Penulis Euis Nina Saparina Yuliani Tangerang Selatan –Universitas Mercu Buana terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Kerja Sama Dalam Negeri (PKM-KDN) bersama SMA Negeri (SMAN) 12 Tangerang Selatan pada Kamis (6/8/2026). Mengusung tema “Penerapan EcoSign, Green Label, dan Sumur Resapan di SMAN 12 Tangerang Selatan dalam Mendukung Pencapaian Adiwiyata Nasional melalui Penghematan Energi dan Pelestarian Lingkungan,” kegiatan ini menjadi bagian dari UMB Green School Partnership (UGSP), sebuah inisiatif Universitas Mercu Buana untuk memperkuat budaya peduli lingkungan dan mendukung pelaksanaan program Adiwiyata secara berkelanjutan. SMAN 12 Tangerang Selatan sebelumnya telah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus memperkuat berbagai aspek pengelolaan lingkungan sekolah serta meningkatkan kesiapan dalam mengikuti penilaian Adiwiyata Nasional. Dalam mendukung upaya tersebut, dua tim PKM-KDN Universitas Mercu Buana yang diketuai oleh Didi Junaedi, S.T., M.T., dan Iwan Roswandi, S.T., M.T., menghadirkan program yang mengintegrasikan edukasi lingkungan, media kampanye visual EcoSign dan Green Label, serta teknologi konservasi air melalui pembangunan sumur resapan. Kolaborasi antara Program Studi Teknik Industri dan Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana tersebut menghadirkan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan edukasi, perubahan perilaku, dan penerapan teknologi tepat guna. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat budaya sekolah yang hijau, bersih, sehat, hemat energi, serta memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMAN 12 Tangerang Selatan, Rokhmat Hidayat, S.E., S.Pd., M.M., M.Pd. Dalam sambutannya, Rokhmat Hidayat menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang dibangun bersama Universitas Mercu Buana. Menurutnya, kegiatan tersebut relevan dengan upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Mercu Buana atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada sekolah kami. Program ini menjadi motivasi sekaligus langkah nyata dalam memperkuat budaya peduli lingkungan sehingga berbagai program lingkungan di SMAN 12 Tangerang Selatan dapat terus berkembang,” ujar Rokhmat Hidayat. Sebagai simbol penguatan kemitraan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Universitas Mercu Buana kepada pihak sekolah serta penandatanganan berita acara penyerahan aset PKM-KDN. Aset yang diserahkan meliputi EcoSign dan Green Label dalam bentuk stiker dan banner edukasi, serta material pembangunan sumur resapan berupa modular tank, pipa biopori, buis beton resapan, dan material pendukung lainnya. Sarana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi sekaligus fasilitas pendukung konservasi air dan pengelolaan lingkungan sekolah. Mewakili tim PKM Universitas Mercu Buana, Dr. Ir. Euis Nina Saparina Yuliani, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata melalui pendekatan edukasi dan penerapan teknologi yang dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga sekolah. EcoSign dan Green Label berfungsi sebagai media edukasi visual untuk mengingatkan warga sekolah agar lebih disiplin menerapkan perilaku ramah lingkungan, sementara pembangunan sumur resapan menjadi salah satu upaya nyata dalam konservasi air. “Kami berharap program ini tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari penguatan budaya sekolah yang semakin peduli terhadap lingkungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan langkah strategis untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat pelaksanaan program Adiwiyata di sekolah,” ujar Euis Nina Saparina Yuliani. Program ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 Perguruan Tinggi melalui keterlibatan mahasiswa secara langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, tetapi juga berperan sebagai pemateri dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekolah. Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan kompetensi akademik sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Ariz Jaya Saputra, menyampaikan materi mengenai penerapan EcoSign dan Green Label dengan moderator Dr. Ir. Euis Nina Saparina Yuliani, S.T., M.T. Dalam paparannya dijelaskan bahwa EcoSign dan Green Label merupakan media komunikasi visual yang dirancang untuk membangun kebiasaan positif warga sekolah. Pesan yang disampaikan antara lain mengenai penghematan penggunaan listrik dan air, menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan penggunaan tumbler sebagai bagian dari budaya hidup ramah lingkungan. Selanjutnya, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Muhammad Ryfqy Az Zahra, menyampaikan materi mengenai penerapan teknologi