatif agar dapat membangun bangsa di berbagai sektor sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Untuk itu, Tri Dharma Perguraan Tinggi adalah tanggung jawab semua elemen yang terdapat di Perguruan Tinggi. Bukan hanya dosen, melaikan mahasiswa dan berbagai sivitas akademika yang terlibat. Mahasiswa Akuntansi D3 Universitas Pamulang, pada tgl 06 November 2021 telah malaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan pelaku UMKM yang ada di Pujasera Pengkolan yaitu pada Roti Bakar Difa dengan tema Pengaruh Era Digital Untuk Membantu Pelaku UMKM Dalam Membuat Buku Laporan Keuangan. Pengabdian Kepada Masyarakat yang diketuai oleh Andi Febrianto, sengaja mengangkat tema tersebut, karena kebanyakan pelaku UMKM belum menguasai pembukuan secara benar. Dalam materinya yang dibawakan oleh Riki Faizal sangat komprehensif, dimulai dari pengertian UMKM hingga bagaimana pelaku UMKM dapat mengikuti perkembangan zaman. Hal senada juga disampaikan oleh Wardokhi,SE.,MM selaku dosen pembimbing akademik, bahwa “Bisnis itu adalah Angka, bukan Rasa”, jadi seorang pelaku usaha harus dapat mengelola sebaik mungkin keuangannya, sehingga dapat diketahui kinerja keuangannya, yang pada akhirnya dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan usaha, apakah untung, rugi? Apakah perlu buka cabang atau tidak ? Menurut Fadhil Ismakun, selaku pemilik usaha Roti Bakar Difa bahwa Pelaksanaan Pengabdiaan Kepada Masyarakat ini, sangat bermanfaat karena dapat memberikan pengetahuan lebih tentang bagaimana implementasi pengelolaan keuangan usaha kecil yang baik dan simpel. Harapan dari pelaksanaan PKM ini adalah ada nya manfaat yang luas, sebagai langkah nyata dan kepedulian mahasiswa dalam membantu pertumbuhan ekonomi disektor UMKM. Dengan pengetahuan pengelolaan keuangannya maka UMKM dapat naik kelas. SALAM UMKM……. Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa Akuntansi D3 Universitas Pamulang Fakultas Ekonomi dan Bisnis )*Dibawah Bimbingan: Wardokhi.,SE.,MM

Pembuatan Produk Disinfektan Secara Mandiri Sebagai Penunjang Kegiatan di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Kasus COVID-19 di Indonesia diidentifikasi sejak tanggal 2 Maret 2020. COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh oleh virus yang menular melalui droplet yang hingga saat ini tengah diupayakan untuk pemulihannya. Upaya pencegahan penularan COVID-19 yang salah satu nya adalah menjaga fasilitas bersama untuk tetap bersih dan higienis seperti yang tercantum pada Surat Edaran Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tanggal 5 Maret 2020, Nomor: PK.02.01/B.VI/839/2020. Kegiatan pemerintah ini sudah mulai disosialisasikan dan dilakukan melalui Pemerintah Kota setempat yang kemudian dilanjutkan ke tingkat Kabupaten. Kecamatan, Kelurahan, Rukun Warga dan Rukun Tetangga. Dikarenakan belum meratanya bantuan Pemerintah Pusat ke daerah, tidak sedikit Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) yang masih menunggu bantuan tersebut. Hal ini yang mendasari Yayasan Panti Asuhan An-Nidzom RT 07 RW 05, Gg Haji Pendek, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang mengajukan permohonan pendampingan pembuatan disinfektan. Kegiatan PKM ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa Universitas Pamulang yang beranggotakan : Jeli Saputra ,Herul Sahrul Kamal, Maulidiya Zahra Almasah dan Febriyanti dengan pembimbing Ibu Lindawati, S.E., M.M. Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat mahasiswa UNPAM yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan An-Nidzom dengan judul “Pembuatan Produk Disinfektan Secara Mandiri Sebagai Penunjang Kegiatan di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru” dilakukan dengan kegiatan berupa pemberian edukasi kepada para peserta (santri) mengenai pembuatan cairan desinfektan sesuai dengan takaran yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil pelaksanaan PMKM yang dilakukan pada  Sabtu, 16 Oktober 2021 dengan peserta dari Yayasan Panti Asuhan, Kecamatan Pinang Kota Tangerang menunjukkan bahwa : 1. Kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan An-Nizom adalah kegiatan menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peserta mengenai cara dan manfaat dari Pembuatan Produk Disinfektan dari Bahan-bahan yang sederhana. Dalam hal ini Mahasiswa membantu mereka belajar mengenai cara Pembuatan Produk Disinfektan. 2. Anak-anak dari Yayasan Panti Asuhan An-Nizom sangat senang dengan materi yang mereka dapat dari Mahasiswa akuntansi Universitas Pamulang mengenai Pembuatan Produk Disinfektan dan berharap akan dilakukan regular untuk bulan yang akan datang. Harapan dari Mahasiswa Universitas Pamulang setelah memberikan edukasi ini masyarakat, khususnya para santri Yayasan Panti Asuhan An-Nidzom mampu membuat cairan desinfektan sesuai takaran yang dianjurkan. Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang

Edukasi Protokol Kesehatan dan Menumbuhkan Kreatifitas pada Anak di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat semua masyarakat di berbagai elemen harus beradaptasi dengan berbagai kebiasaan baru untuk meminimalisir terjadi nya resiko penularan penyakit tersebut. Peraturan mengenai pembatasan kegiatan dan aktivitas masyarakat pun dilakukan pemerintah demi menekan angka penyebaran penyakit mematikan ini, namun hal tersebut tidak sepenuhnya efektif karena tentu masih banyak sekali masyarakat yang perlu beraktivitas diluar rumah. Kegiatan kampanye tentang pentingnya menerapkan prokol kesehatan di lingkungan masyarakat pun banyak dilakukan oleh berbagai macam kalangan mulai dari instansi pemerintahan, organisasi kesehatan dunia, Satgas Covid-19, sampai dengan mahasiswa. Dengan banyak nya informasi dan edukasi tentang bahaya covid dan antisipasi penanganan sederhana yang dapat dilakukan sendiri, diharapkan penularan virus ini dapat lebih dihindari. Hal tersebut dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat dewasa dilingkungan kita, namun apakah anak-anak akan dengan mudah memahaminya? Dalam kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMKM) Universitas Pamulang yang diketuai oleh Fauzi Amansyah Purba, Anggota: Aldi Baihaqi, Aulia Akbar, Fajar Ramdani dengan Dosen Pembimbing Ibu Lindawati, S.E., M.M. bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang betapa pentingnya protokol kesehatan dimasa adaptasi kegiatan baru kepada masyarakat khususnya anak-anak di Yayasan Panti Asuhan An-Nizom dengan judul “Edukasi Protokol Kesehatan dan Menumbuhkan Kreativitas Pada Anak di masa pandemi”. Pendekatan yang dilakukan menggunakan metode yang disukai anak-anak yaitu melalui pemaparan materi yang menarik perhatian anak-anak diantaranya, mengedukasikan tentang 5M melalui games dan lainnya. Mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker terutama ketika melakukan kegiatan diluar rumah atau lingkungan Yayasan Panti Asuhan An-Nizom, Menjaga jarak, menghindari dan tidak membuat kerumunan serta mengurangi mobilitas kegiatan diluar rumah. Kreativitas merupakan hal penting dalam kehidupan khususnya pada anak usia dini karena dapat membuat manusia lebih produktif. Selain itu juga meningkatkan kualitas hidup serta dapat mempermudah mencari jalan keluar dari sebuah permasalahan. Anak- anak harus diberikan kemampuan kreativitas sejak kecil, sehingga mereka dapat memiliki ketrampilan khusus. Adapun beberapa respon positif dari anak- anak yang didapat melalui kegiatan yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2021 tersebut yaitu: Tumbuh kesadaran dalam benak anak-anak akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak dan mengurangi kegiatan diluar rumah atau diluar lingkungan yayasan panti asuhan An Nizom. Timbulnya rasa kewajiban menggunakan masker karena masker tidak hanya berfungsi untuk melindungi diri kita sendiri, akan tetapi juga melindungi orang lain dari virus Covid-19. Penyuluhan yang diberikan diterima dengan cukup baik karena materi yang disampaikan diaplikasikan ketika kegiatan telah berlangsung. Anak-anak dari Yayasan Panti Asuhan An – Nizom merasa senang dengan materi yang di dapatkan dari Mahasiswa akuntansi Universitas Pamulang perihal cara-cara menumbuhkan kreativitas sehingga bisa diterapkan pada setiap kegiatan. Dengan adanya kegiatan PMKM ini diharapkan dapat lebih membantu pencegahan penularan virus Covid 19 khususnya kepada anak-anak sebagai generasi muda penerus bangsa. Dan tentunya dengan harapan agar pandemi segera berakhir dan anak-anak dapat melakukan kegiatan di luar rumah tanpa rasa takut atau khawatir lagi. Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Utang Bak Gunung, Garuda Indonesia Pailit?

