CILEGON – Sebanyak lima pejabat eselon II Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon bakal bersaing memperebutkan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon melalui mekanisme Manajemen Talenta.
Kelima pejabat tersebut yakni Hayati Nufus, Tb Heri Mardiana, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Dana Sujaksani, dan Ahmad Jubaedi.
Kelima nama itu memiliki rekam jejak dan jabatan strategis di lingkungan Pemkot Cilegon. Namun, di balik persaingan memperebutkan posisi Sekda, data kekayaan mereka yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK juga menarik untuk disimak.
Berdasarkan dokumen LHKPN yang berhasil diverifikasi, kekayaan bersih kelima pejabat tersebut berada di atas Rp2 miliar. Bahkan, salah satu kandidat tercatat memiliki kekayaan lebih dari Rp12 miliar.
Hayati Nufus menjadi kandidat dengan kekayaan paling tinggi berdasarkan LHKPN terbaru yang tersedia.
Dalam LHKPN KPK Periodik 2025, Hayati Nufus tercatat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon dengan NHK 719805.
LHKPN tersebut disampaikan pada 4 Februari 2026 dengan status verifikasi administratif lengkap.
Dalam laporan itu, Hayati memiliki total harta sebelum dikurangi utang sebesar Rp13.365.500.000.
Rinciannya, tanah dan bangunan mencapai Rp13.073.000.000, alat transportasi dan mesin Rp200 juta, harta bergerak lainnya Rp54,5 juta, serta kas dan setara kas Rp38 juta.
Sementara utangnya tercatat sebesar Rp1.045.276.044. Dengan demikian, total harta kekayaan Hayati Nufus setelah dikurangi utang mencapai Rp12.320.223.956.
Aset tanah dan bangunan menjadi penyumbang terbesar kekayaan Hayati. Dalam LHKPN tersebut tercatat sejumlah aset tanah dan bangunan di wilayah Kota Cilegon dan Kota Serang.
Salah satu kendaraan yang dilaporkan adalah Honda CR-V tahun 2017 senilai Rp200 juta.
Di posisi kedua berdasarkan data LHKPN yang berhasil diverifikasi terdapat Tb Heri Mardiana.
Dalam LHKPN yang tersedia, Heri memiliki total harta sebesar Rp3.768.094.101. Namun, ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp1.248.106.772.
Dengan demikian, total kekayaan bersih Tb Heri Mardiana mencapai Rp2.519.987.329. Harta tersebut antara lain berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp2,702 miliar, alat transportasi dan mesin Rp177 juta, harta bergerak lainnya Rp610 juta serta kas dan setara kas Rp279,09 juta.
Namun, angka kekayaan tersebut masih berdasarkan LHKPN Periodik 2020. Hingga data yang berhasil diverifikasi, belum terdapat LHKPN terbaru Heri Mardiana yang dapat digunakan sebagai pembanding dengan kandidat lainnya.
Selanjutnya ada Ahmad Aziz Setia Ade Putra yang memiliki kekayaan bersih Rp2.475.400.000.
Dalam LHKPN KPK Periodik 2025, Ahmad Aziz tercatat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cilegon dengan NHK 28861.
Laporan tersebut disampaikan pada 1 Januari 2026. Dalam laporan itu, Ahmad Aziz memiliki total harta sebelum dikurangi utang sebesar Rp2.662.500.000.
Rinciannya terdiri dari tanah dan bangunan Rp2,3 miliar, alat transportasi dan mesin Rp231,5 juta, harta bergerak lainnya Rp94 juta, serta kas dan setara kas Rp37 juta. Utangnya tercatat sebesar Rp187.100.000. Dengan demikian, total harta kekayaan Ahmad Aziz Setia Ade Putra mencapai Rp2.475.400.000.
Kekayaannya antara lain berupa dua bidang tanah dan bangunan serta sejumlah kendaraan seperti Toyota Yaris, Honda Beat, Yamaha Mio dan Honda Jazz.
Sementara itu, data terbaru Dana Sujaksani menunjukkan adanya perubahan cukup signifikan dibandingkan data yang sebelumnya digunakan.
Dalam dokumen LHKPN KPK Periodik 2025 yang disampaikan pada 26 Februari 2026, Dana Sujaksani tercatat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Cilegon.
Dokumen tersebut berstatus verifikasi administratif lengkap. Dana memiliki total harta sebesar Rp2.460.468.190.
Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan Rp1.482.500.000, alat transportasi dan mesin Rp450 juta, harta bergerak lainnya Rp10 juta, serta kas dan setara kas Rp517.968.190.
Sementara utangnya tercatat sebesar Rp32 juta. Dengan demikian, total harta kekayaan bersih Dana Sujaksani mencapai Rp2.428.468.190.
Untuk aset tanah dan bangunan, Dana melaporkan tanah dan bangunan seluas 200 meter persegi/273 meter persegi di Kabupaten/Kota Serang dengan nilai Rp1,4825 miliar.
Sedangkan kendaraan yang dilaporkan adalah Honda Civic RS tahun 2023 senilai Rp450 juta.
Ahmad Jubaedi masuk dalam daftar kekayaan lima kandidat Sekda Cilegon. Dalam LHKPN KPK Periodik 2025 yang disampaikan pada 17 Maret 2026, Ahmad Jubaedi tercatat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon.
Laporan tersebut juga berstatus verifikasi administratif lengkap. Ahmad Jubaedi memiliki total harta sebesar Rp2.771.473.020.
Rinciannya terdiri dari tanah dan bangunan Rp2.510.000.000, alat transportasi dan mesin Rp188.500.000, harta bergerak lainnya Rp52 juta, serta kas dan setara kas Rp20.973.020.
Sementara utangnya tercatat sebesar Rp429.500.000. Dengan demikian, total harta kekayaan bersih Ahmad Jubaedi mencapai Rp2.341.973.020.
Tanah dan bangunan menjadi aset terbesar Jubaedi dengan nilai Rp2,51 miliar. Untuk kendaraan, Jubaedi melaporkan Toyota Raize S-CVT tahun 2021 senilai Rp167 juta dan Honda ADV tahun 2019 senilai Rp21,5 juta.
Jika disusun berdasarkan nilai kekayaan bersih yang tercantum dalam LHKPN yang berhasil diverifikasi, urutannya yakni Hayati Nufus sebesar Rp12.320.223.956, Tb Heri Mardiana Rp2.519.987.329, Ahmad Aziz Setia Ade Putra Rp2.475.400.000, Dana Sujaksani Rp2.428.468.190, dan Ahmad Jubaedi Rp2.341.973.020.
LHKPN merupakan laporan harta kekayaan yang disampaikan penyelenggara negara kepada KPK. Nilai kekayaan dalam laporan tersebut juga bukan merupakan indikator penilaian dalam menentukan siapa yang akan menduduki jabatan Sekda.
Lima pejabat tersebut kini akan bersaing melalui mekanisme Manajemen Talenta. Siapa yang nantinya dipercaya menduduki kursi Sekda Cilegon akan ditentukan berdasarkan proses dan parameter seleksi yang berlaku.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
