Serang – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 62 Universitas Bina Bangsa melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Desa Pulau Panjang, Kabupaten Serang, pada Selasa, 12 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan diabetes melitus. PTM masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa PTM menyebabkan sekitar 74% kematian di dunia. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah pada penduduk usia ≥18 tahun mencapai 30,8%, sedangkan berdasarkan diagnosis dokter sebesar 8,6%. Sementara itu, prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah pada penduduk usia ≥15 tahun mencapai 11,7%. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Kegiatan KKM Kelompok 62 dilaksanakan dengan dukungan kader kesehatan dan bekerja sama dengan Puskesdes Pulau Panjang. Masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu (GDS), dan pengukuran lingkar perut sebagai salah satu indikator risiko obesitas sentral. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan edukasi kesehatan yang diberikan secara individual sesuai dengan hasil pemeriksaan masing-masing peserta. Sebanyak 27 masyarakat mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 7 peserta (25,9%) memiliki hasil tekanan darah yang mencapai atau melebihi 140/90 mmHg. Pada pemeriksaan GDS, sebanyak 3 peserta (11,1%) memperoleh hasil ≥200 mg/dL yang memerlukan perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, berdasarkan hasil pengukuran lingkar perut, terdapat peserta yang menunjukkan kondisi berisiko obesitas sentral dan kemudian mendapatkan edukasi mengenai pengaturan pola makan, aktivitas fisik, serta pentingnya menjaga berat badan untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular. Temuan digunakan sebagai skrining awal dan dasar pemberian edukasi, terutama bagi peserta yang memperoleh hasil di luar batas yang diharapkan. Peserta yang memiliki riwayat hipertensi atau diabetes juga mendapatkan penguatan mengenai pentingnya pola hidup sehat, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan kontrol kesehatan secara berkala. Berbeda dengan penyuluhan yang diberikan secara umum, edukasi dalam kegiatan ini dilakukan secara individual dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta. Mahasiswa memberikan informasi mengenai konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan, menghindari kebiasaan merokok, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya mengetahui hasil pemeriksaannya, tetapi juga memahami langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kondisi kesehatannya. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga selama pemeriksaan dan diskusi berlangsung. Masyarakat aktif berkonsultasi mengenai tekanan darah, kadar gula darah, pola makan, aktivitas fisik, serta cara mengurangi risiko PTM dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 62 Universitas Bina Bangsa berharap masyarakat Desa Pulau Panjang semakin memahami pentingnya deteksi dini dan terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan.