Penulis: Euis Nina Saparina Yuliani
Tangerang Selatan – Universitas Mercu Buana (UMB) kembali memperkuat komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penyelenggaraan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan secara kolaboratif melalui Skema Kerja Sama Luar Negeri (KLN) bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) serta Skema Kerja Sama Dalam Negeri (KDN) dengan CV Green Zone Herbal.
Kegiatan yang mengusung tema “Empowering SMEs through Lean Manufacturing, Occupational Health and Safety (OHS), and Environmental Sustainability” ini bertujuan meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah (UKM), khususnya pada industri herbal, melalui penerapan teknologi tepat guna, Lean Manufacturing, peningkatan efisensi produksi melalui penerapan Metode 5S dan digitalisasi berbasis open source, Ergonomi dan K3, serta pemanfaatan air tanah untuk keberlanjutan lingkungan.
Program diawali dengan kegiatan survei lapangan pada 1 April 2026 untuk mengidentifikasi kondisi aktual perusahaan dan kebutuhan mitra. Selanjutnya, pelatihan utama dilaksanakan pada Jumat, 3 April 2026, secara hybrid, sehingga mampu menjangkau peserta secara lebih luas. Peserta luring berasal dari pekerja CV Green Zone Herbal, sedangkan peserta daring merupakan pekerja dari berbagai industri yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri dan mahasiswa Magister Teknik Indusri, Universitas Mercu Buana. Melalui model hybrid ini, transfer pengetahuan dapat menjangkau lebih banyak praktisi industri tanpa mengurangi interaksi selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan dibuka dengan Pemateri utama (keynote speaker) yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mohd Nizam Ab Rahman dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Dalam paparannya mengenai Quality Control for Sustainability, beliau menekankan bahwa keberlanjutan industri tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh efisiensi proses produksi, budaya keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta kemampuan organisasi dalam melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).
Sebagai implementasi kolaborasi internasional tersebut, enam kelompok PKM mempresentasikan program pengabdian yang saling melengkapi dalam mendukung transformasi industri herbal menuju industri yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Kelompok pertama yang diketuai oleh Dr. Hasbullah, mengangkat tema “Monitoring Persediaan Barang Non Produksi melalui Pencatatan Barang Masuk dan Keluar dengan Teknologi Digital Berbasis Open Source”, yang berfokus pada peningkatan akurasi pencatatan inventori melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis open source. Kelompok kedua yang diketuai oleh Dr. M. Kholil, menyampaikan program pengabdian yang mendukung peningkatan efektivitas sistem produksi dan penguatan daya saing industri melalui pendekatan lean manufacturing. Kelompok ketiga di bawah kepemimpinan Dr. Hernadewita, mempresentasikan kegiatan “5S Training to Enhance Operational Management and Production Efficiency in a Medium-Sized Enterprise”, yang bertujuan memperkuat implementasi budaya 5S sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus produktivitas perusahaan. Kelompok keempat yang diketuai oleh Dr. Suprapti mengusung program “Training and Design of Rainwater Harvesting Systems to Support Sustainable Water Management in the Herbal Industry” sebagai upaya meningkatkan pengelolaan sumber daya air melalui penerapan sistem pemanenan air hujan yang ramah lingkungan. Kelompok kelima yang dipimpin oleh Dr. Euis Nina Saparina Yuliani mempresentasikan kegiatan “Integrating Ergonomic Risk Assessment into Occupational Health and Safety: A Structured IPTEKS Approach at CV Green Zone Herbal”. Program ini menitikberatkan pada identifikasi risiko ergonomi, peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, serta penyusunan rekomendasi perbaikan berbasis pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS) agar tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. Sementara itu, kelompok keenam yang diketuai Dr. Lien Herliani Kusumah, menyampaikan program “Pelatihan Penyusunan dan Implementasi SOP Produksi Herbal Berbasis Flowchart untuk Meningkatkan Konsistensi Kualitas Produk di Green Zone Herbal”, yang berfokus pada penyusunan standar operasional prosedur berbasis flowchart guna meningkatkan konsistensi proses produksi dan kualitas produk herbal.
Seluruh sesi pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama diskusi dan sesi tanya jawab. Berbagai pengalaman praktis dari dunia industri turut memperkaya pembahasan sehingga terjadi pertukaran pengetahuan antara akademisi, praktisi industri, dan peserta dari berbagai perusahaan. Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengisi kuesioner evaluasi untuk menilai kualitas penyelenggaraan pelatihan sekaligus memberikan berbagai masukan bagi tim pelaksana. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program memberikan manfaat nyata bagi peserta, baik dalam meningkatkan pemahaman mengenai lean manufacturing, keselamatan dan kesehatan kerja, ergonomi, digitalisasi proses, maupun aspek keberlanjutan lingkungan.
Bagi CV Green Zone Herbal, kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi perbaikan yang dapat diimplementasikan secara bertahap untuk meningkatkan efektivitas operasional perusahaan. Sementara itu, bagi peserta dari berbagai industri, pelatihan menjadi sarana untuk memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan di tempat kerja masing-masing. Sebagai bentuk keberlanjutan program, kerja sama antara Universitas Mercu Buana, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan CV Green Zone Herbal tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Tahap selanjutnya akan dilakukan melalui program pendampingan (mentoring) dalam penerapan rekomendasi hasil PKM, penguatan implementasi ergonomi dan keselamatan kerja, penyusunan sistem manajemen yang lebih baik, serta pendampingan menuju berbagai sertifikasi industri yang relevan guna meningkatkan daya saing perusahaan. Kolaborasi internasional dan nasional ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri mampu menghasilkan solusi yang aplikatif dalam mendukung transformasi UKM menuju industri yang lebih produktif, berdaya saing, berorientasi pada keselamatan kerja, serta berkelanjutan sesuai dengan tuntutan pembangunan industri masa depan.