Beranda Opini Urgensi Sakralitas Wisuda di Tengah Pandemi Covid-19

Urgensi Sakralitas Wisuda di Tengah Pandemi Covid-19

287
0
Wisuda Universitas Sultan Ageng Tirtayasa - foto istimewa

Oleh : Nur Hanifah Ahmad, Mahasiswa Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga

Wisuda merupakan sebuah momen sakral yang di alami oleh para peserta didik yang telah menyelesaikan studi pada sebuah lembaga pendidikan. Namun momen kesakralan wisuda yang biasanya dilaksanakan di dalam sebuah gedung dengan keramaian ini telah berubah semenjak virus corona melanda dunia.

Pemerintah Indonesia dan berbagai negara di dunia tidak membolehkan adanya keramaian untuk mencegah penyebaran virus Covid 19, sehingga wisuda yang biasanya dilaksanakan di keramaian harus di ganti tata cara pelaksanaaannya. Pengganti utama wisuda pada kebanyakan institusi pendidikan yaitu wisuda melalui dunia maya menggunakan aplikasi zoom. Selain itu terdapat pengganti wisuda dengan dhrive tru (datang tanpa meninggalkan mobil dan motor).

Berbagai kampus di dunia yang telah melaksanakan wisuda di dunia maya yaitu Bussines Breakthrough University (BBT University) pada 28 Maret 2020, Universitas Negeri Padang (UNP) pada 21 Juni 2020, dan Universitas Negeri Surakarta (UNS) pada 2 Mei dan 27 Juni 2020. Hal ini memberi sejarah baru bagi dunia pendidikan dalam mewisuda peserta didik.

Tata cara wisuda online yaitu wisudawan dan pihak kampus berada di tempat masing-masing dengan pakaian sesuai ketentuan pihak kampus. Rangkaian upacara wisuda pun sama seperti pada umumnya, sambutan, hiburan, inti wisuda dan penutup. Hanya saja terdapat beberapa upacara yang berbeda seperti pemindahan tali toga yang di laksanakan melalui perantara seperti orang tua wisudawan.

Sedangkan tata cara wisuda dengan Drive Thru yaitu wisudawan datang di depan tempat yang telah di tentukan sesuai urutan, menggunakan kendaraan masing-masing, lalu turun menerima ijazah sekaligus penyampiran tali toga oleh pihak rektorat.

Dari dua jenis tata cara wisuda yaitu online dan drive thru, kesakralan wisuda yang paling di dapat ada di wisuda dengan drive thru. Penyebabnya sakralitas sebagai mahasiswa terasa sungguh di lepas dengan cara yang kesakralan yang mendekati sama dengan cara sebelum korona melanda.

Adapun wisuda online melalui aplikasi zoom tetap ada sisi kesakralan akan tetapi tidak sekuat kesakralan dengan wisuda secara langsung. Hal ini sesuai pernyataan berbagai wisudawan melalui zoom dari berbagai kampus yang tayang di berbagai media seperti youtube dan media online.

Tradisi wisuda pada normal yaitu mendapat ucapan dari berbagai orang dan tentu hadiah dari berbagai orang. Di dalam wisuda masa pandemi korona ini hadiah tetap ada di luar online. Ucapan wisuda juga tetap ada. Bonus ucapannya menjadi ramai di media sosial.

Terdapat kemungkinan setelah korona berakhir, wisuda online akan tetap ada sebagai jalan alternatif dalam halangan tidak hadirnya wisudawan. Mungkin juga terdapat perpaduan diantara dua cara tersebut.

Pada akhirnya permasalahan sakralitas dalam wisuda menjadi hal penting, namun lebih penting perolehan ilmu dan gelar yang telah di dapatkan para wisudawan. Sebagaimana tujuan dari mencari ilmu di lembaga pendidikan. Mendapat ilmu dan mendapat gelar yang kelak akan berguna untuk masa depan. Entah untuk pekerjaan ataupun membina rumah tangga yang baik.

(**)