Author: Narasi Susi

Bergaya Ala Star Trek, Film Journey to the GT Digarap POCO untuk Peluncuran Smartphone Baru

Dunia film Indonesia kini tak melulu melibatkan para sineas serta rumah produksi ternama. Baru-baru ini, brand smartphone POCO ikut ambil bagian dalam sejarah penggarapan film di Tanah Air. Dalam rangka peluncuran smartphone POCO X3 GT, POCO sebagai brand smartphone terkemuka di Indonesia dengan berani merancang konsep berbeda melalui film pendek bertema fiksi ilmiah. Menariknya, POCO Indonesia yang kerap mengusung konsep unik di setiap peluncuran smartphone terbaru, membuat film pendek fiksi ilmiahnya itu dengan konsep ala Star Trek yang berjudul Journey to the GT. Tak Kalah Bagus dari Star Trek Bahkan, bisa dibilang setting film Journey to the GT yang digunakan untuk launching POCO X3 GT ini, tidak kalah bagus dari series Star Trek yang pertama kali mengudara pada 1966 silam dan dibuat kembali hingga seri terakhirnya di tahun 2016. Bagi yang penasaran dengan film Journey to The GT, bisa tonton keseruannya di kanal YouTube POCO Indonesia. Untuk ukuran peluncuran smartphone, ini bisa menjadi gebrakan baru lantaran mereka berani mengambil tema yang tidak biasa, yaitu merangkainya menjadi sebuah film luar angkasa. “POCO adalah sebuah brand smartphone yang independen dari Xiaomi, sehingga kami memiliki operasi bisnis dan pemasaran yang berbeda dengan sister company kami,” ujar Andi Renreng, Head of Marketing POCO Indonesia. “Termasuk dalam memperkenalkan produk-produk baru, POCO menyuguhkan cara baru yang berani, beda, dan mendobrak, sesuai dengan brand value POCO yang kami tanamkan.” Hampir Tak Ada Pasalnya, film bertema luar angkasa masih sangat jarang bahkan hampir tak ada di industri perfilman Indonesia. Sejumlah sineas ternama pun hampir tak pernah kita dengar sedang mengerjakan proyek film bertemakan luar angkasa. Namun, POCO dengan percaya dirinya berani mengambil tema yang sangat jarang tersebut untuk film pertama mereka melalui Journey to the GT. Antusiasme Produser Digarap oleh Production House Kita, produser film Journey to the GT mengaku antusias dengan proyek ini hingga serius dalam menanganinya. “Sebagai producer dari Production House Kita, saya sangat excited untuk mengerahkan kemampuan tim secara maksimal supaya proses dan hasilnya sesuai yang kita harapkan,” ujar Zenno Marzoka, produser film Journey to the GT. “Ini sesuatu yang inovatif, karena konsep lauching akan dikemas dalam sebuah film. Ke depannya, saya berharap konsep seperti ini akan menjadi trend baru bagi semua brand dalam mengemas Product Launching mereka agar semakin menarik dan tidak membosankan,” tambahnya. Aktris Berpengalaman Ditambah lagi, POCO turut menggandeng aktris Ruth Marini yang sudah sangat berpengalaman dalam bermain film layar lebar. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Aktris Monolog Terbaik dalam Festival Monolog se-Indonesia pada tahun 2017. POCO juga menggandeng RRQ Lemon yang sudah terkenal karena kelihaiannya bermain mobile game. Turut diajak juga Jagat Review untuk menjadi salah satu karakter penting dalam film pendek Journey to the GT yang tayang di akun YouTube POCO Indonesia. Konsep yang Jarang Di Amerika, jarang sekali ada peluncuran smartphone yang diiringi dengan pembuatan film. Apakah ini pertanda bahwa Indonesia sudah siap bersaing dengan Hollywood? Semoga saja ini menjadi awal yang baik. (***)

