Beranda Pesona Ramadan Tips Jika Kamu Diajak Mudik dan Lebaran Bersama Keluarga Pasangan

Tips Jika Kamu Diajak Mudik dan Lebaran Bersama Keluarga Pasangan

91
0
Ilustrasi - foto istimewa fimela.com

Mungkin tahun ini kamu nggak mudik seperti orang lain, namun rupanya, pasangan mengajakmu untuk ikut pulang kampung bersama keluarganya! Bagaimana, tolak atau nggak, nih, Bela?

Jika pasangan mengajakmu untuk ikut mudik bersama keluarganya, ini menandakan kalau dirinya ingin memperkenalkanmu kepada keluarga besarnya. Di sisi lain, ia menunjukkan keseriusan hubungannya bersamamu. Jadi, jangan sampai melewatkan kesempatan ini!

Namun, apa yang harus kamu lakukan saat mudik bersama keluarga pasangan? Apa yang bisa kamu lakukan untuk menunjukkan kalau kamu merupakan calon menantu idaman yang dapat membuat liburan jadi lebih menyenangkan? Melansir dari popbela.com, ini beberapa tips yang bisa kamu coba.

1. Membawa hadiah atau makanan

Salah satu manner terbaik saat menjadi seorang tamu adalah dengan membawa hadiah. Dalam rangka Idul Fitri, hadiah yang kamu bawa bisa berupa kue lebaran atau makanan-makanan khas yang biasa disantap keluargamu saat lebaran. Selain itu, kamu pun bisa memberikan makanan atau minuman yang keluarga pasangan suka. Coba tanyakan pada pasangan tentang kesukaan keluargamu!

2. Memperkenalkan kebiasaan lebaran di keluargamu

Lebaran bersama keluarga pasangan memang menyenangkan. Namun di sisi lain, ini menjadi berat untukmu karena harus berpisah sementara waktu dengan keluargamu sendiri. Jadi, nggak ada salahnya untuk berbagi dan memperkenalkan tradisi lebaranmu dengan keluarga pasangan. Misalnya, turut membantu di dapur untuk mempersiapkan hidangan lebaran karena itu yang biasanya kamu lakukan di rumah, atau meminta izin memasak hidangan istimewa yang biasa kamu santap di rumah.

Namun, bukan berarti kamu harus memaksa keluarga pasangan untuk mengikuti tradisi lebaran atau mengubah tradisi lebaran mereka. Jika ada beberapa hal yang sudah menjadi kebiasaan mendarah daging dalam keluarga pasangan, kamu nggak perlu memaksa untuk melakukan kebiasaanmu di rumahnya.

3. Membaca suasana sekitarmu

Tentu ada saatnya seluruh anggota keluarga besar pasangan berkumpul di satu rumah dan saling mengobrol membicarakan banyak hal. Dalam situasi seperti ini, coba untuk ‘mencari aman’ dengan membicarakan hal-hal sederhana, seperti kehidupanmu sehari-hari atau hubunganmu dengan pasangan. Kalaupun anggota keluarga pasangan ada yang mengajakmu untuk mendiskusikan hal-hal lebih ‘berat’ seperti politik, kamu bisa mengikuti pembicaraannya dengan sekadar menanggapi pendapatnya atau menganggukan kepalamu.

Tentunya, kamu ingin menghindari mengeluarkan pendapat atau kalimat yang dapat membuat anggota keluarga pasangan keheranan denganmu. Nggak masalah jika kamu ingin jadi cukup terbuka dengan hal yang dibicarakan. Namun, pintar-pintar membaca suasana yang sedang berlangsung. Jika mereka mendadak diam atau canggung untuk menanggapi perkataanmu, kamu bisa meminta maaf dan mengganti topik pembicaraan.

4. Jadi dirimu sendiri

Tentu saja, kamu ingin menunjukkan sisi dirimu yang terbaik agar keluarga besar pasangan terkesan padamu. Namun, jangan sampai dengan melakukan hal itu, kamu justru nggak menjadi dirimu sendiri. Ini justru membohongi keluarga pasangan, juga membohongi dirimu sendiri.

