Beranda Kampus Untirta dan Pertamina Foundation Dorong Ekonomi Hijau Kota Serang

Untirta dan Pertamina Foundation Dorong Ekonomi Hijau Kota Serang

Peluncuran Pasar Energi Berdikari (PEB) pada Senin (10/8/2026).

SERANG – Pasar Kepandean tak lagi remang-remang. Momentum Hari Ulang Tahun ke-19 Kota Serang menjadi saksi dimulainya era baru bagi pasar tradisional ini lewat peluncuran Pasar Energi Berdikari (PEB) pada Senin (10/8/2026).

Melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4 kWp hasil kolaborasi Pertamina Foundation, Untirta, Universitas Pertamina, dan Pemkot Serang, kawasan pedagang ini kini tidak hanya bertransformasi menjadi lebih terang dan ramah lingkungan, tetapi juga didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang mandiri.

Peresmian Pasar Energi Berdikari Kepandean bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-19 Kota Serang. Kegiatan tersebut dihadiri Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari, Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) Wahyu Nurjamil, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Serang Yudi Suryadi, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Alfirano, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerja Sama Universitas Pertamina Djoko Triyono, mahasiswa penerima beasiswa Pertamina Foundation, serta para pedagang Pasar Kepandean.

Program Pasar Energi Berdikari dirancang sebagai model pemberdayaan pasar tradisional berbasis energi terbarukan. Pemanfaatan energi surya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan energi, membantu menekan biaya operasional pedagang, sekaligus membangun ekosistem pasar yang lebih ramah lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Asngari menjelaskan, salah satu bentuk intervensi utama dalam program tersebut adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4 kWp untuk mendukung kebutuhan penerangan Pasar Kepandean.

Menurut Agus, pemanfaatan energi surya tidak hanya menghadirkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang melalui efisiensi biaya listrik.

Baca Juga :  Pemkot Serang Komitmen Terus Majukan Dunia Pendidikan

“Kalau tadinya pasar remang-remang, besok lagi ini akan lebih terang,” ujar Agus, menggambarkan perubahan kondisi Pasar Kepandean setelah adanya dukungan energi surya.

Ia menegaskan bahwa Pasar Energi Berdikari tidak dirancang hanya sebagai proyek pemasangan teknologi, melainkan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Karena itu, Pertamina Foundation juga memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas pedagang melalui literasi finansial dan pelatihan kewirausahaan.

Sebelum peresmian, sekitar 80 pedagang Pasar Kepandean telah mengikuti workshop literasi finansial. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pedagang mengenai pentingnya pencatatan dan pengelolaan keuangan dalam menjalankan usaha.

Rektor Untirta Fatah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pertamina dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat di Kota Serang. Ia mengatakan, Untirta telah menerima dukungan Pertamina untuk program Desa Energi Berdikari selama hampir tiga tahun berturut-turut, termasuk melalui dukungan beasiswa bagi mahasiswa.

Menurut Fatah, hadirnya Pasar Energi Berdikari merupakan pengembangan baru dari kolaborasi tersebut.

“Atas nama pimpinan Untirta dan masyarakat Kota Serang, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui Pertamina yang telah hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai kolaborasi antara Pertamina, Pemerintah Kota Serang, Untirta, dan Universitas Pertamina perlu terus dipelihara agar mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan masyarakat.

Tidak hanya dalam aspek energi, Untirta juga memberikan kontribusi melalui penyediaan WiFi gratis di kawasan Pasar Kepandean. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan para pedagang untuk mempromosikan produk mereka melalui platform digital.

Fatah mendorong para pedagang untuk memanfaatkan fasilitas tersebut secara produktif agar produk-produk lokal dapat memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas.

“Supaya mendunia dari Kota Serang,” ujarnya.

Keterlibatan Untirta juga diarahkan pada aspek keberlanjutan program, termasuk dukungan akademik dan pendampingan terhadap pemanfaatan serta pemeliharaan teknologi energi yang diterapkan di kawasan pasar.

Baca Juga :  705 Wisudawan Untirta Siap Hadapi Perubahan Zaman

Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia menilai Pasar Energi Berdikari Kepandean merupakan contoh nyata pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah.

