Beranda Opini Emas Olimpiade dan Pertumbuhan Ekonomi Kado Spesial Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-76

Emas Olimpiade dan Pertumbuhan Ekonomi Kado Spesial Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-76

Infografis Tulisan Opini Enang Sumarna 8 Agustus 2021

Oleh : Enang Sumarna, S.Si, Statistisi Muda di BPS Provinsi Banten

Kamis, 5 Agustus 2021 Pemerintah secara resmi melalui Rilis Pertumbuhan Ekonomi BPS telah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi TW II 2021 nasional yang kembali mengalami pertumbuhan ke arah positif sebesar 3,31 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q) dan 7,07 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya (y on y).

Angka ini tentunya memberikan harapan bahwa geliat perekonomian sudah berangsur mengalami pemulihan meskipun kondisi pandemi Covid-19 masih tetap berlangsung, dengan ditandai besaran Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku TW II 2021 mencapai Rp. 4.175,8 triliun secara nasional yang artinya jumlah barang dan jasa yang dihasilkan di Indonesia pada TW II 2021 adalah Rp 4.175,8 triliun

 

Pertumbuhan yang positif juga terjadi di provinsi Banten, dimana pada TW II 2021 ini Ekonomi Banten tumbuh 0,27 persen secara q to q dan 8,95 persen secara y on y dengan capaian produk domestik regional bruto (PDRB) Banten atas dasar harga berlaku TW II 2021 mencapai Rp. 163,78 triliun, Pertumbuhan secara y on y mencapai titik balik ke arah pertumbuhan yang positif setelah selama empat triwulan sejak triwulan II-2020 hingga triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan ke arah negatif, pola yang sama terjadi juga pada level angka pertumbuhan nasional.

PDRB yang sampai dengan saat ini masih digunakan sebagai indikator untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga dapat digunakan sebagai bahan analisis tingkat kemakmuran masyarakat dan tingkat perubahan barang dan jasa selain sebagai bahan analisis produktivitas secara sektoral. PDRB dapat digunakan sebagai alat kontrol dalam menentukan kebijakan pembangunan selain strategi lainnya

 

Pandemi Covid-19 yang mulai mewabah di awal tahun 2020 khususnya di wilayah Banten telah berpengaruh terhadap kehidupan perekonomian di Banten, hal ini terlihat dari catatan angka pertumbuhan ekonomi Banten di sepanjang tahun 2020 hingga saat ini secara y on y mulai mengalami kontraksi cukup dalam pada triwulan II 2020 yaitu sebesar -7,27 persen, lalu terjadi lagi di triwulan III 2020 sebesar -5,32 persen dan di akhir tahun 2020 sebesar -3,92 persen (Triwulan IV 2020). Barulah pada awal tahun 2021 yaitu Triwulan I 2021 angka pertumbuhan berangsur mengalami perbaikan sebesar -0,44 persen dan saat ini telah kembali tumbuh ke arah yang positif sebesar 8,95 persen sejalan dengan angka pertumbuhan nasional sebesar 7,07 persen.

 

Angka tersebut tentunya menjadi informasi dan kabar yang cukup menggembirakan terutama sebagai bahan evaluasi dan capaian yang telah dihasilkan oleh pemerintah daerah khususnya pemerintah Provinsi Banten, Program pemulihan ekonomi dampak pandemi Covid-19 yang telah digulirkan dan dituangkan dalam Peraturan Gubernur Banten Nomor 14 Tahun 2020 Agustus 2020 silam berupa pengadaan bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam rangka menjaga ketahanan pangan daerah dan mengantisipasi kerawanan pangan, pemberian insentif, pemberian stimulus berupa penguatan modal usaha kepada pelaku UMKM dan mikro yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19, penciptaan lapangan kerja baru dan penyediaan padat karya serta penanganan dampak ekonomi lainnya harus terimplementasikan dengan baik dan berdampak terhadap masyarakat di Banten khususnya pelaku usaha

 

Potret keberhasilan program tersebut dapat dilihat dari angka sumber pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha yang telah dicapai pada triwulan II-2021 ini dengan membandingkan kondisi pada tahun sebelumnya yaitu Triwulan II-2020, seperti diketahui pada saat itu Pandemi Covid-19 begitu berdampak terhadap perekonomian dengan angka pertumbuhan yang terkontraksi cukup dalam. Berdasarkan sumber pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha secara y on y pada Triwulan II-2021, pertumbuhan tertinggi berasal dari Industri Pengolahan sebesar 3,38 persen paling tinggi jika dibandingkan dengan lapangan usaha lain, hal ini berbanding terbalik jika melihat kondisi triwulan yang sama pada tahun sebelumnya dimana Industri Pengolahan mengalami kontraksi yang paling dalam yaitu sebesar -3,09 persen. Salah satu program pemulihan ekonomi yang digulirkan oleh pemerintah provinsi Banten berupa pemberian stimulus penguatan modal usaha kepada pelaku UMKM dan mikro yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19 bisa jadi telah berhasil memberikan kontribusi terhadap pemulihan bagi pelaku usaha di Banten.

 

Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-76, kita semua mendapat kabar yang tak kalah menggembirakan yaitu dari Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang pada Senin (2/8) siang WIB, pasangan ganda putri cabang olahraga bulutangkis Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil mempersembahkan satu-satunya medali emas dari cabang olahraga kebanggaan kita bersama, bulu tangkis setelah berhasil mengandaskan pasangan ganda putri nomor satu dunia, Chen Qingchen/Jia Yifan, medali emas yang diraih menambah tiga medali yang telah dicapai sebelumnya dari cabang olahraga angkat besi, dan tentu saja membukukan nama Indonesia di daftar negara yang berhasil meraih medali di Olimpiade Tokyo 2020

 

Kedua capaian di atas, medali emas olimpiade dan menaiknya angka pertumbuhan ekonomi khususnya di Banten tentunya menjadi kado spesial menjelang peringatan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 yang dalam hitungan hari akan kita rayakan bersama – sama walaupun sudah tahun kedua kita rayakan dalam kondisi wabah pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir. Namun begitu, kebijakan pemerintah dalam menerapkan PPKM Level 4  rupanya sudah mulai berbuah hasil, berdasarkan catatan worldmeter jumlah kasus positif Corona di Indonesia dalam tujuh hari terakhir hingga Sabtu, 7 Agustus 2021 mencapai 235.489 kasus positif, jika dibandingkan dengan total tambahan kasus positif dalam sepekan sebelumnya yaitu sebanyak 289.964 kasus artinya dalam sepekan terakhir terjadi penurunan kasus positif sebesar -19 %, semoga catatan prestasi ini dapat dipertahankan, diperbaiki dan terus ditingkatkan sehingga perekonomian yang dibangun dari daerah khususnya provinsi Banten dapat terus pulih dan meningkat ke depannya.

(***)