Bersikaplah sebagaimana dirimu sendiri, namun berusaha untuk menunjukkan sikap terbaik saat berada di hadapan keluarga pasangan. Jangan lupa untuk turut berinteraksi dengan anggota keluarganya, seperti bermain bersama keponakan kecilnya, mau mengasuh sepupunya yang masih balita, atau mengobrol dengan saudara yang sebaya denganmu.

Sikap seperti ini menunjukkan kalau kamu adalah orang yang ramah dan mau bersosialisasi dengan orang lain. Kamu pun memenangkan hati keluarga besarnya!

5. Beristirahat sejenak atau mengambil waktu pribadi

Waktu bersama keluarga, baik keluarga siapapun itu, bisa sangat melelahkan, Bela. Jadi sebenarnya, nggak ada salahnya jika kamu ingin beristirahat sejenak atau mengambil waktu pribadi untuk mengurus beberapa hal di sela-sela liburan. Kamu dapat meminta izin pada pasangan atau pada orangtuanya untuk undur diri lebih dahulu. Hal yang terpenting adalah kamu hadir dan berinteraksi saat acara-acara besar, seperti makan malam keluarga atau kumpul keluarga setelah makan Hari Raya bersama.

6. Menawarkan bantuan

Biasanya, tuan rumah nggak ingin merepotkan tamunya, dan hal itu kerap terjadi ketika kamu berada di rumah keluarga pasangan, benar begitu? Namun, memberikan bantuan itu sangat penting, dan kamu harus menjadi proaktif untuk membuat dirimu berguna, terutama di momen Idul Fitri yang penuh hiruk-pikuk ini. Jadi, ketimbang bertanya, “Apa yang bisa aku bantu?”, atau “Apa yang Ibu/Bapak ingin aku lakukan?”, lebih baik menawarkan diri untuk mengerjakan hal yang nggak ‘terpegang’ oleh keluarga pasangan. Misalnya, mencuci piring kotor, membersihkan meja makan, dan sebagainnya. Sebab jika bertanya, umumnya mereka akan menjawab “Nggak usah, kamu nonton tv saja sama dia,”. Kalau sudah mendapat jawaban seperti ini, tentu kamu kesulitan untuk memberikan bantuanmu.

7. Menghargai batasan orang lain

Setiap keluarga berbeda. Masing-masing keluarga memiliki peraturannya sendiri yang perlu kamu patuhi. Misalnya, keluarga besar pasangan nggak pernah mengobrol sampai lewat dari jam 10 malam, maka kamu perlu mematuhinya dengan nggak memaksa begadang seperti yang biasa kamu lakukan di rumah. Contoh lainnya, pasangan merasa kurang nyaman dengan sentuhan fisik yang kamu berikan di hadapan keluarganya, maka kamu perlu mengurangi atau menahan sikapmu tersebut saat berada di rumahnya.

Mungkin kamu nggak tahu atau belum mengenal lebih dalam tentang keluarga pasangan, namun tentunya kamu mengenal pasanganmu. Jadi sebaiknya dalam situasi seperti ini, ikuti arahan darinya. Jangan membuatnya semakin stres karena kamu nggak mengikuti peraturan yang ada di rumahnya.

8. Mengucapkan terima kasih

Baik saat berada di rumah keluarga pasangan dan setelah pulang, jangan terlalu berlebihan dalam memberikan pujian mengenai nuansa Idul Fitri yang kamu rasakan bersama mereka. Sebab, itu bisa jadi terkesan dibuat-buat dan nggak tulus dari hati. Cukup tunjukkan rasa terima kasih pada keluarga pasangan saat momen itu ada.

9. Santai!

Pastinya kamu merasa gugup memikirkan hal-hal yang akan dialami saat mudik bersama keluarga pasangan, dan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga besar pasangan. Kamu takut salah bersikap, salah berkata sehingga malah membuat keluarganya ilfeel denganmu. Namun, santailah, Bela. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Kamu pasti akan melalui momen berharga ini dengan baik. Jadi, tenanglah, serta nikmati Lebaran dan liburanmu bersama keluarga pasangan!  (Red)