Beranda Opini Peran dan Semangat Generasi Muda di Masa Pandemi Covid-19

Peran dan Semangat Generasi Muda di Masa Pandemi Covid-19

Siswa mengenakan masker saat di sekolah - foto istimewa tempo.co

Oleh: Anita Anggraini, Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Sekretari

WHO (World health organization) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemic global, termasuk di ndonesia sebagai salah satu negara paling terpapar, dimana angka korban terus bertambah dengan penyebaran dan penularan yang makin cepat dan meluas. Kasus pertama virus corona pertama kali diumumkan langsung oleh Bapak Presiden Jokowi di istana Presiden pada tanggal 2 maret 2020 dengan adanya kasus dua orang yang terinfeksi.

Perkembangan virus ini cukup pesat sehingga kasus orang yang positif terinfeksi setiap hari semakin bertambah, baik jumlahnya maupun daerah yang terdampak virus. Bermula dari Jakarta sebagai episentrum atau pusat penyebaran hingga menyebar ke seluruh provinsi di Indonesia atau sebanyak 34 provinsi. Sampai saat ini data kasus positif corona ini sudah sangat banyak pasien sembuh dan yang meninggal dunia.





Indonesia sudah menerapkan kebijakan pembatasan social berskala besar dibeberapa daerah yang padat penduduk. Namun, angka yang terinfeksi masih meningkat. Masih banyaknya masyrakat yang tidak mematuhi peraturan PSBB dinilai sebagai salah satu penyebab. Dalam menangani kasus covid-19 ini yang menjadi garda terdapat adalah para dokter dan tenaga medis, namun untuk mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini harus dari semua elemen di masyarakat termasuk para generasi muda.

Semua warga negara Indonesia punya peran dan punya tugas dalam membantu menghadapi covid-19,  begitu pula untuk generasi muda. Peran generasi muda sangat besar, diharapkan generasi muda bias berperan sebagai agent of change. Maka disinilah peran generasi muda, sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang penuh energi,vyang optimis, diharapkan untuk dapat menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha untuk bias ikut membantu pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid-19.

 

Salah satunya dengan tetap dirumah (stay at home) namun yang harus bekerja diluar juga harus mengukitu protocol kesehatan seperti menjaga jarak dan fisik serta menggunakan masker dan sering cuci tangan dengan sabun atau bergabung sebagai relawan covid-19 baik secara swadaya maupun bergadung dengan relawan lain. Menjadi penggerak social distancing, lakukan social distancing sebaik-baiknya. Jaga jarak minimal 1 meter. Serangkaian tindakan social distancing diprediksi dapat mencegah orang sakit untuk melakukan kontak dengan orang lain, dan yang terpenting adalah mengurangi atau menekan penyebaran Covid-19.

Bahkan Presiden RI pun sudah menghimbau masyarakat untuk belajar, bekerja dan beribadah dirumah. Sebagian pihak menggap bahwa kebijakan pemerintah untuk meliburkan sekolah di beberapa wilayah menjadi ksempatan emas untuk berlibur Bersama keluarga. Disinilah peran generasi muda untuk membantu orang-orang disekitar kita meninggalkan hal yang dapat kita melanggar kebijakan yang ditentukan. Revolusi mental itu penting. Saking pentingnya, hal itu harus dimulai dari diri kita sendiri dan sebarkan kepada orang-orang terdekat kita.. beri edukasi kepada keluarga, teman-teman terdekat kamu sampaikan kepada mereka secara baik-baik bahwa covid-19 ini bukan hal yang patut untuk diremehkan. Ingatlah bahwa dengan menerapkan dan selalu mengingatkan orang-orang terdekat akan pentingnya social distancing, kamu sedang melindungi mereka dan ikut adil dalam mencegah penyebaran virus ini.

 

Pemuda diharapkan untuk menjadi agent of change, yaitu pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini kea rah yang lebih baik melalui efektivitas, perbaikan dan pengembangan. Melalui teknologi, gencarkan, ajak dan galakan edukasi semasif mungkin. Himbau sesering mungkin tindakan-tindakan pencegahannya. Jelaskan dan ingatkan selalu pentingnya ptotokol kesehatan. Jadilah relawan bagi orang-orang sekitar yang membutuhkan dukungan dengan tetap menjaga prinsip pembatasan social.

 

Salah satu masalah yang mungkin muncul ketika harus berdiam dirumah adalah timbulnya rasa bosan. Jika masalah ini tidak dikelola dengan baik bisa merusak kesehatan mental. Nah, untuk melawan rasa jenuh dan bosan, ada baiknya kamu melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif dan bermanfaat. Seperti olahraga agar tubuh tetap sehat dan menjadi aktivitas untuk menghabiskan waktu,olahraga dirumah dapat menjadi pilihan, memasak itu mungkin adalah hal yang dulu kalian tidak pernah lakukan dan anda bisa lakukan saat kalian dirumah. Selain itu anda bisa melakukan hal yang bermanfaat lainnya seperti menulis, membaca, berdiskusi dengan teman secara online dan lain-lain.

 

Ayo sama-sama kita putuskan rantai penyebaran covid-19 ini dengan menerapkan protocol kesehatan seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. KITA SEMUA BISA MELEWATI PANDEMI COVID-19 INI TAPI JANGAN LUPA TETAP MENERAPKAN 3M YAAA.  “STAY SAFE, STAY HEALTY”

Terimakasi semoga bermanfaat…..

(***)