Beranda Pemerintahan Polda Banten Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Erupsi GAK

Polda Banten Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Erupsi GAK

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea

SERANG – Polda Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir, tetap tenang dan tidak panik menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan informasi dari Badan Geologi, PVMBG, BPBD, serta pemerintah daerah sebagai rujukan utama.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, Polri bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan kondisi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ikuti informasi dan arahan dari instansi resmi, khususnya Badan Geologi, PVMBG, BPBD dan pemerintah daerah,” ujar Maruli, Minggu (6/9/2026).

Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan karena Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Warga, wisatawan, dan pengunjung juga diminta tidak melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

“Tenang bukan berarti mengabaikan kewaspadaan. Kami mengajak masyarakat tetap beraktivitas secara normal dengan memperhatikan perkembangan situasi dan ketentuan keselamatan,” katanya.

Berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Polda Banten meminta seluruh pihak mematuhi ketentuan tersebut demi keselamatan.

Selain menjauhi zona bahaya, masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan paparan abu vulkanik. Abu vulkanik bersifat tajam dan abrasif sehingga dapat mengganggu pernapasan serta merusak permukaan benda jika tidak dibersihkan dengan cara yang tepat.

“Apabila terdapat abu vulkanik di sekitar rumah, kendaraan maupun lingkungan, gunakan alat pelindung diri seperti masker dan lindungi mata. Jangan langsung menyemprot abu dengan air karena abu yang bercampur air dapat menjadi lumpur yang mengeras dan menyumbat saluran,” jelas Maruli.

Baca Juga :  Kunjungi Pemkot Cilegon, BPKP Banten Evaluasi Perencanaan Penganggaran di 5 Sektor

Masyarakat juga diimbau tidak menggunakan blower atau menyapu dengan cara yang membuat abu kembali beterbangan. Abu di halaman, jalan, atau genteng sebaiknya dikumpulkan menggunakan sapu atau sekop secara perlahan, kemudian dimasukkan ke dalam karung dan dibuang sesuai arahan petugas atau pemerintah daerah.

Untuk kendaraan, warga diminta tidak langsung mengelap abu dalam kondisi kering karena dapat menimbulkan goresan pada permukaan kendaraan. Abu sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu menggunakan air bertekanan sebelum kendaraan dicuci dengan sabun.

Sementara di dalam rumah, pintu dan jendela sebaiknya ditutup rapat untuk mencegah abu masuk. Abu yang sudah berada di dalam rumah dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner jika tersedia atau lap basah agar tidak kembali beterbangan.

Peralatan elektronik dan mesin yang terkena abu juga perlu dimatikan, ditutup, dan dibersihkan secara hati-hati. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat partikel abu yang masuk ke dalam perangkat.

Polda Banten juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di zona yang dilarang serta terus memantau informasi resmi. Polri bersama BPBD dan pemangku kepentingan terkait akan terus melakukan pemantauan sekaligus memastikan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan.

Sementara itu, berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi melalui PVMBG periode pengamatan Minggu (6/9/2026) pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat satu kali letusan, empat kali hembusan, 15 kali gempa low frequency, dan tujuh kali gempa hybrid/fase banyak.

Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 6–45 milimeter dan dominan 10 milimeter. Secara visual, gunung tertutup kabut tingkat 0–III, asap kawah tidak teramati, sedangkan kondisi ombak laut dilaporkan tenang.

Baca Juga :  Beraksi di 14 Lokasi, Polda Banten Ringkus Komplotan Pencuri Mobil Pikap

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan saling menjaga. Gunakan alat pelindung diri ketika membersihkan abu vulkanik, jangan melakukan aktivitas di zona yang dilarang, dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi,” tutup Maruli.

Tim Redaksi