Serat TENCEL Carbon-Zero dengan Ekspansi Produk Melalui Teknologi

Merayakan setahun peluncuran serat bermerek TENCEL™ Carbon-Zero, Lenzing Group mengumumkan perluasan produk serat bermerek TENCEL™ Carbon-Zero dengan teknologi REFIBRA™ untuk menjawab permintaan industri yang berkembang seputar “circular fashion” dan netralitas karbon. Serat Lyocell dan serat Modal bermerek TENCEL™ Carbon-Zero pertama yang diluncurkan tahun lalu terus mendapatkan berbagai perhatian diantara mitra industri termasuk merek fashion dan pabrik kain. Mulai tersedia pada September 2021, ekspansi ini bertujuan untuk memberikan solusi yang lebih inovatif bagi pemilik merek fashion untuk memenuhi target pengurangan karbon dan untuk para konsumen agar dapat menikmati produk yang berkelanjutan, serta memperkuat komitmen Lenzing untuk mencapai bebas emisi karbon pada tahun 2050. Ekspansi ini menunjukkan komitmen Lenzing yang kuat dalam membangun industri tekstil yang sepenuhnya berkelanjutan, tidak hanya melalui pengurangan jejak karbon, tetapi juga melalui peningkatan sirkularitas melalui teknologi REFIBRA™. Teknologi ini melibatkan daur ulang sisa kapas dari produksi garmen dan mengubahnya menjadi pulp kapas. Pulp kapas kemudian ditambahkan dengan pulp kayu yang diekstrak dari sumber yang berkelanjutan untuk menghasilkan serat TENCEL™ Lyocell yang baru. Inovasi ini memperkuat upaya berkelanjutan Lenzing terhadap inisiatif Science Based Targets (SBT) dan dukungan terhadap United Nations Sustainable Development Goals untuk mengurangi dampak pemanasan global. “Meskipun para mitra pemasok, pemilik merek, dan pelaku retail secara proaktif mencari cara untuk mengurangi emisi karbon agar selaras dengan tujuan iklim global dari PBB, industri tekstil masih memiliki perjalanan yang panjang untuk mencapai tujuannya yaitu status bebas emisi karbon. Kami berharap, dengan berbagi inovasi terbaru kami seperti serat bermerek TENCEL™ Carbon-Zero dengan teknologi REFIBRA™, kami dapat menjadikan inisiatif bebas emisi karbon sebagai praktik utama, yang pada akhirnya mencapai industri tekstil yang netral karbon,” kata Florian Heubrandner, Vice President Global Textiles Business di Lenzing AG, Kamis (30/9/2021). Bekerja sama dengan pemilik merek dan pabrik kain pada seluruh rantai pasokan JACK & JONES, merek denim internasional terkemuka dan mitra jangka panjang Lenzing, telah memperjuangkan keberlanjutan dengan produk-produknya yang berdampak rendah terhadap lingkungan. Hal ini dapat dilihat dalam koleksi denim terbaru mereka yang menggunakan 38% serat TENCEL™ Lyocell CarbonZero, yang menawarkan nilai lingkungan yang tinggi sekaligus memberikan berbagai manfaat seperti kelembutan yang tahan lama, kehalusan seperti sutra, sirkulasi udara yang baik, bahan yang lebih kuat, dan memberikan kenyamanan pada kulit. “Tim JACK & JONES sangat senang bisa bekerja sama dengan TENCEL™ untuk menghadirkan produk yang lebih berkelanjutan yang juga nyaman serta berkualitas tinggi, semakin menunjukkan komitmen teguh kami untuk meningkatkan keberlanjutan di dunia fashion,” kata Mikkel Hochrein Albrektsen, Creative Buying Manager dari JACK & JONES. Selain itu, Lenzing juga memperluas kolaborasi dengan merek fashion di seluruh dunia untuk mengintegrasikan serat TENCEL™ Carbon-Zero dalam koleksi terbaru mereka. Mulai dari merek pakaian dalam terkemuka asal Tiongkok, Aimer, merek tekstil premium untuk kebutuhan rumah tangga dari Tiongkok, Luolai, label fashion asal Jerman, Armed Angels, label pakaian asal Denmark, Selected FEMME, merek fashion asal Korea, Cozynet, produsen kain premium dan pakaian dalam yang berbasis di Portugal, IMPETUS hingga merek ritel peralatan rumah tangga yang berbasis di Amerika Serikat, West Elm; perusahaan di seluruh segmen fashion dan tekstil rumah tangga secara aktif meninjau penggunaan bahan baku mereka untuk mencapai emisi bebas karbon. Melalui pendekatan “reduce-engage-offset”, Lenzing juga bekerja sama dengan mitra rantai pasokan seperti Al Karam, Calik, Samil dan WTS untuk berinovasi dalam penggunaan dan teknologi bahan baku, dan membawa jenis serat baru yang berkelanjutan ke industri tekstil. “Sebagai produsen tekstil, salah satu tanggung jawab kami adalah meningkatkan keberlanjutan dalam industri tekstil,” kata Luis Antonio Aspilaga, CEO WTS (World Textile Sourcing). “Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Lenzing untuk menawarkan produk ramah lingkungan yang menggunakan serat TENCEL™ Carbon- Zero, sehingga kami dapat berkontribusi pada kesejahteraan dan keberlangsungan planet Bumi.” Membangun momentum dalam sirkularitas demi mencapai emisi bebas karbon pada 2050 Dengan memperluas penawaran serat TENCEL™ Carbon-Zero dari Lenzing dengan teknologi REFIBRA™, Lenzing mampu menghadirkan pilihan material yang lebih berkelanjutan bagi industri sejak awal siklus hidup produk, membawa Lenzing selangkah lebih dekat ke tujuannya untuk mencapai bebas emisi karbon pada tahun 2050. Kedepannya, Lenzing akan terus bekerja dengan mitra industri untuk mengurangi jejak karbon pada produk dan mengimbangi emisi yang tidak dapat dihindari untuk pada akhirnya mendorong dekarbonisasi di industri tekstil. (***)

