Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada kalangan remaja. Kemudahan mengakses internet, media sosial, marketplace, dan berbagai layanan pembayaran digital membuat proses transaksi menjadi semakin cepat dan praktis. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga mendorong meningkatnya perilaku konsumtif karena remaja lebih mudah terpengaruh oleh tren, promosi, maupun potongan harga yang banyak ditawarkan di platform digital. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMKN 2 Kota Tangerang Selatan, masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola uang saku, menentukan prioritas kebutuhan, serta menyusun perencanaan keuangan sederhana. Tidak sedikit siswa yang melakukan pembelian secara impulsif hanya karena mengikuti tren atau tertarik pada promo yang muncul di media sosial. Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami konsep dasar pengelolaan keuangan sehingga mampu mengambil keputusan finansial secara tepat. Seseorang yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu mengendalikan pengeluaran, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta memiliki kebiasaan menabung. Sebaliknya, rendahnya literasi keuangan dapat meningkatkan risiko perilaku konsumtif, terutama pada remaja yang masih berada pada tahap pembentukan karakter. Melihat kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Penguatan Mindset Finansial dan Pengendalian Perilaku Konsumtif Remaja di Era Digital”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat agar mereka mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijaksana. # Metode Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SMKN 2 Kota Tangerang Selatan dengan sasaran peserta didik sebagai mitra kegiatan. Pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal, koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi, pelaksanaan penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi pengelolaan keuangan sederhana, dan evaluasi kegiatan. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar literasi keuangan, cara mengatur uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun skala prioritas, serta pentingnya membangun kebiasaan menabung sejak usia dini. Penyampaian materi dilakukan menggunakan media presentasi yang dipadukan dengan contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta sehingga lebih mudah dipahami. Evaluasi dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung, kemampuan menjawab pertanyaan, serta keterlibatan mereka dalam sesi diskusi dan penyelesaian studi kasus sederhana mengenai pengelolaan keuangan. # Hasil dan Pembahasan Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari peserta. Selama penyampaian materi, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengajukan pertanyaan mengenai cara mengatur uang saku, strategi menabung, penggunaan dompet digital, hingga cara menghindari pembelian impulsif. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta telah terbiasa menggunakan media sosial, marketplace, dan layanan pembayaran digital. Namun, banyak di antara mereka yang belum memahami pentingnya menyusun prioritas kebutuhan sebelum melakukan pembelian. Kondisi tersebut menjadi dasar penyampaian materi mengenai mindset finansial dan pengendalian perilaku konsumtif. Melalui penyuluhan, peserta mulai memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijaksana, membedakan kebutuhan dengan keinginan, serta menyusun anggaran sederhana. Selain itu, simulasi penyusunan skala prioritas membantu peserta memahami bagaimana mengambil keputusan finansial secara lebih rasional. Diskusi interaktif juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman pribadi terkait kebiasaan belanja, penggunaan uang saku, hingga tantangan dalam menabung. Kegiatan ini mendorong peserta untuk lebih kritis dalam menghadapi berbagai bentuk promosi dan tren konsumsi di era digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi keuangan dan pengelolaan keuangan pribadi. Walaupun belum menggunakan pengukuran kuantitatif melalui pre-test dan post-test, peningkatan tersebut terlihat dari partisipasi aktif peserta, kemampuan menjawab studi kasus, serta perubahan cara berpikir dalam menentukan prioritas pengeluaran. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian yang menyatakan bahwa literasi keuangan berperan penting dalam membentuk perilaku konsumsi yang rasional. Semakin baik pemahaman seseorang mengenai pengelolaan keuangan, maka semakin kecil kecenderungannya melakukan pembelian impulsif maupun perilaku konsumtif yang berlebihan. # Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMKN 2 Kota Tangerang Selatan berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya literasi keuangan, penguatan mindset finansial, serta pengendalian perilaku konsumtif di era digital. Melalui penyampaian materi, diskusi, dan simulasi sederhana, peserta memperoleh pengetahuan mengenai cara mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik. Edukasi literasi keuangan sejak usia sekolah merupakan langkah yang efektif dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat. Oleh karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, perguruan tinggi, serta orang tua agar budaya literasi keuangan semakin berkembang dan mampu membentuk generasi muda yang lebih bijak dalam mengelola keuangan.