Beranda Hukum Ini Pesan Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara ke-72

Ini Pesan Presiden Jokowi di HUT Bhayangkara ke-72

147
0
Presiden Joko Widodo - foto istimewa indosport.com

 SERANG – Presiden Jokowi berpesan agar Polri dapat meningkatkan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan tidak ada praktik pungutan liar (Pungli). Hal itu disampaikan Presiden melalui pidatonya yang dibacakan oleh Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-72.

“Perbaiki mutu dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dengan memberikan pelayanan yang mudah, sederhana, tidak berbelit, prosedur yang jelas, serta hindari adanya pungutan tambahan maupun aktivitas percaloan pada seluruh titik layanan Polri. Optimalkan bentuk layanan dengan sistem on-line serta wujudkan pelayanan publik yang lebih responsif dan pro aktif,” kata Presiden seperti dibacakan oleh Kapolda Banten di Mapolda Banten, Rabu (11/7/2018).

Selain itu, Presiden juga berpesan agar Polri dapat memberikan perlindungan yang memadai kepada kelompok-kelompok rentan: penyandang disabilitas, anak-anak dan perempuan. “Beri pengayoman dan perlindungan yang setara kepada semua warga bangsa yang beragam dari sisi agama, etnis, aliran, gender, kelompok sosial lainnya. Saya berharap, Polri mampu menjadi perekat kebhinnekaan, penjaga toleransi serta memperkuat persatuan Indonesia,” ujarnya.

loading...

Pada sisi keamanan, Presiden Jokowi juga meminta kepada Polri untuk melakukan reformasi Polri dan meningkatkan keamanan negara dari ancaman di dalam maupun dari luar negeri.

“Kita juga sudah memasuki era kompetisi, era persaingan, bukan hanya antar individu, antar daerah, antar provinsi tetapi sudah menyangkut persaingan antarnegara. Selain itu,kita juga berada di era keterbukaan, dimana semua hal menjadi lebih terbuka, menjadi lebih transparan.”

Itu artinya, lanjut Presiden, polri akan dihadapkan pada tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks. ke depan, persoalan sosial juga akan semakin dinamis sebagai dampak globalisasi. situasi keamanan dalam negeri akan semakin diwarnai dengan kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara dan kejahatan yang berimplikasi kontinjensi.

“Gangguan Kamtibmas dan tindak kejahatan juga akan semakin berkembang dan modern, baik dari segi pola teknologi maupun modusnya. sementara itu, tuntutan dan harapan masyarakat terhadap polri juga semakin meningkat. masyarakat juga semakin kritis terkait kualitas pelayanan yang mereka butuhkan,” pesannya. (you/red)

loading...