Survei Pandangan Masyarakat tentang Vaksinasi Covid-19, Dukung Vaksin Digratiskan

Hasil survei Change.org Indonesia, Katadata Insight Center (KIC) dan KawalCOVID19.id menampilkan data bahwa mayoritas responden tidak mendukung skema vaksinasi berbayar karena menganggap vaksin sebagai hak warga di kala pandemi. Selain itu, skema berbayar dianggap tidak adil terhadap warga kurang mampu. Efraim Leonard, campaigner dari Change.org Indonesia menyampaikan hasil survei ini mengafirmasi dukungan masyarakat yang juga mengalir lewat petisi yang menolak vaksinasi berbayar, termasuk via skema gotong royong. Sehingga, diharapkan pemerintah bisa segera menerima input dan semakin memperbaiki program vaksinasi ini untuk ke depannya. Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. Pendapat tentang skema vaksinasi berbayar Dalam paparannya, Head of Katadata Insight Center (KIC) Adek Media Roza menyebutkan bahwa 70% responden tidak setuju vaksin berbayar. Mereka mengatakan bahwa vaksin merupakan hak warga negara (73,9%), vaksin berbayar tidak adil bagi yang kurang mampu (67,9%) dan ada potensi menjadi ladang korupsi di Indonesia (53,5%). Sementara 20,2% responden setuju skema vaksin berbayar dengan alasan agar vaksinasi lebih cepat selesai (71,3%), agar vaksin gratis diberikan hanya kepada yang tidak mampu (52,4%) dan agar mengurangi antrian bagi penerima vaksin gratis (49,9%). “Di antara responden yang setuju vaksin berbayar, ada kecenderungan semakin senior usianya dan semakin baik status ekonominya, dukungan terhadap skema berbayar semakin tinggi tapi tidak sampai menjadi mayoritas,” kata Adek Media Roza. Edukasi ke lingkungan terdekat Adek melanjutkan bahwa 86,6% responden menyarankan keluarga dan teman-teman mereka untuk divaksinasi dengan frekuensi sesekali sampai hampir tiap hari. Alasan yang paling sering diungkapkan adalah agar orang-orang terdekat mereka terlindungi (78,7%), dan agar dapat beraktivitas seperti normal (70,1%). Sebanyak 37,5% responden menyatakan orang terdekat mereka ada yang sudah lansia, dan 34,6% mengatakan orang terdekat mereka ada yang memiliki mobilitas tinggi karena harus bekerja dari kantor. Co-founder KawalCOVID19 Elina Ciptadi mengatakan, “Kami melihat data ini sebagai indikasi yang baik bahwa responden sadar pentingnya melindungi yang rentan, dan bahwa melindungi diri sendiri saja tidak cukup. Semakin banyak orang di lingkungan sosial mereka yang tervaksinasi, semakin rendah risiko bagi mereka.” Namun ada 13,4% atau 1.113 responden yang tidak pernah menyarankan keluarga dan teman-teman mereka untuk divaksinasi. Alasan utamanya adalah memberi kebebasan kepada orang terdekat karena pilihan di tangan masing-masing (81,4%). Di antara mereka yang tidak pernah menyarankan lingkungan terdekatnya untuk vaksinasi, 65,9% atau 773 memang belum divaksinasi dan 79% atau 154 dari mereka merasa tidak ingin divaksinasi. Terdapat kecenderungan dimana jika responden sendiri belum dan tidak ingin divaksinasi, mereka tidak akan menyarankannya pada orang lain. Kesadaran protokol setelah divaksinasi Setelah vaksinasi, lebih dari separuh responden masih berusaha tidak keluar rumah kalau tidak penting (52,6%), 43,2% akan keluar rumah tapi tetap dengan mengenakan masker dan jaga jarak. Hanya 4,2% responden yang menganggap bahwa kegiatan bisa dilakukan secara normal tanpa masker dan jaga jarak sesudah vaksinasi. “Pemahaman 95,8% responden bahwa vaksinasi tidak memberi 100% kekebalan adalah gambaran yang positif. Karena vaksinasi adalah salah satu cara mengatasi pandemi ini, namun bukan satu-satunya cara. Dari sisi warga, vaksinasi tetap perlu berjalan simultan dengan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Sementara dari sisi pemerintah, percepatan vaksinasi bagi kelompok rentan, tes dan tracing yang terarah, serta edukasi untuk mengurangi resistensi warga terhadap tes dan karantina tetap perlu dilakukan secara konsisten,” Elina menambahkan. Tentang Survei Pandangan Masyarakat tentang Vaksinasi COVID-19 Survei ini merupakan kolaborasi Change.org Indonesia, Katadata Insight Center dan KawalCOVID19.id untuk mendapatkan masukan publik mengenai pelaksanaan vaksinasi di Indonesia serta perbaikan yang bisa dilakukan kedepannya. Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. Kuesioner mencari pandangan sekaligus masukan publik terhadap tiga topik berikut Kemauan divaksinasi dan sumber informasinya (dipaparkan 15 September 2021) Masukan terhadap proses vaksinasi (dipaparkan 22 September 2021) Seputar vaksinasi berbayar (dipaparkan 29 September 2021, pukul 13.30 WIB) Karena penyebarannya yang menggunakan convenience sampling, ada proporsi responden yang berbeda dengan proporsi riil penduduk Indonesia per wilayah, di antaranya proporsi responden wilayah urban Jawa, kelompok usia dewasa muda, serta SES A-B lebih terwakili di survei ini dibanding dengan realita masyarakat Indonesia yang berada di SES B-C-D dan tinggal di wilayah non urban. (***)

Bantu Generasi Muda Indonesia Lanjut Studi ke Luar Negeri, Coach Potato Gelar OSC ke- 5

Program Online Scholarship Coaching (OSC) kembali diadakan oleh Coach Potato pada 1 September hingga 16 Oktober 2021. Program yang berlangsung secara daring melalui Google Classroom dan Zoom ini bertujuan untuk membantu  generasi muda Indonesia yang ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Siti Mahdaria, Chief Executive Officer Coach Potato menyampaikan pentingnya persiapan untuk mendaftar beasiswa studi di luar negeri. “Tujuan diadakannya Online Scholarship Coaching ini untuk mengenalkan berbagai jenis beasiswa, memotivasi dan menginspirasi generasi muda untuk bersemangat menuntut ilmu di luar negeri. Selain itu, kami memfasilitasi para penerima beasiswa sebelumnya untuk berkontribusi sehingga bisa berpartisipasi dalam mengembangkan generasi muda Indonesia,” jelas Ria, Selasa (28/9/2021). OSC Batch 5 merupakan program mentoring beasiswa dimana mentee akan dibimbing langsung oleh tujuh penerima beasiswa studi ke luar negeri. Mentor yang terlibat dalam program ini adalah penerima beasiswa Türkiye Burslari, Erasmus+, Global Korea Scholarship (GKS), ASEAN University Network, Australia Awards Scholarship (AAS), Deutscher Akademischer Austauschdienst Development-Related Postgraduate Courses (DAAD EPOS), dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selama OSC, para pemburu beasiswa  mendapatkan wawasan yang tepat mengenai masing-masing beasiswa.  Online coaching ini juga melatih para mentee dalam personal branding, menulis curriculum vitae dan esai, mendapatkan surat rekomendasi, serta melakukan simulasi wawancara. Selain mendapatkan bimbingan beasiswa yang komprehensif, para mentee juga akan dituntun untuk mengenal kapabilitas diri mereka sendiri agar dapat membantu mereka menyusun target di masa depan. Banyak anak muda merasa takut bermimpi karena merasa khawatir jika apa yang diharapkan tidak bisa terlaksana. Coach Potato hadir untuk menjadi support system bagi generasi muda Indonesia mencapai impiannya. “Bermimpilah setinggi langit karena jika kamu terjatuh, kamu akan terjatuh diantara para bintang. Hal ini lah yang menjadi salah satu alasan Coach Potato terus memotivasi anak muda Indonesia untuk bermimpi setinggi-tingginya,” tutup Ria. Coach Potato Indonesia Coach Potato Indonesia adalah sebuah bisnis sosial yang berdiri pada Desember 2018. Berfokus pada pemberdayaan generasi muda Indonesia dengan menyediakan program peningkatan kapasitas untuk mendapatkan pengalaman global melalui coaching, mentoring, dan workshop. Saat ini program bimbingan yang dibuat oleh Coach Potato Indonesia telah berhasil membantu pelajar Indonesia meraih beasiswa belajar ke Australia, Eropa, Amerika, dan Inggris. (***)