sumur resapan dengan moderator Dr. Suprapti, S.T., M.T. Peserta diperkenalkan pada fungsi sumur resapan sebagai salah satu teknologi konservasi air yang dapat meningkatkan infiltrasi air hujan ke dalam tanah, membantu menjaga cadangan air tanah, mengurangi limpasan permukaan, serta meminimalkan potensi genangan. Dalam sesi tersebut juga dijelaskan fungsi modular tank, pipa biopori, dan buis beton sebagai bagian dari sistem konservasi air yang akan diterapkan di lingkungan sekolah. Keterlibatan mahasiswa sebagai pemateri menjadi salah satu bagian penting dari kegiatan. Selain memperkuat implementasi IKU 2, kehadiran mahasiswa memberikan suasana edukasi yang lebih dekat dengan siswa karena materi disampaikan oleh generasi muda kepada generasi muda. Hal tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dalam konteks permasalahan nyata di masyarakat. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Siswa maupun guru aktif mengajukan pertanyaan mengenai penerapan EcoSign dan Green Label, penghematan energi, konservasi air, hingga aspek teknis pembangunan dan pemeliharaan sumur resapan. Untuk meningkatkan partisipasi peserta, panitia memberikan apresiasi berupa hadiah menarik kepada tiga siswa dan satu guru yang menyampaikan pertanyaan pada masing-masing sesi materi. Melalui kegiatan ini, Universitas Mercu Buana berharap berbagai inovasi yang diperkenalkan dapat memperkuat implementasi program Adiwiyata di SMAN 12 Tangerang Selatan, khususnya dalam aspek pembentukan perilaku peduli lingkungan, efisiensi penggunaan energi dan air, peningkatan partisipasi warga sekolah, serta pengelolaan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan. EcoSign, Green Label, dan sumur resapan diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi juga menjadi bagian dari praktik baik (best practice) yang dapat dikembangkan dan direplikasi di lingkungan pendidikan lainnya. Program UMB Green School Partnership (UGSP) menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra sekolah, Universitas Mercu Buana terus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dengan semangat “Empowering Schools for a Sustainable Future”, UMB Green School Partnership diharapkan dapat terus berkembang sebagai wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk memperkuat budaya lingkungan, inovasi, serta pendidikan berkelanjutan.
UMB–UKM Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Mendorong Daya Saing Industri Herbal Berkelanjutan Penulis: Euis Nina Saparina Yuliani Tangerang Selatan – Universitas Mercu Buana (UMB) kembali memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan secara kolaboratif melalui Skema Kerja Sama Luar Negeri (KLN) bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) serta Skema Kerja Sama Dalam Negeri (KDN) dengan CV Green Zone Herbal. CV Green Zone Herbal merupakan perusahaan obat tradisional yang berlokasi di Kampung Gaok, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Perusahaan yang dipimpin oleh Ir. Khalid ini memproduksi berbagai produk kesehatan berbahan baku herbal, seperti kapsul, cairan obat dalam, cairan obat luar, teh herbal, dan produk herbal lainnya dengan menerapkan standar mutu Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Selain berfokus pada pengembangan industri herbal, CV Green Zone Herbal juga aktif mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat. Komitmen tersebut menjadikan perusahaan tidak hanya berperan sebagai produsen herbal, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong inovasi serta keberlanjutan industri. Kegiatan yang mengusung tema “Empowering SMEs through Lean Manufacturing, Occupational Health and Safety (OHS), and Environmental Sustainability” ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya pada industri herbal, melalui penerapan teknologi tepat guna, Lean Manufacturing, peningkatan efisensi produksi melalui penerapan Metode 5S dan digitalisasi berbasis open source, Ergonomi dan K3, serta pemanfaatan air tanah untuk keberlanjutan lingkungan. Program diawali dengan kegiatan survei lapangan pada 1 April 2026 untuk mengidentifikasi kondisi aktual perusahaan dan kebutuhan mitra. Selanjutnya, pelatihan utama dilaksanakan pada Jumat, 3 April 2026, secara hybrid, sehingga mampu menjangkau peserta secara lebih luas. Peserta luring berasal dari pekerja CV Green Zone Herbal, sedangkan peserta daring merupakan pekerja dari berbagai industri yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri dan mahasiswa Magister Teknik Indusri, Universitas Mercu Buana. Melalui model hybrid ini, transfer pengetahuan dapat menjangkau lebih banyak praktisi industri tanpa mengurangi interaksi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan