Author: Ika Anggreani

Mengenal Relasi Makna

Relasi makna adalah makna yang ada antara satuan bahasa dengan satuan bahasa lainnya. Relasi makna dapat membedakan antara kesamaan makna, kebalikan makna, kegandaan makna dan makna yang berlebih. a. Sinonim Sinonimi atau yang biasa disebut sinonim adalah kesamaan makna antara satu ujaran dengan ujaran lainnya, Contoh: Dusta dengan bohong. b. Antonim Antonimi atau antonim adalah kebalikan makna antara dua buah satuan ujaran, Contoh: Penjual berantonim dengan pembeli. c. Polisemi Polisemi adalah sebuah kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Contohnya kata daun yang mempunyai makna (1) daun tumbuhan, (2) kepopularitasan, (3) Suatu barang yang tipis dan lebar. Perhatikan makna kata daun berikut ini: • Kemarin ibu membeli daun pisang. • Penyanyi itu sedang naik daun sekarang. • Budi yang membuka daun pintu tersebut. d. Homonimi Homonimi adalah dua buah kata yang sama tetapi maknanya yang berbeda. Seperti Kata genting yang berarti “atap”; dan juga bermakna “darurat”. Contoh: • Pak Ahmad sedang mengganti genting rumahnya bocor. • Keadaan menjadi genting akibat pertengkaran yang terjadi. e. Homograf Homograf adalah suatu ujaran yang memiliki makna dan cara pengucapan berbeda tetapi tulisannya sama. Seperti kata serang yang bermakna nama kota dan datang untuk melawan. Contoh: • Lani pergi ke rumah neneknya di Serang Banten. • Pencuri yang menyerang petugas sudah ditangkap. f. Homofon Homofon adalah dua buah kata yang ditulis berbeda dan juga memiliki makna yang berbeda tetapi cara pengucapannya yang sama. Seperti kata rok (pakaian wanita) dan rock (aliran musik). Contoh: • Hari ini rani memakai rok berwarna biru. • Aku sangat menyukai aliran musik rock. g. Hiponimi Hiponimi adalah suatu ujaran yang maknanya tercakup makna yang lebih spesifik. Seperti kata warna, warna memiliki banyak jenis, contohnya: Merah, Kuning, Hijau, Biru, dll. h. Ketaksaan atau ambiguiti Ambiguiti atau ketaksaan merupakan terjadinya gejala kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda. Kata angkat kaki yang memiliki makna berbeda, contoh: • Dia angkat kaki dari rumah (pergi dari rumah). • Arif sedang angkat kaki di depan tiang bendera (sedang di hukum). i. Redundansi Redundansi adalah berlebih-lebihan dalam penggunaan unsur segmental dalam suatu bentuk ujaran. Contoh: “Dia merupakan satu-satunya murid terpintar di kelas”. Kalimat tersebut tidak akan berbeda maknanya dengan “Dia adalah murid terpintar di kelas”

Kekurangan dan Kelebihan Pembelajaran Secara Daring

Seperti yang kita ketahui pembelajaran yang di lakukan saat pandemi adalah dengan cara daring, daring merupakan singkatan dari ‘Dalam Jaringan’. Cara ini digunakan oleh semua pendidikan sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi. Di dalam pembelajaran daring murid dan guru dituntut untuk paham aplikasi pembelajaran seperti Zoom, Google Meet dan sebagainya. Meski demikian, metode pembelajaran daring pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Mari kita ulas apa saja kekurangan dan kelebihan yang ada pada pembelajaran daring : KEKURANGAN   • Seringnya gangguan pada sinyal/jaringan Proses pembelajaran bisa sangat terganggu jika sinyal tiba-tiba hilang, kita tidak bisa memprediksi gangguan sinyal seperti ini sedangkan pembelajaran pasti akan tetap berlangsung. • Lemahnya pemahaman tentang materi Murid sulit dalam mencerna materi dikarenakan daring dari rumah membuat pembelajaran ini dibatasi oleh jarak yang mengakibatkan guru tidak bisa menjelaskan dan mengawasi murid-muridnya secara langsung. • Kurangnya pengawasan saat pembelajaran Fokus siswa selama proses pembelajaran terganggu oleh kegiatan lain seperti berbalas pesan dengan teman, belajar sambil menonton film dan mendengarkan lagu, atau suara bising dari aktivitas yang dilakukan di rumah. KELEBIHAN   • Dapat melakukan interaksi dari rumah Pembelajaran daring dapat dilakukan dari rumah sehingga untuk murid yang rumahnya jauh tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi tetapi murid hanya perlu membeli paket data saja. • Bisa memahami dan menguasai teknologi informasi Melalui pembelajaran daring, murid akan lebih memahami dan menguasai teknologi informasi yang terus berkembang pesat. • Mudahnya akses dalam belajar Pembelajaran daring dapat di akses dengan mudah menggunakan gadget atau pun laptop sehingga pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dengan waktu yang disepakati asal tetap terhubung dengan internet. Nah, itu dia beberapa kekurangan dan kelebihan pembelajaran dalam daring. Sebenarnya pembelajaran daring adalah alternatif terbaik untuk proses pembelajaran di saat covid-19 seperti ini, Maka alangkah baiknya guru dan siswa dapat mengecilkan kekurangan yang ada sehingga pembelajaran berjalan dengan lancar.