Negara Tiongkok Larang Transaksi Kripto, Ini Tanggapan CEO Indodax

Harga aset kripto di minggu lalu sempat mengalami market merah berhari hari karena adanya kekhawatiran efek penularan Evergrande Group dan Federal Reserve. Setelah sempat pulih beberapa saat, harga mayoritas aset kripto pun kembali “terdiskon” akibat pernyataan dari Bank Sentral Negara Republik Rakyat Tiongkok yang mengumumkan perlawanan kerasnya terhadap industri kripto sehingga menyebabkan aksi jual massal pun terjadi kembali. Melansir pernyataan resmi dari perwakilan bank sentral negara yang berjuluk tirai bambu tersebut, transaksi kripto adalah transaksi yang ilegal karena bersifat spekulatif dan dianggap rawan dimanfaatkan untuk tindakan pencucian uang. CEO Indodax, Oscar Darmawan menyatakan bahwa meskipun pelarangan tersebut sempat membuat harga bitcoin dan aset kripto lainnya jatuh, nyatanya atensi dan minat masyarakat dunia (tidak hanya di Indonesia) sampai saat ini justru semakin banyak, terlebih saat masa pandemi seperti ini. Sehingga, pemberitaan ini harusnya tidak menjadi sebuah kekhawatiran besar untuk para investor. “Investor tidak perlu was was. Menurut saya, pengumuman ini hanya akan berdampak jangka pendek karena aksi market jual yang sifatnya memang hanya sementara. Namun secara jangka panjang tidak akan berdampak. Saya beri contoh. Pada 1 Januari 2021, harga Bitcoin menyentuh US$29.576 per koin atau setara Rp 422 jutaan dengan kurs dollar hari ini. Coba lihat sekarang. Harga Bitcoin sudah menyentuh di angka US$43,942 per koin atau setara Rp 626 jutaan dengan kurs dollar hari ini”, ungkap Oscar. Oscar Darmawan menjelaskan, bahwa pernyataan dari People’s Bank of China (bank sentral negara Republik Rakyat Tiongkok) mengenai pelarangan transaksi kripto bukanlah hal yang baru. Pada awal tahun 2021, pemerintahan negara yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping tersebut mengumumkan akan menindak tegas seluruh aktivitas penambangan kripto. Kabar tersebut, disusul oleh pernyataan grup industri keuangan negara Tiongkok pada Mei 2021 yaitu Asosiasi Keuangan Internet Nasional Tiongkok, Asosiasi Perbankan Tiongkok, dan Asosiasi Pembayaran dan Kliring Tiongkok yang resmi melarang segala perdagangan kripto. “Pernyataan aturan dari People’s Bank of China tentang pelarangan transaksi kripto ini bukanlah hal baru dan menurut saya, pernyataan kemarin hanyalah sekadar pengingat. Menilik beberapa waktu ke belakang, larangan oleh pemerintah Tiongkok terhadap kripto bukan pertama kalinya dikeluarkan. Sebelum tahun 2021, Bitcoin memang sejak tahun 2013 akhir sudah dilarang di Tiongkok. Pada 2017, pemerintahan Tiongkok pernah menutup bursa kripto lokal. Kemudian di Juli 2018, People’s Bank of China mengatakan ada sekitar 80 platform perdagangan kripto dan Initial Coin Offering yang ditutup. Dan di tahun 2019, People’s Bank of China mengeluarkan pernyataan akan memblokir akses ke semua bursa kripto domestik dan asing serta situs web Initial Coin Offering”, kata Oscar. Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa negara Tiongkok memang satu satu nya negara yang sangat keras terkait transaksi kripto. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan, mengingat banyak negara lain yang justru mendukung pertumbuhan aset kripto termasuk Indonesia. Indonesia  memperbolehkan aset kripto menjadi suatu komoditas dan sudah resmi diatur dibawah BAPPEBTI. “Ekosistem Tiongkok dirancang tertutup termasuk internet. Tiongkok memblokir Youtube, WhatsApp, Facebook, Google dan menciptakan layanannya sendiri namun keempat layanan tersebut toh tetap berjaya sampai saat ini. Soal kripto, nyatanya masih ada negara lainnya yang mendukung pertumbuhan kripto seperti El Salvador yang baru baru ini melegalkan bitcoin sebagai alat pembayaran, Honduras dan Guatemala yang sedang melirik pelegalan bitcoin sebagai alat pembayaran, parlemen Ukraina yang telah mensahkan rancangan undang-undang yang melegalkan dan mengatur aset kripto, JP Morgan dan Bank of America yang mendukung kripto, serta Paypal yang sudah berekspansi ke Inggris Raya untuk menyediakan layanan jual beli kripto”, jelas Oscar. Hal yang cukup unik mengenai transaksi aset kripto adalah, selama ada jaringan internet investor bisa menyimpan aset kriptonya sendiri. Tidak hanya secara daring, investor pun bisa menyimpan aset kripto secara luring di dalam suatu usb flashdrive. Dengan hal unik seperti ini, tentu ini menjadi hal yang cukup sulit apabila suatu pihak menghalangi individu untuk memiliki aset kripto. “Saya sendiri masih optimis terhadap kripto dan bitcoin. Karena apa? Negara negara lain termasuk “negara barat” toh mendukung inovasi ini. Berita dari Tiongkok hanya berita usang sejak tahun 2013 dan bukan merupakan sesuatu yang baru”, tutup Oscar. (***)

