Beranda Politik Mahasiswa Nilai Program KPU Kota Serang Mubazir

Mahasiswa Nilai Program KPU Kota Serang Mubazir

146
0
Ilustrasi - foto istimewa detik.com

SERANG – Sekretaris Jendral (Sekjen) Mahasiswa Sosialis Demokratik (SWOT) Kota Serang, Jejen menilai program Kegiatan KPU Run yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang mubazir.

Menurutnya, agenda KPU Run yang diadakan KPU Kota Serang tidak memberikan dampak positif terhadap pendidikan demokrasi bagi masyarakat Kota Serang. Padahal Pemilu akan dilaksanakan 10 hari kedepan.

“KPU Kota Serang selalu mengadakan kegiatan seremonialitas belaka tanpa ada esensi yang mengena terhadap kehidupan demokrasi masyarakat Kota Serang. Padahal, sebentar lagi Pemilu akan segera mereka hadapi, sekitar 10 hari lagi,”ujarnya, Minggu (7/4/2019).

Ia menjelaskan sebagai institusi penyelenggara demokrasi, KPU seharusnya berfokus pada agenda yang berkaitan langsung dengan kehidupan demokrasi seperti pendidikan pemilu ke setiap pelosok-pelosok daerah. Harus ada terobosan baru yang dilakukan KPU agar masyarakat dapat mendapatkan pendidikan demokrasi yang layak dalam waktu dekat.

“Sosilisasi sejatinya diberikan kepada masyarakat yang memang betul-betul kurang tahu terhadap mekanisme pemilu yang sebentar lagi akan mereka hadapi. KPU harus menyediakan trobosan baru sehingga capaian sosialisasi yang saat ini diharapkan oleh semua pihak dapat tercapai secara holistik dalam waktu dekat,” ujarnya.

Jejen mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang kurang paham terhadap mekanisme Pemilu serentak yang sebentar lagi akan mereka hadapi. Ia mengaku, hasil survei pihaknya menemukan bahwa beberapa titik di Kota Serang seperti Cilowong belum tersentuh sosialisasi oleh KPU.

“Kampung Bendung dan Cibetik belum tersentuh sosialisasi sama sekali. Ketika saya mengunjungi desa tersebut, saya mendapat pengaduan dari masyarakat setempat mengenai hal tersebut,” ujarnya.

Masyarakat di kedua kampung tersebut, lanjut Jejen, mengaku tidak tahu bagaimana teknis dalam pemilihan nanti. Menurutnya, dengan banyaknya kertas suara dengan berbagai warna, membuat masyarakat awam khususnya lansia menjadi bingung.

“Dengan banyaknya kertas suara yang diberikan, jika tidak dibarengi dengan sosialisasi, maka akan berdampak pada banyaknya masyarakat yang bingung terutama para lansia,” terangnya.

Bahkan, lanjutnya, tidak adanya sosialisasi dari pihak KPU bukan hanya berdampak pada bingungnya para pemilih yang awam, melainkan dapat menimbulkan sikap tidak peduli masyarakat terhadap agenda Pemilu nanti.

“Konyol jika kemudian KPU menghamburkan uang untuk agenda-agenda yang tidak berdampak positif bagi pencerdasan kehidupan berdemokrasi,” ucapnya.

Menurutnya, masyarakat Cilowong khususnya kampung Cibetik dan Bendung saat ini masih menunggu kehadiran KPU untuk memberikan simulasi pemilihan pada pemilu nanti.

“Mereka berharap KPU dapat memberikan pendidikan demokrasi khususnya dalam hal simulasi pemilihan untuk mempermudah masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilu nanti,” katanya.

Ketua KPU Kota Serang, Ade Jahran mengatakan acara KPU Run ini serentak dilakukan oleh KPU Se- Indonesia dan sudah diatur oleh KPU RI bahkan dari segi anggaran pun sudah diatur.

“Ini kan sebagai upaya kita bersama untuk meningkatkan partisipasi pemilih apalagi tadi ada Walikota Serang, teman-teman dari kecamatan bahkan Koramil,” ujarnya.

“Kalau saya begini intinya kita terus melakukan sosialisasi target kita juga untuk partisipasi pemilih ini 77,5 persen dari target kemarin yang 60 persen mudah-mudahan bisa terealisasi,” lanjutnya.

Kata dia, saat ini KPU Kota Serang terus melakukan Bimtek, Pelatihan dan Sosialisasi bersama relawan demokrasi, PPK dan KPPS bahkan sudah tingkat RT.

“Kalau tempat sosialisasinya saya tidak tahu karena saya tidak memikirkan satu persatu. Kalau ditanya satu persatu misal di Curug ada saja yang gak tau Pemilu, di Serang yang sudah masuk perkotaan juga ada saja satu atau dua orang yang tidak tahu,” ucapnya.

Tapi kata Ade Jahran, KPU sudah semaksimal mungkin sesuai tupoksi melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kota Serang ini.

“Kita punya relawan demokrasi yang menyasar semua segmen baik itu segmen perempuan, segmen disabilitas, segmen agama, pemula dan sebagainya itu salah satunya juga untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” imbuhnya. (Dhe/Red)