Bahasa asing saat ini telah menjadi sebuah alat yang penting untuk mendalami ilmu teknologi maupun informasi. Oleh karena itu, mau tidak mau seseorang harus memiliki kemampuan berbahasa asing untuk dapat terjun ke dalam bidang teknologi maupun informasi itu sendiri. Mempelajari bahasa asing merupakan hal yang diwajibkan bagi santri Dayah Madrasah Ruhul Islam Anak Bangsa sebagai usaha untuk mengembangkan kualitas para santrinya. Dengan menguasai bahasa asing, seseorang dapat berkomunikasi lebih jauh, sehingga wawasannya menjadi lebih luas dalam dunia yang kemajuan teknologinya selalu bergerak maju. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Dayah Madrasah Ruhul Islam Anak Bangsa yaitu ”Mewujudkan pemimpin yang berjiwa islami, cendikiawan serta unggul dalam bidang IMTAQ DAN IPTEK”. seperti yang kita lihat pada saat ini penggunaan bahasa asing di Dayah Madrasah Ruhul Islam Anak Bangsa saat ini belum masuk kategori sempurna. Karena belum adanya kesadaran santri terhadap pentingnya memiliki kemampuan berbahasa asing. Padahal Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa sendiri telah menciptakan suatu event yaitu drama bahasa yang yang diadakan sekali dalam setahun. Event tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kesadaran terhadap bahasa asing itu sendiri. Ada berbagai bahasa asing yang diajarkan di Ruhul Islam Anak Bangsa yaitu, bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin, bahasa Jerman, dan bahasa Jepang. Namun, hanya dua bahasa asing yang menjadi bahasa keseharian yakni bahasa Inggris dan bahasa Arab. Mengapa hanya dua bahasa? Karena Dayah Madrasah Ruhul Islam Anak Bangsa memandang bahwa dua bahasa asing ini telah memadai. Dilihat dari satu sisi bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa dunia dan bahasa Arab merupakan bahasa kitab-kitab yang diajarkan di Dayah Madrasah Ruhul Islam Anak Bangsa. Memiliki kemampuan berbahasa asing bagi santri Ruhul Islam Anak Bangsa merupakan hal yang sangat bermanfaat baik itu di dalam dayah maupun di luar dayah. ▪ Manfaat memiliki kemampuan berbahasa asing di dalam dayah di antaranya: 1. Dapat berkomunikasi dengan baik antar sesama santri. 2. Dapat memahami kitab-kitab yang berbahasa Arab. 3. Dapat memahami dengan baik materi yang disampaikan Native Speaker. ▪ Manfaat memiliki kemampuan berbahasa asing di luar dayah: 1. Mudah dalam melanjutkan jenjang perkuliahan di univesitas unggulan. 2. Mudah memahami referensi-referensi terbaru dalam bidang pengetahuan. 3.Memudahkan dalam melanjutkan perkuliahan di luar negeri. ▪ Melatih multitasking. Orang yang bisa multi bahasa, otak mereka akan terbiasa dengan multitasking. Mereka cenderung mampu beradaptasi dengan dua sistem yang berbeda di satu waktu. ▪ Mencegah penyakit yang menyerang otak Belajar bahasa asing dapat meningkatkan kinerja otak. Sehingga, otak akan selalu aktif bekerja. Karenanya, otak akan terjaga kesehatan dan kemampuannya. ▪ Daya ingat meningkat. Sama seperti otot, otak juga membutuhkan olahraga. Olahraga yang paling baik untuk otak adalah belajar hal baru. Dengan belajar bahasa asing, daya ingat otak akan bertambah. ▪ Mudah mendapat pekerjaan. Di era globalisasi seperti sekarang, perusahaan asing mulai menjamur di Indonesia. Agar bisa bersaing, pekerja dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan pekerja dan investor asing. Bahasa asing memang sangat mempengaruhi kehidupan terutama bagi santri Ruhul Islam Anak Bangsa. Kita akui bahwa banyak sekali manfaat bahasa asing bila kita ahli dalam bahasa tersebut. Namun, di sisi lain ternyata ada yang beranggapan bahwa bahasa asing adalah beban. Ada pula yang beranggapan bahwa bahasa asing