Dukung Pelestarian Warisan Budaya Indonesia SnackVideo Cari Duta Batik

SnackVideo, aplikasi video pendek terkemuka di dunia, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia (Kemendikbud) meluncurkan program Snack Mencari Duta Batik. Program ini merupakan inisiatif SnackVideo untuk menjadi wadah masyarakat dalam menyalurkan kreativitas dan merayakan keragaman budaya Indonesia menyambut Hari Batik Nasional. Melalui program Snack Mencari Duta Batik, SnackVideo mengajak masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Batik Nasional dengan mengunggah video pendek hasil kreativitas para kreator, mulai dari fashion, make up, karya seni, tarian, hingga musik. “Selamat dan terima kasih kepada SnackVideo yang sudah menginisiasi peringatan Hari Batik Nasional, dan tentu kita sangat bangga bahwa menyambut Hari Batik Nasional ini SnackVideo mengajak para konten kreator untuk menciptakan konten-konten kreatif yang terkait dengan batik. Tentunya, kami berharap konten ini juga akan mewarnai dunia media sosial kita ke arah yang lebih positif,” ucap Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Sabtu (25/9/2021). “Program Snack Mencari Duta Batik ini mengajak para konten kreator Indonesia untuk melestarikan budaya Indonesia dan menumbuhkan rasa bangga terhadap batik yang merupakan salah satu warisan budaya bangsa. SnackVideo ingin terus tumbuh sebagai komunitas konten tempat para pengguna kami berbagi informasi positif dan berkreasi. Melalui tagar #SnackMencariDutaBatik pengguna dapat melihat berbagai kreasi dan informasi seputar  batik di Indonesia,” ujar Yugo Prabowo, Head of Business Operations SnackVideo. Saat mengunggah video, kreator dapat menggunakan beberapa tagar yang sesuai dengan konten mereka masing-masing, seperti #SnackMencariDutaBatik, #SeniBatik, #BatikDance #BatikFashion, dan #InfoBatik. Nantinya, SnackVideo akan memilih lima orang untuk menjadi Snack Style Duta Batik dan mendapatkan hadiah utama iPhone12 serta tas batik eksklusif dari Mithlabs. Selain itu, pengguna yang telah melakukan voting untuk memilih Duta Batik, juga berkesempatan untuk mendapatkan berbagai hadiah menarik berupa gadget, voucher belanja, dan uang tunai. Kompetisi ini akan dimulai pada tanggal 24 September sampai 1 Oktober 2021 dan pemenang akan diumumkan pada tanggal 2 Oktober 2021 di aplikasi SnackVideo. (***)

