Beranda Hukum YLKI Angkat Bicara Soal Pemalsuan Madu Baduy, Ini Saran untuk Konsumen

YLKI Angkat Bicara Soal Pemalsuan Madu Baduy, Ini Saran untuk Konsumen

738
0

SERANG – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) angkat bicara terkait pemalsuan madu Baduy yang diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten. Perkara pemalsuan madu menurut pengurus harian YLKI Sudaryatmo bisa melanggar dua dimensi hukum.

Pertama ditilik dari sisi perdata karena merugikan konsumen. “Dari sisi konsumen apa yang di-declare (dinyatakan) dengan isinya itu kan berbeda sudah melanggar hak konsumen. Pelaku usaha dalah hal ini memberikan informasi yang tidak benar. Itu pelanggaran hak konsumen,” kata Sudaryatmo berbincang dengan BantenNews.co.id, Kamis (12/11/2020).

Baca : Soal Pemalsuan Madu Baduy, Ini Pesan Jaro Saija





Kedua menurutnya dari sisi pidana. Dalam perkara pemalsuan madu Baduy tersebut pemalsuan dilakukan dengan motivasi kriminal berupa keuntungan. “Pidana karena pemalsuannya, apalagi punya badan usaha dan diproduksi dalam skala korporasi,” kata dia.

Baca juga : Para Pemalsu Madu Baduy Raup Rp8 Miliar Setahun

Madu palsu menurut Sudaryatmo bukan saja konsumen dirugikan karena tidak mendapatkan manfaat madu bahkan dampak buruk mengkonsumsi madu palsu bisa sangat merugikan konsumen. “Manakala ada pelanggaran, berarti kan ada kerugian, kerugian itu bisa khasiat tidak didapatkan konsumen atau sampai menimbulkan efek negatif (penyakit).”

Dalam konteks madu palsu, ia menuturkan tidak hanya terjadi di Indonesia. Pemalsuan madu juga terjadi di level dunia. Kasus madu palsu yang masuk Amerika pernah membuat otoritas China marah karena menyebutkan bahwa madu itu berasal dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Baca juga : Polda Banten Amankan Tiga Pemalsu Madu

“Pengawas makanan di China kemudian menemukan bahwa madu yang masuk ke Amerika itu kandungan madunya bukan dari China. Ternyata kandungan madu itu tiap negara beda-beda. Nah itu asal negaranya yang dimanipulasi,” kata dia.

Bagi konsumen madu lokal, menurutnya rawan menjadi korban penipuan madu palsu. Sebab masyarakat sulit membedakan madu asli. Belum lagi pedagang madu keliling kerap meyakinkan pembeli dengan membawa sarang madu. “Tidak mudah membedakan itu harus uji laboratorium untuk tahu madu asli.”

Baca : Sindikat Pemalsu Madu Bisa Rusak Citra Masyarakat Kanekes yang Jujur dan Sederhana

Kendati demikian, ia menyarankan untuk mengantisipasi penipuan konsumen dapat membeli madu yang memiliki kemasan. “Membeli madu yang ada labelnya kan jelas, jika ada apa-apa konsumen bisa menuntut ke produsen madu daripada madu keliling yang tidak ada labelnya,” jelasnya. (you/red)