tidak memiliki manfaat, tidak jarang pula mereka yang tidak mampu berbahasa asing mendapat cemoohan dari mereka yang mahir berbahasa asing. Mengapa ada beberapa santri yang masih kurang peduli dengan bahasa asing? Berikut adalah beberapa faktor kurang pedulinya santri terhadap bahasa asing : 1. Malas belajar bahasa asing 2. Acuh tak acuh dengan bahasa asing 3. Menganggap bahwa mempelajari bahasa asing tidak ada gunanya 4. Rendahnya tingkat kesadaran dalam berbahasa asing Kemampuan berbahasa asing sangatlah mempengaruhi santri Ruhul Islam Anak Bangsa, baik itu saat menjadi santri maupun saat telah menjadi alumni. Namun, penggunaan bahasa asing di Ruhul Islam Anak Bangsa belum mencapai kata sempurna, karena masih ada santri yang rendah akan kesadaran dan semangatnya dalam belajar bahasa asing. Oleh karena itu perlu ditingkatkan bimbingan dan motivasi bagi para santri agar sadar betapa banyaknya manfaat memiliki kemampuan berbahasa asing. Dengan begitu, saat kualitas dan kesadaran para santri telah mencapai kata sempurna maka akan sempurna pula tingkat bahasa asing di Ruhul Islam Anak Bangsa. DAFTAR PUSTAKA Apa sih Native Speaker itu dan apa manfaat kuliah dengan seorang native speake, https://masoemuniversity.ac.id/berita/apa-sih-native-speaker-itu-dan-apa-manfaat -kuliah-dengan-seorang-native-speaker.php (diakses pada tanggal 30 Desember 2020) 5 Manfaat yang didapat jika mempelajari bahasa asing, https://lifestyle.kontan.co.id/news/5-manfaat-yang-didapat-jika-mempelajari-bah asa-asing (diakses pada tanggal 30 Desember 2020) Pentingnya kemampuan bahasa asing di era globalisasi, http://grouptikom.com/pentingnya-kemampuan-bahasa-asing-di-era-globalisasi/ (diakses pada tanggal 22 Desember 2020) Pentingnya kemampuan Bahasa Inggris bagi mahasiswa, https://www.umy.ac.id/pentingnya-kemampuan-bahasa-inggris-bagi-mahasiswa. html (diakses pada tanggal 20 Desember 2020) Suwartono, Tono. 2008. Sukses Belajar Bahasa Asing. Semarang: Mimbar Media Utama.
Ada beberapa jenis sunah nabi yang berkaitan dengan ilmu kesehatan, di antaranya adalah yang berkaitan dengan kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan sosial. pembahasan kali ini hanya akan memperkenalkan bagaimana pola makan yang sehat dengan sunah nabi. Hal ini disebabkkan karena banyak sekali orang yang tidak mengetahui bagaimana cara makan yang baik. Adapun jenisnya yang dapat kita bagi : 1. KESEHATAN FISIK a. Cuci tangan sebelum dan sesudah makan Nabi adalah teladan yang patut kita ikuti karena segala yang dilakukan beliau adalah bernilai positif, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Di antaranya adalah anjuran beliau untuk membasuh tangan sebelum makan. Telah menjadi pemahaman umum jika kulit merupakan pembatas antara kita dan lingkungan luar yang memproteksi tubuh dari berbagai ancaman eksternal (kuman, racun, dan radiasi). Fungsi lain kulit adalah mengatur suhu tubuh, melakukan fungsi eksresi, dan menjadi pancaindra yang menjadi media komunikasi antar sel saraf untuk rasa nyeri, panas, sentuhan serta tekanan. Lebih spesifiknya adalah kulit tangan. Kemampuan motorik dan sensorik dari tangan begitu kompleks karena telapak tangan manusia merupakan bagian tubuh yang paling fleksibel dan memiliki interaksi terbanyak dengan dunia luar. Seperti ketika bersalaman, menggenggam, menyentuh sesuatu, tentu tangan manusia akan kontak langsung dengan benda-benda disekitarnya. Dalam dunia medis, lebih dari 70% penyakit infeksi seperti influenza, (dan yang disebabkan virus, bakteri, jamur, atau cacing) disebabkan oleh kontaminasi lewat kontak dengan tangan. Jadi sudah menjadi anjuran dan perhatian nabi untuk mencuci tangan sebelum