Beranda Pesona Ramadan Rasa Lebaran di Belanda, Salat Ied di Masjid Indonesia Den Haag

Rasa Lebaran di Belanda, Salat Ied di Masjid Indonesia Den Haag

169
0
Suasana Lebaran di Belanda - foto istimewa

Oleh : Desty Eka Putri Sari

Tradisi lebaran di luar negeri memang tidak akan pernah sama jika dibandingkan dengan tradisi berlebaran di Indonesia. Namun suasana dan rasa keindonesiaan bisa dibangun dengan cara berkumpul dengan saudara sebangsa bersama Warga Negara Indonesia (WNI) yang sama-sama merayakan lebaran di Belanda. Setidaknya ada tiga agenda besar dalam mengisi hari raya kali ini: sholat Ied, menghadiri dua Open House di hari raya, dan halal bihalal pada H+2 lebaran.

Saat keputusan 1 syawal 1439 H sudah dapat diketahui akan jatuh pada Jumat (15/6/2018) kami sekeluarga, beserta kawan-kawan lainnya dari Indonesia, memutuskan untuk sholat di Masjid Al-hikmah di Den Haag. Tiap tahunnya masjid ini selalu dipenuhi oleh jama’ah saat perayaan Idul Fitri dan Idul Adha.

Perjalanan dari Leiden ke Masjid Al-Hikmah Den Haag memakan waktu 30 menit dengan menggunakan kereta. Sepanjang perjalanan kami tidak berhenti berbincang riang soal pengalaman berpuasa dan lain sebagainya. Bagi anak-anak perjalanan ini juga sangat menyenangkan, karena banyak kawan-kawan sebayanya yang juga pergi bersama.

Beberapa meter sebelum sampai masjid suara takbir mulai terdengar. Saat kami sampai, suasana Indonesia mulai terasa, wajah-wajah Asia mendominasi meski begitu banyak juga wajah dari warga negara lainnya. Kami melihat sebagian mulai menggelar sejadahnya, sebagian sudah duduk sambil khusyuk mendengar takbir berkumandang.

Tepat pukul 9.30 pagi solat Ied dimulai. Bertindak sebagai imam M Fauzi Azhar mahasiswa asal Indonesia yang sedang studi di Universitas Hasan II Casablanca, Maroko. Dia didatangkan dan diseleksi oleh PCI NU Maroko atas permintaan Yayasan Masjid Al Hikmah. Sedangkan khatibnya bernama Rifqi Maula, mahasiswa S3 yang juga berasal dari universitas yang sama. Selain menjadi imam dan khatib di hari raya, keduanya bertugas pula selama ramadhan sebagai imam sholat 5 waktu, tarawih serta ceramah.

Setelah sholat usai kami sesama warga Indonesia saling ramah tamah, bersalam-salaman sambil berkenalan dengan WNI yang belum kami kenal. Ada kehangatan yang sama yang terasa saat sesama perantau saling bertegur sapa.

Mengunjungi Acara Open House
Selepas solat kami menghadiri Open House yang diselenggarakan oleh KBRI Belanda di Wisma Duta, Wassenar, Den Haag. Acara ini diselenggarakan setiap tahunnya di tempat yang sama. Kegiatan ini diisi dengan makan bersama.

Menu makanan dan minuman yang disediakan sangat beragam seperti opor ayam, nasi kebuli, soto Betawi, nasi rames, ikan bakar, sate, nasi goreng Bali, dan masih banyak lagi. Cemilan dan minuman yang dihidangkan sama beragamnya. Satu tenda cemilan yang paling ramai dikunjungi adalah spot es krim gelato yang manis.

Suasana menjadi sangat kental Indonesia, sambil kami mencicipi beragam menu, alunan lagu dilantunkan penyanyi di atas panggung. Dikesempatan itu pula Duta Besar Indonesia untuk Belanda I Gusti Agung Waseka Puja berkeliling menyambut dan menyalami para tamu yang hadir pada kesempatan itu.

Silaturahim belum usai. Kami dan beberapa teman lainnya berlanjut memenuhi undangan seorang kawan yang membuka usaha restoran Indonesia di Zoetemeer, satu jam perjalanan dari Wisma Duta. Ibu Rachma van Ersel pemilik warung “Ondel-Onde”l menyiapkan menu khusus asli Betawi, semur kecap, lontong sayur, dan tidak lupa camilan khas lebaran yaitu nastar buatannya sendiri. Alhamdulilah selalu ada kebahagiaan saat berkumpul bersama meski jauh dari keluarga. Tidak ada keluarga yang satu, ada keluarga baru yang hadir melengkapi kebahagiaan kita.

Halal Bihalal WNI di Leiden

Jika sebelumnya kami mendapatkan banyak kebaikan dengan menghadiri undangan open house, kini waktunya berbuat kebaikan yang sama. Ya, Minggu, (17/6/2018) di hari ke dua setelah lebaran kami warga Boerhavelaan, Leiden, menggagas acara Halal bi Halal di halaman belakang komplek tempat tinggal kami tinggal. Kali ini, kami ingin semakin banyak orang yang merasakan kebahagiaan. Kami mengundang tidak hanya Muslim, tetapi juga kawan-kawan non-Muslim.

Ada rasa haru melihat kebersamaan ini. Awalnya, kami yang tidak pernah kenal satu sama lain, kini bisa berkumpul bersama menjadi saudara. Sesama WNI di tanah rantau kami saling berbagi cerita dan pengalaman. Kami memiliki kerinduan yang sama pada keluarga di Nusantara, kami memiliki harapan baik yang sama untuk Indonesia. Oleh karena itu dalam kesempatan itu pula kami berdo’a bersama untuk bangsa Indonesia.

Di hari yang sama pula adalah hari ayah sedunia. Di tengah kebahagiaan halal bihalal anak-anak berbahagia memberi tanda cinta pada para ayah. Permainan digelar sebagai pemeriah, sekuntum bunga mawar cantik dipersembahkan sebagai tanda kasih pada ayah. Puji syukur, lengkap sudah hari raya lebaran kali ini di Belanda. Silaturahim menambah rizqi, memperkuat persaudaraan, dan menambah kebahagiaan. Dari sini kami mencoba memaknai lebih arti persaudaraan tidak hanya sebatas pertautan darah melainkan persaudaraan sebangsa yang kokoh. Di sini, di negeri rantau, di mana ada WNI di sana ada rumah yang selalu akan menaungi.

Ramadhan dan lebaran tahun ini sudah berlalu dan berharap tahun depan masih bisa bertemu. Untuk kawan-kawan dan sanak saudara di Indonesia khususnya di Serang, Banten, kami mengucapkan Taqobalallu minna waminkum, selamat hari raya Iedul Fitri 1 Syawal 1439 H. semoga kebaikan selalu bersama kita.

Desty Eka Putri Sari adalah ibu dari dua orang anak (Maryam Aviciena dan Umar Shaquille) yang sedang menemani suaminya, Ade Jaya Suryani, yang sedang studi di Leiden University. (**)