PT Garuda Indonesia Tbk sebagai maskapai penerbangan nasional Tanah Air plat merah berkode saham GIAA,  tercatat sudah tujuh dekade mengudara. Nama baik maskapai ini menggema di benak publik dengan berbagai penghargaan sebagai flag carrier kebanggaan Indonesia. Namun belakangan, nama baik Garuda Indonesia meredup dan menyimpan sederet kasus pelik yang menjadi kontroversi. Mulai dari kasus penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton, menu makanan ditulis tangan oleh awak kabin, kritik kualitas menu makanan, kasus suap pengadaan mesin dan pesawat oleh mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo, laporan keuangan 2018 Garuda Indonesia yang tidak sesuai dengan PSAK, sampai dengan kasus terberat saat ini adalah kondisi keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang carut marut dan mengindikasikan permasalahan pada kelangsungan bisnis perusahaan (going concern issue). Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, GIAA membukukan pendapatan sebesar US$1,49 miliar. Angka tersebut merosot tajam dibanding sebelum terdampak pandemi atau pada 2019 yang mencetak pendapatan US$4,57 miliar. Arus kas berada di zona merah dan memiliki ekuitas minus Rp 41 triliun. BEI menempatkan saham GIAA di papan watclist serta suspend perdagangan efek GIAA sejak sesi I perdagangan tanggal 18 Juni 2021 sampai saat ini sebagai dampak penundaan pembayaran kupon sukuk global bond sebesar US$ 500 juta yang telah jatuh tempo pada 17 Juni 2021 setelah menggunakan hak grace period. Disamping itu, kondisi keuangan semakin diperparah dengan utang perseroaan yang semakin menggunung hingga Rp 70 triliun dari total utang Rp 140 triliun dan beban bunga utang setiap bulan mencapai Rp 1 triliun. GIAA merestrukturisasi bisnis dengan memangkas jumlah armada pesawat yang dioperasikan serta merampingkan awak kabin dan pilot yang bertugas sebagai bentuk penyelamatan. Namun, kondisi keuangan justru semakin sulit diselamatkan. Biang kerok kerugian Garuda Indonesia adalah fokus rute penerbangan yang menggarap rute penerbangan luar negeri, serta indikasi korupsi pengadaan pesawat melalui negosiasi skema sewa dengan para lessor yang terlalu mahal. Imbasnya, resiko pailit menjadi bayang-bayang yang terselip dari salah satu opsi penyelamatan Garuda Indonesia atas utang yang menggunung. Bagi pemerintah, saat ini prioritas utama adalah pemulihan diberbagai sektor ekonomi akibat pandemi. Sehingga, mustahil memberikan bantuan dana berupa penyertaan modal negara. Disisi lain, Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia terus melakukan langkah akseleratif pemulihan kinerja melalui program restrukturisasi menyeluruh terhadap utangnya menggunakan legal bankruptcy. Pihak Garuda Indonesia sendiri mengaku optimis atas sinyal positif dari industri penerbangan nasional pada sektor pariwisata yang sudah bisa beroperasi pasca situasi pandemi COVID-19 yang mulai terkendali. Jika pada akhirnya Indonesia tidak memiliki maskapai akibat serangkaian kondisi yang dialami, menutup Garuda Indonesia adalah opsi yang harus dipertimbangkan dengan matang karena tentu berefek kepada aspek psikologis industri di Indonesia dan semestinya peristiwa ini menjadi momentum untuk berbenah dalam segala aspek mulai dari isu duopoli dalam industri penerbangan domestik, infrastruktur, navigasi, birokrasi termasuk aspek investasi yang mampu menjawab tantangan sebagai bisnis yang ‘high risk investment’ dan dianggap tidak menarik oleh investor asing. Wulandari Cahyani Putri Mahasiswi Magister Akuntansi Universitas Pamulang