makan. Mencuci tangan memakai pembersih akan menurunkan kejadian terjadinya penyakit seperti, diare, infeksi pernapasan, dan flu dapat dicegah dengan mencuci tangan secara benar. b. Duduk lurus ( tidak bersandar atau tiduran) Manfaat larangan nabi untuk duduk tegak dan tidak bersandar secara ilmiah ada beberapa macam, diantaranya karena pada saat duduk dengan posisi tegak saraf pencernaan berada dalam keadaan tenang, dan perlahan sehingga tercipta keseimbangan organ pencernaan. Dalam keadaan duduk tegak tidak akan menyebabkan perut terlipat dan diafragma lebih terdorong ke bawah sehingga tidak akan berbahaya bagi lambung. Rongga dada sebagai wadah membantu pernafasan juga akan lebih lapang. Sebagaimana penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya menyebutkan bahwa makan sambil berbaring bisa menimbulkan makanan yang sudah masuk ke dalam lambung keluar lagi, lambung mengalami penurunan fungsi dalam waktu yang lama terkait dengan kebiasaan ini. c. Menutup makanan dan minuman Anjuran nabi untuk menutup makanan dan minuman sangat bermanfaat untuk kesehatan. Anjuran itu dilakukan karena akan melindungi dari polusi udara dan zat-zat berbahaya yang bisa menempel pada makanan, seperti terlindungi dari tikus atau kucing yang terkandung dalam mulutnya virus berbahaya. d. Bersiwak (sikat gigi) Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan terjadi terganggu maka hal ini sangat dianjurkan nabi, terutama jika setelah makan dimana sisa-sisa makanan akan menempel di gigi yang dapat membentuk zat gula sehingga bisa mengakibatkan sakit gigi karena ada kuman yang hinggap di gigi dan membentuk lubang. Di samping beberapa manfaat tersebut, sebenarnya membersihkan area mulut yang dihuni jutaan mikroorganisme juga dapat mencegah dari infeksi oportunistik bila daya tahan tubuh kita menurun. Area mulut memang sangat rentan untuk masuknya kuman ke dalam anggota pencernaan lainnya, sehingga akan bahaya jika tempat pertama yang dilalui makanan tidak bersih. Di antara penyakit yang bersumber dari tidak bersihnya mulut adalah sakit gigi, radang tenggorokan, dan radang di daerah faring e. Tidak meniup makanan Nabi melarang kita meniup makanan seperti halnya bernafas saat minum. Dalam proses pernapasan udara yang kita hirup adalah oksigen (O2), sedangkan udara yang kita keluarkan adalah karbondioksida (CO2), dan makanan yang kita tiup pasti mengandung air (H2O) dari perpaduan keduanya menjadi H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Jadi, jika makanan ditiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah sehingga akan menyebabkan sesuatu keadaan dimana darah akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian. Maka kalau pun terpaksa harus makan hidangan panas, maka sebaiknya tidak didinginkan dengan cara ditiup, tapi cukup dikipas saja. f. Membagi porsi lambung menjadi tiga bagian, sepertiga untuk udara, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman. Pada masa nabi tidak ada penjelasan tentang tauladan beliau dijelaskan secara medis, namun dengan seiring waktu manusia mulai sadar dan penasaran akan hikmah apa yang tersembunyi dibalik anjuran-anjuran beliau, diantaranya tentang adalah hendaknya manusia mampu membagi lambungnya menjadi tiga bagian, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara. Maksud nabi adalah agar manusia tidak makan secara berlebihan, cukup baginya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Adapun relevensi dibalik anjuran beliau ini dilihat dari sisi kesehatan adalah makan terlalu banyak akan memberatkan kerja lambung, hati, usus besar, dan ginjal, sehingga mengakibatkan penurunan fungsi organ, dan pada akhirnya metabolisme