Beranda Peristiwa Warga Sesalkan Kualitas Proyek Betonisasi Jalan Kampung Wates Pandeglang

Warga Sesalkan Kualitas Proyek Betonisasi Jalan Kampung Wates Pandeglang

226
0
Warga Kelurahan Babakan Kalang Anyar, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang menyayangkan kualitas betonisasi pembangunan jalan di Kampung Wates- Carang Pulang. (Fotografer: Memed/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Warga Kelurahan Babakan Kalang Anyar, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang menyayangkan kualitas betonisasi pembangunan jalan di Kampung Wates- Carang Pulang. Pasalnya jalan yang baru selesai di kerjakan sudah mengalami retak di beberapa bagian.

Proyek tersebut merupakan proyek di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang yang dikerjakan oleh CV Ahdiay Mandiri Sukses yang beralamat Kampung Padahayu, Desa Babakan Lor, Kecamatan Cikedal dengan panjang pekerjaan 300 meter dengan nilai HPS Rp368.979.000.

Ketua LPM Babakan Kalang Anyar, Hasan menyampaikan, terima kasih kepada Pemkab Pandeglang telah membangun jalan di wilayahnya. Namun disisi lain Hasan mengaku, banyak mendapatkan aduan dari warga karena dugaan kualitas betonisasi yang kurang baik. Ia mendesak kepada pihak pelaksana segera memperbaiki beton yang sudah alami ke retakan.

“Sebetulnya saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang adanya pembangunan jalan ini,  karena dari tahun ke tahun kita menanti pembangunan jalan. Namun kami kecewa dengan hasil pembangunan seperti ini. Kami minta diperbaiki lagi,” katanya, Senin (23/7/2018).

Tak hanya kualitas yang menjadi warga setempat, penyempitan badan jalan juga dikeluhkan warga. Menurutnya, jalan tersebut makin menyempit setelah di beton yang sebelumnya di hot mix. Kini, Jalan akses pada kendaraan itu sulit dilalui jika dua kendaraan roda empat beradu arah.

“Kita menyayangkan setelah di bangun ko badan jalan makin mengecil, kalau ada mobil adu arah pasti harus mundur dan itu jaraknya jauh. Padahal ini akses utama masyarakat dan dijadikan lalulintas perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk diminta keterangan termasuk pihak pelaksana. (Med/Red)