“Bagi Pemkot, kolaborasi dan kerja sama adalah energi,” kata Nur Agis.

Menurutnya, pembangunan Kota Serang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena kemampuan fiskal pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Ia menjelaskan bahwa APBD Kota Serang merupakan yang paling kecil dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Banten.

Karena itu, Pemerintah Kota Serang mendorong strategi pembangunan melalui kombinasi APBD dan non-APBD, termasuk dengan mengoptimalkan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

“Banyak jalan-jalan yang dibangun oleh CSR, bukan dengan APBD. Banyak kemudian fasilitas-fasilitas dibangun juga oleh CSR, bukan dari APBD,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Nur Agis menilai kehadiran Pertamina Foundation, Untirta, Universitas Pertamina, dan berbagai mitra lainnya memiliki arti penting bagi percepatan pembangunan Kota Serang.

Keberhasilan Pasar Kepandean diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas konsep Pasar Energi Berdikari ke pasar-pasar lainnya. Nur Agis menyebut masih terdapat empat pasar lain yang diharapkan dapat dikembangkan dengan konsep serupa sehingga terdapat lima pasar yang dapat memperoleh dukungan energi ramah lingkungan.

Ia membuka peluang bagi perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya untuk terlibat dalam pengembangan tersebut. Dengan pola kolaborasi, pemerintah daerah berharap transformasi pasar di Kota Serang dapat berjalan lebih cepat dan tidak hanya bergantung pada kapasitas APBD.

Harapan tersebut sejalan dengan visi Pertamina Foundation untuk menjadikan Pasar Kepandean sebagai model yang dapat menjadi percontohan bagi pengembangan pasar tradisional berbasis energi terbarukan di daerah lain.

Agus Mashud S. Asngari juga mendorong agar pengembangan Pasar Kepandean tidak berhenti pada aspek energi. Menurutnya, pasar dapat dikembangkan menjadi pusat kuliner dan UMKM yang memiliki daya tarik bagi masyarakat.

Baca Juga :  Melatih Filsafat Sebagai Ilmu Kritis di Perguruan Tinggi

Salah satu gagasan yang disampaikan adalah mengintegrasikan Pasar Kepandean dengan program Smexpo, sehingga pasar dapat menjadi ruang untuk menampilkan UMKM unggulan Kota Serang sekaligus menghadirkan pelaku usaha dari luar daerah sebagai pembanding dan daya tarik.

Berbagai kegiatan seperti pameran UMKM, demonstrasi memasak, kegiatan kuliner Ramadan, hingga agenda tahunan dapat dikembangkan untuk membangun identitas baru Pasar Kepandean sebagai destinasi wisata kuliner Kota Serang.

Agus juga melihat peluang untuk menghubungkan Pasar Kepandean dengan produk-produk dari program Desa Energi Berdikari lainnya. Ia mencontohkan produk durian dari Desa Jeruk Agung serta produk berbasis santan kelapa yang dapat dipasarkan di Pasar Kepandean.

Dengan demikian, pasar dapat menjadi ruang showcase produk masyarakat sekaligus mempertemukan berbagai rantai ekonomi dari desa, UMKM, dan konsumen perkotaan.

Selain keberlanjutan energi, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Agus mendorong adanya edukasi dan pelatihan pencegahan kebakaran bagi para pedagang agar fasilitas pasar yang telah dibangun dapat dijaga dengan baik.

Ia juga berpesan agar masyarakat dan pedagang turut menjaga fasilitas PLTS serta seluruh kawasan pasar. Pasar Energi Berdikari Kepandean menunjukkan bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. PLTS menjadi pintu masuk untuk menghadirkan energi yang lebih bersih dan efisien, sementara literasi finansial, digitalisasi, penguatan UMKM, dan kelembagaan pedagang menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang lebih luas.

Bagi Untirta, keterlibatan dalam program tersebut memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan pengetahuan, teknologi, pendampingan, dan inovasi yang dapat dirasakan langsung masyarakat. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat, Pasar Kepandean diharapkan menjadi contoh bahwa energi bersih dapat menjadi energi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan kemandirian masyarakat Kota Serang. ***