terganggu. Selain daripada itu, makan dalam porsi besar akan membuat pH tubuh menjadi asam dan bila tubuh tidak bisa mengatasi cadangan asam yang terlalu lama, maka akan terjadi penumpukan karbondioksida sehingga kadar oksigen menurun dan akan mengakibatkan sulitnya pernapasan serta sel-sel akan rusak. Yang nantinya akan berdampak pada munculnya penyakit pada alat pencernaan (seperti: kesulitan mencerna, pengasaman, dan radang kantong empedu), pernapasan, peredaran darah (seperti: tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh otak, yang mengakibatkan stroke, pembekuan darah, dan lain sebagainya), jantung, penyakit kelenjar endoktrin, serta terputusnya haid pada wanita. g. Menjilati jari setelah makan Hal yang menjadi contoh dari diri nabi dalam hal tata cara makan diantaranya adalah menjilat jari setelah makan, demikian dapat dikaji dari sisi kesehatan yang menjelaskan bahwa jari-jari yang digunakan untuk makan dapat mengeluarkan enzim amilase yang dapat membantu bagi kelancaran pencernaan. h. Makan menggunakan tangan kanan, dan larangan menggunakan tangan kiri Adapun hikmahnya secara kesehatan dapat disimpulkan bahwa penggunaan tangan kanan saat makan memiliki relevensi dengan penggunaan otak kiri dalam memutuskan sesuatu. Enzim yang ada di jari-jari tangan kanan ternyata bersatu dengan enzim amilase yang terdapat dalam air liur. Sehingga proses pemecahan makanan di dalam mulut lebih cepat. Begitu pula proses penyerapan zat-zat penting dalam tubuh dapat berlangsung dengan baik dengan adanya enzim tersebut. i. Tidak mencela makanan Jika dilihat secara kasat mata, makanan adalah benda mati yang tidak bernyawa. Namun, penelitian telah telah membuktikan bahwa makanan dan minuman terpengaruh oleh ucapan kita, baik yang buruk maupun itu yang baik. Celaan terhadap makanan yang sebagian besar mengandung unsur air akan berpengaruh terhadap struktur kristal air yang terdapat dalam makanan tersebut. Celaan terhadap makanan akan mengurangi keberkahan yang Allah tebarkan dalam makanan tersebut dan sangat mungkin justru akan berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh setelah mengkonsumsinya. 2. KESEHATAN MENTAL a. Membaca doa sebelum makan, dan membaca doa setelah makan Dalam hubungannya antara doa dan kesehatan, para ahli menemukan bahwa doa erat kaitannya dengan spiritualitas seseorang. Hal ini bisa dipahami bahwa syarat seorang hamba memohon dalam keadaan tenang. Ketika dalam keadaan berdoa, maka seluruh jiwa raga dalam keadaan tunduk, tenang. Peredaran darah akan bekerja secara normal tanpa ada tergesa-gesa yang mengakibatkan jantung menompa lebih kencang, sehingga jelas juga bahwa doa, seseorang akan terhindar dari sakit hipertensi (tekanan darah tinggi). b. Menjauhi sikap rakus dan berlebih-lebihan Makan adalah sarana untuk menjaga kesehatan fisik dan syarat menjalankan ibadah. Dalam makan, hendaknya bukan saja kualitas makanan yang diperhatikan. Namun, sikap atau tata caranya juga harus benar. Tata cara makan yang diharapkan di antaranya adalah menghindari dari sikap rakus atau berlebih-lebihan. Adapun anjuran ini sangat erat kaitannya dengan kesehatan secara mental. Sikap berlebih-lebihan merupakan indikasi perbuatan setan. Sedangkan secara terang Allah memerintahkan untuk menjauhkan diri dari perbuatan setan. 3. KESEHATAN SOSIAL a. Mengambil makanan yang terdekat Nabi adalah seseorang yang sangat memperhatikan adab, baik dalam keadaan apapun, tak terkecuali dalam keadaan makan. Satu hal yang dianjurkan beliau adalah makan dari sisi yang paling dekat dengan kita karena meraih makanan yang ada di dekat orang lain dapat mengakibatkan orang lain menjadi terganggu. Adab ini walaupun ini kelihatannya sepele, namun sangat mengandung pesan untuk dapat berbuat sopan didepan orang lain. b. Makan dengan bersama-sama Apa yang dianjurkan nabi tersebut memiliki relevansi dengan kesehatan sosial karena tindakan yang dapat mendatangkan berkah dan menanamkan cinta, kasih sayang sesama manusia, dan khususnya sesama umat islam. Adab makan ini juga dapat diartikan sebagai bentuk realisasi dari perwujudan manusia sebagai mahkluk sosial. Rasulullah saw. telah memeperkenalkan beberapa jenis makanan dan cara bagaimana memberikan cara pola makan yang sehat yang terbukti secara medis dapat memulihkan serta mempertahankan kondisi tubuh dari serangan berbagai penyakit ringan maupun penyakit kronis sekalipun. Kolerasi antara sunah nabi dengan kesehatan dibuktikan melalui studi-studi dan penelitian-penelitian terhadap kedokteran nabi. Pola makan nabi terbukti secara klinis dapat mencegah dan mengobati penyakit-penyakit tertentu. Hal ini karena sunah nabi tidak sekedar mengurangi rasa sakit, menenangkan sel saraf, tetapi memperbaiki organ-organ penting tubuh manusia dengan cara menyuplai nutrisi-nutrisi penting dalam kadar yang cukup tinggi sehingga tubuh dapat memperbaiki kondisinya kembali hingga mencapai taraf prima. Tubuh yang prima pastinya sangat membantu aktivitas sehari-hari. Sunah nabi, sesungguhnya dapat tetap eksis di tengah dinamika kehidupan modern jika dipraktekkan secara intensif di dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA Hashman Ade. 2012. Rahasia Kesehatan Rasulullah :Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad Saw. Jakarta: Noura Books., Halaman 72. Hashman Ade. 2012. Rahasia Kesehatan Rasulullah :Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad Saw. Jakarta: Noura Books., Halaman 76. http://ridwanaz.com/kesehatan/bahaya-meniup-makanan-minuman-panas-sunah-rosul/, diakses pada tanggal 30-12-2020 Basith, Abdul MA. 2006. Pola Makan Rasulullah: Makanan Berkualitas Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah. Jakarta: Alfa.Halaman 51-52. Majid, Abdul,2007 Ensiklopedia Adab Islam Menurut Al-Qur’an Dan as-Sunnah, Pustaka Imam Asy-Syafi’i. Halaman 117.
Di Indonesia terdapat beberapa lembaga pendidikan diantaranya sekolah pesantren dan non-pesantren, yang menjadi pembedanya adalah sekolah berbasis pesantren mengiringi pelajaran IPTEK atau SAINS dengan pelajaran-pelajaran agama juga hafalan Qur’an. Berbeda dengan sekolah non-pesantren yang lebih fokus mempelajari SAINS atau IPTEK dan menjadikan pelajaran agama sebagai pelajaran umum. Jika dilakukan observasi lebih lanjut dari lembaga-lembaga pendidikan tersebut, ternyata efeknya sangat mempengaruhi peserta didik terutama pada akhlak. Tidak heran jika banyak orang tua zaman sekarang yang bingung ingin menyekolahkan anaknya ke pesantren atau non-pesantren, karena setiap sekolah memiliki konsekuensi tersendiri. Seperti pesantren yang mana siswa/santrinya menetap di asrama yang membuatnya jauh dari orang tua, namun jika dilihat dari sisi lain ini akan melahirkan sifat mandiri, akhlak yang baik dan melatih untuk bersikap disiplin pada sang anak. “Dulu, pesantren identik dengan pilihan terakhir siswa yang tidak diterima di sekolah-sekolah negeri maupun perguruan tinggi. Wagub Uu memaparkan bahwa sebelumnya pesantren dijadikan opsi terakhir bagi anak. Namun sejak ditetapkannya HSN sejak 2015 lalu, kata Uu, kini pesantren mulai kebanjiran santri, bahkan menjadi opsi prioritas. Terlintas di pikiran masyarakat umum pondok adalah sebuah penjara suci. Wajar, karena pondok identik dengan pagar tembok yang mengelilinginya. Tujuannya untuk keamanan bersama dan menghindari santri yang