Beranda Pilkada Serentak 2020 Jubir Prabowo-Sandi Nilai Program Kartu Pekerja Jokowi Tidak Cocok untuk Indonesia

Jubir Prabowo-Sandi Nilai Program Kartu Pekerja Jokowi Tidak Cocok untuk Indonesia

Dahnil Anzar Simanjuntak bercengkrama bersama calon wakil presiden Sandiaga S Uno. (Foto: Dokumen Pemuda Muhammadiyah)

JAKARTA Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai aneh kebijakan Presiden Jokowi terkait bantuan terhadap pengangguran yang digaji lewat kartu prakerja. Hal itu, menurut dia hanya cocok dilaksanakan di negara maju yang jumlah penduduknya sedikit.

“Yang namanya memberikan bantuan prakerja hanya cocok untuk negara maju welfare state seperti Skandinavia karena kapasitas fiskalnya besar tapi penduduk kecil sehingga tidak terjadi disinsentif,” kata Dahnil di Media center Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dilansir dari merdeka.com, Rabu (6/3/2019).

Dahnil menjelaskan, jika pengangguran diberikan gaji maka akan terjadi disinsentif kepada para pekerja. Hal ini pun tidak cocok dilakukan di Indonesia.





“Artinya ini berpihak kepada pengangguran, tapi ini tidak berpihak kepada mereka yang bekerja, ini jadi masalah, apa yang hilang dari situ? Keadilan,” ucapnya.

Justru Dahnil heran, saat ini Jokowi tidak memperhatikan nasib guru honorer dan masalah BPJS. Tetapi di luar itu Jokowi malah ingin mengurus pengangguran. Menurut Dahnil, program prakerja hanya taktik meraih elektoral.

“Bagi saya ini tricky mohon maaf, ini melakukan tricky elektoral dengan melakukan akrobat elektoral. Janji-janji seperti ini malah akan membodohi, coba ya berani enggak nyebut nominalnya,” ujar Dahnil. (Red)