dibuka dengan Pemateri utama (keynote speaker) yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mohd Nizam Ab Rahman dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Dalam paparannya mengenai Quality Control for Sustainability, beliau menekankan bahwa keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh efisiensi proses produksi, budaya keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta kemampuan organisasi dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Sebagai implementasi kolaborasi internasional tersebut, enam kelompok PKM mempresentasikan program pengabdian yang saling melengkapi dalam mendukung transformasi industri herbal menuju industri yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Kelompok pertama yang diketuai oleh Dr. Hasbullah, mengangkat tema “Monitoring Persediaan Barang Non Produksi melalui Pencatatan Barang Masuk dan Keluar dengan Teknologi Digital Berbasis Open Source”, yang berfokus pada peningkatan akurasi pencatatan inventori melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis open source. Kelompok kedua yang diketuai oleh Dr. M. Kholil, menyampaikan program pengabdian yang mendukung peningkatan efektivitas sistem produksi dan penguatan daya saing industri melalui pendekatan lean manufacturing. Kelompok ketiga di bawah kepemimpinan Dr. Hernadewita, mempresentasikan kegiatan “5S Training to Enhance Operational Management and Production Efficiency in a Medium-Sized Enterprise”, yang bertujuan memperkuat implementasi budaya 5S sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus produktivitas perusahaan. Kelompok keempat yang diketuai oleh Dr. Suprapti mengusung program “Training and Design of Rainwater Harvesting Systems to Support Sustainable Water Management in the Herbal Industry” sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sumber daya air melalui penerapan sistem pemanenan air hujan yang ramah lingkungan. Kelompok kelima yang dipimpin oleh Dr. Euis Nina Saparina Yuliani mempresentasikan kegiatan “Integrating Ergonomic Risk Assessment into Occupational Health and Safety: A Structured IPTEKS Approach at CV Green Zone Herbal”. Program ini menitikberatkan pada identifikasi risiko ergonomi, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, serta penyusunan rekomendasi perbaikan berbasis pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) agar tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. Sementara itu, kelompok keenam yang diketuai Dr. Lien Herliani Kusumah, menyampaikan program “Pelatihan Penyusunan dan Implementasi SOP Produksi Herbal Berbasis Flowchart untuk Meningkatkan Konsistensi Kualitas Produk di Green Zone Herbal”, yang berfokus pada penyusunan standar operasional prosedur berbasis flowchart guna meningkatkan konsistensi proses produksi dan kualitas produk herbal. Seluruh sesi pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama diskusi dan sesi tanya jawab. Berbagai pengalaman praktis dari dunia industri turut memperkaya pembahasan sehingga terjadi pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi industri, dan peserta dari berbagai perusahaan. Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengisi kuesioner evaluasi untuk menilai kualitas penyelenggaraan pelatihan sekaligus memberikan berbagai masukan bagi tim pelaksana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman mengenai lean manufacturing, keselamatan dan kesehatan kerja, ergonomi, digitalisasi proses, maupun aspek keberlanjutan lingkungan. Bagi CV Green Zone Herbal, kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi perbaikan yang dapat diimplementasikan secara bertahap untuk meningkatkan efektivitas operasional perusahaan. Sementara itu, bagi peserta dari berbagai industri, pelatihan menjadi sarana untuk memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing. Sebagai bentuk keberlanjutan program, kerja sama antara Universitas Mercu Buana, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan CV Green Zone Herbal tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Tahap selanjutnya akan dilakukan melalui program pendampingan (mentoring) dalam penerapan rekomendasi hasil PKM, penguatan implementasi ergonomi dan keselamatan kerja, penyusunan sistem manajemen yang lebih baik, serta pendampingan menuju berbagai sertifikasi industri yang relevan guna meningkatkan daya saing perusahaan. Kolaborasi internasional dan nasional ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri mampu menghasilkan solusi yang aplikatif dalam mendukung transformasi UKM menuju industri yang lebih produktif, berdaya saing, berorientasi pada keselamatan kerja, serta berkelanjutan sesuai dengan tuntutan pembangunan industri masa depan.