melarikan diri. Fasilitas pondok pada umumnya sebuah masjid ataupun mushola untuk tempat beribadah dan tentunya ada ruang untuk belajar. Menurut sejarahnya, munculnya pondok pesantren di Indonesia sejak 300-400 tahun silam, terutama di sekitar daerah Jawa. Jika kita melihat pesantren tempo dulu, pada masa transisi ke Orde Baru pendidikan pesantren lebih terstruktur dan kurikulum menjadi tetap. Di negara kita pada umumnya pondok pesantren terbagi dua jenis yaitu Modern dan Salafi” (Administrator, 2018) Perbedaan keduanya yaitu terletak pada pelajaran yang diberikan, pada pondok modern diberikan pelajaran umum sedangkan pondok salafi khusus pelajaran pondok. Namun pada esensinya sama-sama mengajarkan pendidikan agama. Pesantren bisa dikatakan sebuah lembaga yang unik, karena mampu mempertahankan metode tradisional dan kultur agama di era modern saat ini. Seiring berkembangnya zaman penyebaran pondok pesantren cukup luas di penjuru negeri kita dan juga minat siswa cukup tinggi untuk menuntut ilmu di pesantren. Sebuah pendidikan pondok pesantren bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan, peserta didik untuk menjadi ahli agama atau memiliki keterampilan untuk membangun kehidupan di masyarakat yang islami. Hal tersebut menandakan bahwa peran pesantren begitu besar bagi masyarakat bangsa. Dari sudut pandang lain bisa dikatakan pesantren sebagai sosial kontrol bagi masyarakat, lebih khusus pada kasus persoalan islami. Terkadang ada kalangan masyarakat yang meragukan masa depan para-alumni pesantren. Para santri jangan khawatir dengan pandangan orang seperti itu. Karena kualitas kalian tidak kalah dengan alumni sekolah umum, bahkan kalian mempunyai nilai plus dari segi pelajaran islami. Banyak anak muda sekarang yang sangat minim akhlaknya dikarenakan kurangnya ilmu agama dan beberapa faktor lainnya, dilain sisi mereka yang menetap di asrama (pesantren), akan kesulitan mengakses internet karena fasilitas atau kondisi yang tidak mendukung yang mengakibatkan kurangnya informasi tentang dunia luar. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan mereka yang bebas berkeliaran dan bebas mengakses internet kapan dan dimanapun. Mereka yang pernah dan bersekolah di pesantren cenderung memiliki akhlak yang bagus. Pondok pesantren juga memiliki peran penting bagi generasi bangsa Indonesia, seperti: 1) Pesantren sebagai pembentuk kader umat. 2) Pesantren sebagai pemersatu bangsa. 3) Pesantren sentral pendidikan diri terbaik. 4) Pesantren sebagai aset negara. 5) Pesantren menciptakan kemandirian generasi bangsa. (Liansari, 2019) Non pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan yang lebih memfokuskan santrinya kepada pelajaran-pelajaran umum saja, jadi tidak heran mengapa anak-anak sekolah luar (non-pesantren) itu yang kebanyakan sangat minim akhlaknya, hal tersebut dikarenakan kurangnya pelajaran agama juga kurangnya didikan yang mendidik seperti halnya pesantren. Akhlak memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, tanpa akhlak manusia dalam kehidupannya dapat menuju ke arah martabat yang rendah, baik di hadapan Allah Swt. atau manusia karena tidak mengenal perbedaan perbuatan baik dan perbuatan buruk. (Irawati, 2018). Berbicara masalah pembentukan akhlak sama dengan berbicara tentang tujuan pendidikan, karena banyak sekali dijumpai pendapat para ahli yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah pembentukan akhlak. Salah satu dari tujuan tersebut adalah masalah akhlak, dimana akhlak merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting sekali, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat, akhlak adalah pokok-pokok kehidupan yang