Beranda Pemerintahan Pajak Daerah Pandeglang Hingga Akhir Triwulan III Tercapai 82 Persen

Pajak Daerah Pandeglang Hingga Akhir Triwulan III Tercapai 82 Persen

343
0
Rapat Koordinasi dan Evaluasi Optimalisasi Penerimaan PBB-P2 bersama para camat se-Kabupaten Pandeglang - foto istimewa

PANDEGLANG – Pajak Daerah Kabupaten Pandeglang sampai dengan akhir triwulan III mencapai 82%, hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Pandeglang Yahya Gunawan Kasbin, saat Rapat Koordinasi dan Evaluasi Optimalisasi Penerimaan PBB-P2 bersama para camat se-Kabupaten Pandeglang, di Oproom Setda.

Lebih lanjut yahya menjelaskan Pajak Daerah tersebut berasal dari Pajak hotel 84% pajak restoran 84% realisasinya sudah melampauai 117%, hiburan 82%, reklame 85% penerangan jalan 88%, pajak parkir 87%, pajak air tanah 109% , sarang walet 116, pajak mineral batuan bukan logam baru 40%, PBB-P2 realisasinya 66,64% , BPHTB 112,39%, “Untuk PBB P2 Target awal sebesar 19 Milyar, lalu masuk masa covid di turunkan targetnya sehingga menjadi 11 Milyar dan di perubahan anggaran target PBB-P2 menjadi 16 Milyar”, jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Pery Hasanudin menegaskan target Pajak Daerah merupakan hal yang penting dalam pembangunan daerah.



“PBB ini kan merupakan pendapatan asli daerah dan salah satunya merupakan bagian yang masuk kepada struktur APBD, selain dapat dana transfer dari pusat, dan targetnya selalu naik tiap tahunnya”, ungkapnya melalui siaran tertulis, Jumat (30/10/2020).

Upaya memperkuat kemandirian fiskal memang tidak mudah, lanjut Pery, namun pihaknya harus tetap optimis dan berupaya dengan melakukan terobosan dan inovasi untuk peningkatan PAD disektor pajak.

“Banyak kegiatan yang telah dilakukan sebagai wujud dari upaya kearah kemandirian fiskal dengan berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan. Antara lain tahun ini akan di launching payment point pembayaran PBB melalui waralaba”, lanjutnya.

Sekda juga berharap kepada desa yang belum dapat melunasi pajaknya sesuai target agar segera membuat terobosan-terobosan yang diharapkan dapat mencapai target dalam waktu 2 bulan.

“Coba cari solusi dan terobosan dalam pencapaian target PBB-P2, bangun komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan sehingga setiap permasalahan pencapaian target PBB-P2 dapat segera teratasi”, tutupnya.

(Red)