DANA Tawarkan Harga Pulsa Kompetitif

Belakangan ini banyak lembaga riset melansir survei mengenai perkembangan dompet digital di Tanah Air. Secara garis besar, hasil survei itu menunjukkan adanya peningkatan penggunaan dompet digital oleh masyarakat mulai dari untuk membayar beragam tagihan hingga investasi. Temuan menarik lainnya adalah salah satu pemanfaatan dompet digital paling banyak ternyata untuk pembelian atau top up pulsa. Hasil survei ini sebenarnya tidak mengejutkan jika melihat bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), hingga kuartal kedua 2020 jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 196,7 juta atau setara 73,7% dari total populasi.  Survei juga menunjukkan sebesar 95,4% responden menggunakan ponsel pintar untuk berinternet. DANA, selaku dompet digital sejak awal sudah menyadari betapa tingginya penggunaan ponsel untuk berinternet atau bermedia sosial oleh masyarakat Indonesia. DANA menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pulsa untuk mengakses berbagai informasi maupun bersosialisasi tersebut dengan menghadirkan fitur ‘Pulsa & Data’. Sejak awal kemunculannya hingga saat ini, fitur ‘Pulsa & Data’ sukses menjadi satu dari lima fitur teratas yang paling banyak dimanfaatkan pengguna. Berdasarkan survei pengguna aplikasi DANA pada Maret 2021, sebanyak 95% memilih untuk membeli pulsa di aplikasi dompet digital dan 20% memilih aplikasi e-commerce. Transaksi menggunakan fitur Pulsa & Data juga menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali terhitung sejak awal tahun hingga Agustus 2021. Khusus untuk Agustus 2021, fitur Pulsa & Data juga tumbuh 56% dibandingkan Agustus 2020. “Membeli pulsa untuk mendukung aktivitas sehari-hari kini menjadi salah satu pengeluaran bulanan yang rutin dilakukan masyarakat. Fitur Pulsa & Data di aplikasi DANA menawarkan kemudahan, keamanan dan kenyamanan yang menjadi solusi ideal bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya terhadap pulsa. Segala pengalaman bertransaksi yang aman, mudah dan nyaman serta promo yang ditawarkan DANA lewat fitur Pulsa & Data diharapkan bisa membebaskan pengguna dari ketidakpraktisan dan kecemasan bertransaksi digital. Para pengguna juga akan merasakan langsung perbedaan harga yang ditawarkan dan hematnya membeli pulsa melalui DANA,” kata Monita Moerdani, Chief Marketing Officer DANA, Jumat (24/9/2021). Untuk menambah nilai pengguna ketika melakukan pembelian pulsa, DANA menghadirkan harga pulsa yang paling terjangkau. Dari sederet produk pulsa yang ditawarkan, kurang lebih ada 84% produk pulsa di DANA yang memiliki harga paling kompetitif jika dibandingkan dengan harga pasaran lainnya. Misalnya saja, harga pulsa Telkomsel dengan denominasi Rp15.000 dapat dibeli dengan harga sama yaitu Rp15.000 melalui dompet digital DANA, sementara harga pasaran dengan denominasi serupa mencapai Rp16.500. Harga kompetitif juga dapat ditemui untuk beberapa paket isi ulang pulsa Telkomsel maupun Indosat Ooredoo lainnya. Berbagai pilihan promo menarik untuk pembelian pulsa dan data juga banyak tersedia pada aplikasi DANA hingga 30 September 2021 mendatang. (***)

Marriott International Indonesia Umumkan Virtual Run Go to Give 2021

Virtual Run to Give hadir kembali. Mengikuti kesuksesan acara sebelumnya dalam beberapa tahun terakhir, portofolio hotel dan resor Marriott di Indonesia akan mengadakan acara lari amal secara virtual kedua pada tahun ini yang bertajuk Run for Your Well-Being, Run to Give 2021. ‘Run to Give’ adalah program tahunan Marriott Asia Pasifik yang telah menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk mengembangkan lingkungan people-first untuk mempromosikan kesejahteraan karyawan. Dengan acara ini, Marriott juga mendorong karyawannya untuk peduli terhadap komunitas tempat mereka beroperasi. Tahun ini, 57 hotel dan resor Marriott International di Indonesia akan bergabung untuk menggalang dana untuk bantuan para staf di seluruh Indonesia. Acara ini akan didedikasikan untuk menggalang dana untuk Bali Children Foundation dan juga staf Marriott yang terdampak dari berkurangnya atau tidak adanya pemasukan karena COVID-19. Acara selama sebulan ini akan berlangsung dari 1 hingga 31 Oktober 2021. Selain tujuan penggalangan dana, Run to Give 2021 juga menekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan para staf hotel terutama karena pandemi dan social distancing yang telah diterapkan selama hampir 2 tahun. Pandemi secara signifikan memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan secara tak terduga. Oleh karena itu, kesehatan dan kesejahteraan telah menjadi hal yang mahal karena COVID-19 memengaruhi komunitas di seluruh dunia. Berangkat dari pemikiran tersebut, Marriott Indonesia dengan acara Virtual Run to Give 2021 mengajak para staf dan masyarakat umum untuk ikut berlari, meluangkan waktu untuk merenung, serta merawat tubuh dan pikiran mereka. Arun Kumar, Chairman of the Indonesia Business Council and Managing Director of The Ritz-Carlton Jakarta, mengatakan, “Kami telah mengadakan acara ini selama 8 tahun. Meskipun acara ini diadakan secara virtual dalam 2 tahun terakhir, kami melihat acara lari virtual ini lebih dari sekadar alternatif populer. Saat pandemi menghambat kita untuk berkumpul secara fisik, Virtual Run to Give 2021 membuat kita tetap terhubung sambil berfokus tujuan yang sama. Kesehatan dan kesejahteraan selalu penting dan esensial, terlebih lagi di masa-masa sulit ini. Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat dan para staf kami untuk keluar dari rutinitas di rumah yang membatasi diri dan berlari untuk kesehatan dan kesejahteraan mereka. Pada saat yang sama, kami bertujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan dana dengan bergabung dalam virtual run.” Bekerja sama dengan Bali Children Foundation, hasil virtual run tahun ini akan disalurkan ke dana pendidikan untuk mendukung anak-anak para staf kami. Kami juga akan mendistribusikan ‘Bersama Box’ yang berisi sembako dan kebutuhan untuk sekitar 4.000 staf di seluruh Indonesia. Selain para General Manager dan staf hotel lainnya, masyarakat juga dapat ikut acara Virtual Run dan mendukung gerakan ini. Pelari di mana saja bisa berlari sendiri atau dalam tim untuk berpartisipasi dengan cara yang aman bagi mereka untuk melakukannya: berlari di lingkungan sekitar, taman, halaman, atau bahkan di ruang tamu, sambil terus menjaga jarak aman. “Virtual Run tahunan merupakan bagian penting dari gerakan TakeCare perusahaan kami yang bertujuan untuk memberdayakan para staf untuk menjalankan filosofi Marriott kami. Kami tahu bahwa pekerjaan bisa sangat sibuk, tetapi kami mendorong para staf kami untuk berhenti sejenak dan menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Kami percaya bahwa dengan menjaga diri sendiri terlebih dahulu, kita dapat menjaga orang lain dengan lebih baik. Virtual Run to Give memberi mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari komunitas yang menghargai, menghormati, berbagi kebaikan, dan berkontribusi pada masyarakat,” kata Titus Rosier, General Manager of W Bali – Seminyak and Chairman untuk Virtual Run to Give 2021, Kamis (23/9/2021). Acara ini memiliki biaya pendaftaran sekitar AU$15 (sekitar Rp155,000) dan sebagai bagian dari pendaftaran, peserta akan menerima e-Sertifikat (***)