esensial, yang diharuskan agama. Sebagai Agama yang sempurna, menjadi satu-satunya Agama yang diridhoi oleh Allah Swt., kesempurnaan Agama Islam ini dalam firman Allah sebagai berikut: َسْلا مكل تیضرو یتمعن مكیلع تممتأو مكنید مكل تلمكأ مویلا مل Artinya: “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Ma’idah: 3) Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah Swt. telah menetapkan agama Islam sebagai agama yang ridhai-Nya. Allah telah menyempurnakan agama ini, sehingga tidak memiliki kekurangan sedikit pun dan sesuai untuk seluruh umat muslim di zaman apapun sampai hari kiamat. Dalam Agama Islam, akhlak menepati kedudukan yang istimewa, hal ini berdasarkan kaidah bahwa Rasulullah SAW. menetapkan penyempurnaan akhlak sebagai misi pokok risalah Islam. Seperti dalam haditsnya yang berbunyi yang Artinya: “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Al Baihaqi dari Abu Hurairah ra.). Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami bahwa untuk mencapai kesempurnaan akhlak (akhlaqul karimah) dibutuhkan pembentukan akhlak. Selain di keluarga dalam diri seorang anak juga diperlukan. Sebab, akhlak merupakan hasil usaha mendidik dan melatih dengan sungguh-sungguh terhadap potensi rohani yang terdapat dalam diri manusia. Jika program pembentukan akhlak itu dirancang dengan baik, maka akan menghasilkan orang-orang yang ber-akhlaqul karimah, disinilah letak peran dan fungsi Pondok Pesantren. Pondok Pesantren berperan penting sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang keberadaannya dituntut untuk dapat meningkatkan partisipasinya dalam mewarnai pola kehidupan di lingkup pesantren. Jika pendidikan dipandang sebagai proses, maka proses tersebut akan berakhir pada pencapaian tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan yang hendak dicapai dengan adanya Pondok Pesantren secara umum adalah adanya perubahan tingkah laku atau perubahan akhlaqul karimah dan tujuan secara khususnya adalah tazkiyatun Nafs (menyucikan hati), pendekatan diri kepada Allah melalui mujahadah. Pada hakikatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi seseorang. Jika kita tinjau lagi anak yang sekolah di pesantren lebih berakhlak mulia dibandingkan dengan anak yang sekolah non pesantren. Dan juga kalian para alumni pesantren jangan takut untuk bersaing dengan alumni sekolah umum lainnya. Karena kualitas kalian tidak kalah dan mereka, tunjukan bahwa kalian mampu berkontribusi untuk bangsa dengan berlandaskan nilai akhlak yang didapatkan dalam pendidikan pesantren. Dapat dikatakan bahwa akhlaqul karimah akan membawa kebahagiaan bagi setiap manusia dan membuat kehidupan lebih tenang dan nyaman. Selaras dengan tujuan pendidikan islam yaitu untuk mewujudkan manusia seutuhnya, sedangkan tujuan pendidikan agama islam adalah membimbing akhlak agar mereka menjadi muslim sejati, beriman teguh, beramal shaleh dan berakhlak mulia serta berguna bagi masyarakat agama dan negara. DAFTAR PUSTAKA Administrator. (2018, Oktober 22). Hari Santri Sukses Ubah Pandangan Masyarakat Terhadap Pesantren. Retrieved from PikiranRakyat.com: https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/pr-01302538/hari-santri-sukses-ubah-pandangan-masyarakat-terhadap-pesantren-431996 Irawati, E. (2018, Maret 12). Peran Pondok Pesantren Dalam Pembentukan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Baitul Kirom Desa Mulyosari Kecamatan Tanjungsari . Institut Agama Islam Negeri Metro, p. 17. Liansari, N. (2019, Maret 25). Pengaruh Pondok Pesantren untuk Generasi Bangsa. Retrieved from Kompasiana: https://www.kompasiana.com/normalian/5c9878ad7a6d88201b42bab2/pengaruh-pondok-pesantren-untuk-generasi-bangsa#