Beranda Kampus Untirta Jadi Tuan Rumah Grand Final Lomba Kreativitas Pengelolaan Limbah Forum BKS-PTN...

Untirta Jadi Tuan Rumah Grand Final Lomba Kreativitas Pengelolaan Limbah Forum BKS-PTN Wilayah Barat 2026

SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menjadi tuan rumah Grand Final Lomba Kreativitas Pengelolaan Limbah Forum BKS-PTN Wilayah Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Multimedia Convention Hall Gedung Rektorat Kampus Sindangsari, Senin (20/7/2026).

Ajang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi pengelolaan limbah yang aplikatif, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat sebagai implementasi semangat Kampus Berdampak.

Grand Final dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Rusmana yang hadir mewakili Rektor Untirta. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat sekaligus Ketua LPPM UPN “Veteran” Jakarta, Sri Lestari Wahyuningroem, Kepala LPPM Untirta Prof. Dr. Meutia, Sekretaris LPPM Untirta, para Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) dan Kepala Pusat Pengelola (Kapusla) LPPM Untirta, dewan juri dari unsur akademisi dan pemerintah, serta 10 kelompok finalis dari tujuh perguruan tinggi anggota Forum BKS-PTN Wilayah Barat.

Dalam laporannya, Sirajuddin, selaku Kepala Pusat Penelitian Keselamatan, Kesehatan, dan Kebencanaan LPPM Untirta sekaligus Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kompetisi ini mendapat antusiasme tinggi sejak dibuka pada 8 Juni 2026. Sebanyak 74 kelompok dari tujuh perguruan tinggi anggota Forum BKS-PTN Wilayah Barat mendaftarkan diri mengikuti kompetisi. Perguruan tinggi tersebut meliputi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Samudera, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Andalas, Universitas Bengkulu, UPN “Veteran” Jakarta, dan Universitas Esa Unggul.

Setelah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian substansi, terpilih 10 kelompok terbaik yang berhak melaju ke babak Grand Final untuk mempresentasikan inovasi terbaiknya di hadapan dewan juri.

“Lomba ini merupakan implementasi semangat Kampus Berdampak, di mana perguruan tinggi didorong menghadirkan solusi atas berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat melalui penelitian, inovasi, dan pengabdian. Kami berharap dari kompetisi ini lahir inovasi-inovasi yang mampu mendukung pengelolaan sampah nasional, memperkuat ekonomi sirkular, membuka peluang usaha hijau, serta menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Sirajuddin.

Baca Juga :  Untirta Hormati Proses Hukum Mahasiswanya yang Jadi Tersangka Pembakaran Pos Polisi

Ia berharap kompetisi ini dapat menjadi agenda berkelanjutan Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat sekaligus menjadi ruang kolaborasi dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan lingkungan.

Kepala LPPM Untirta, Prof. Meutia, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antaranggota Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat dalam memperkuat ekosistem penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat telah menjadi keluarga besar yang saling mendukung. Melalui forum ini, berbagai kerja sama penelitian, pengabdian, hingga pertukaran informasi dapat berjalan lebih cepat. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan inovasi mahasiswa yang tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi benar-benar dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan limbah di masyarakat,” ujar Meutia.

Sementara itu, Ketua Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat sekaligus Ketua LPPM UPN “Veteran” Jakarta, Sri Lestari Wahyuningroem, memberikan apresiasi kepada Untirta yang telah menginisiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada LPPM Untirta yang telah menjadi tuan rumah sekaligus penggagas kegiatan ini. Kolaborasi seperti inilah yang terus kami dorong agar perguruan tinggi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat yang beranggotakan 39 perguruan tinggi negeri terus memperkuat sinergi dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.

Dalam sambutan dan arahannya, Rusmana, menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tantangan yang membutuhkan solusi inovatif dari dunia akademik.

“Persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya melalui penyuluhan. Kita membutuhkan inovasi yang mampu menjadi jalan keluar bagi masyarakat. Melalui kreativitas mahasiswa, saya yakin akan lahir solusi yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan mendukung keberlanjutan pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  Untirta Sabet 7 Penghargaan pada Anugerah Diktiristek 2023

Ia menambahkan bahwa Untirta terus berkomitmen mengembangkan konsep Healthy, Integrated, Smart and Green University melalui berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk dalam bidang pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.

Penilaian Grand Final dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas Prof. Rahmayetty, Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik Untirta, Sri Lestari Wahyuningroem, Ketua Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat sekaligus Ketua LPPM UPN “Veteran” Jakarta, serta Ruli Riatno, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kebaruan inovasi, kebermanfaatan, potensi implementasi, keberlanjutan, serta kualitas presentasi peserta.

Daftar Pemenang

Setelah melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan para pemenang Grand Final Lomba Kreativitas Pengelolaan Limbah Forum BKS-PTN Wilayah Barat Tahun 2026 sebagai berikut:

Juara I

Tim 2 – Universitas Maritim Raja Ali Haji

Inovasi: Bioplastik Berkelanjutan Berbasis Limbah Kulit Mangrove

Juara II

Tim 3 – Keripik Tempe – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

Inovasi: TABU (Pemanfaatan Kandungan Lignoselulosa dalam Ampas Tebu (Saccharum officinarum) dengan Proses Fermentasi Menggunakan Bakteri Zymomonas mobilis untuk Pembuatan Bioetanol 97%)

Juara III

Tim 5 Eco Ink Smart – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

Inovasi: Tinta Organik Berbasis Limbah Kulit Bawang Merah dengan QR-Interactive Learning sebagai Solusi Ekonomi Sirkular

Best Poster dan Video

Tim 4 Nautalis Terra – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

Inovasi: Scale Sentinel Blue: Smart Biofilter Berbasis Limbah Sisik Ikan untuk Penangkapan Mikroplastik dan Sistem Peringatan Dini Pencemaran pada Infrastruktur Biru Pesisir

Best Innovation

Tim 1 Thalassara Tirtayasa – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)

Inovasi: BioSAPU-Caps: Biofertilizer Slow-Release dalam Kapsul Biodegradable Berbasis Gelatin Ikan Sapu-Sapu (Pterygoplichthys sp.) melalui Teknologi Detoksifikasi Logam Berat untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan

Baca Juga :  Kulik Eksistensi Jurnalisme di Era Digital, UKM Jurnalistik Untirta Gelar Seminar Nasional

Sebagai tuan rumah, Untirta berhasil meraih empat penghargaan, yakni Juara II, Juara III, Best Innovation, dan Best Poster & Video. Raihan tersebut menjadi bukti komitmen Untirta dalam membangun budaya riset dan inovasi yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan. Melalui kompetisi ini, Untirta bersama Forum LPPM BKS-PTN Wilayah Barat terus memperkuat sinergi antarpenguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan. ***