Beranda Peristiwa Dosen Untirta Abdul Hamid Berpulang

Dosen Untirta Abdul Hamid Berpulang

 

SERANG – Kabar duka datang dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Pagi tadi, seorang intelektual muda, dosen Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Untirta, Dr. Abdul Hamid berpulang setelah berjuang sembuh dari Covid-19 dua pekan lamanya.

Kepergian doktor ilmu politik dari Doshisha University, Jepang itu meninggalkan duka mendalam bagi segenap civitas akademika. “Beliau merupakan salah satu putra terbaik yang dimiliki Untirta. Rektor sangat kehilangan, FISIP pun sama,” ujar Veronica Dian Faradisa, Humas Untirta kepada Bantennews.co.id, Sabtu (14/2/2021).

Sebelumnya, Hamid mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Enam hari menjelang kepergiannya, kondisi kesehatan pria yang akrab disapa Abah Hamid itu menurun. “Kita sudah ikhtiar medis sudah, sekarang kita ikhlas dan sabar dengan ketetapan Allah, insha Allah syahid,” tutur Dian yang juga merupakan kakak mendiang Hamid.

Tugas yamg diemban Abah Hamid terakhir di Untirta sebagai Ketua Komisi Kerjasama di Senat Untirta.
Peran mendiang, menurut Dian sangat aktif membantu Untirta untuk menciptakan jejaring dengan pihak luar.

Ia berharap, para rekan-rekan di Untirta dan kerabat serta sahabat yang mengenal Abdul Hamid turut mendoakan kepergian almarhum. “Karena kondisinya saat ini (pandemi Covid-19), saya berharap doa dari semuanya, dengan solat goib bersama saja,” harap Dian.

Semasa hidup, Abdul Hamid pernah menjadi visiting Reasearcher di Center for Southeast Asia (CSEAS) Kyoto University di Kyoto (2008 dan 2011) dan Bangkok 2016. Pada tahun 2017 menjadi peserta Short Course Citizenship and Global Interaction di KITLV Leiden dan Vrije University Amsterdam. Beberapa tulisan yang pernah diterbitkan antara lain: Okamoto Masaaki and Abdul Hamid. Jawara in Power, 1999-2007. Indonesia, Volume 86 (October 2008), pp. 109–138 dan Hamid, A. (2014). Jokowi’s Populism in the 2012 Jakarta Gubernatorial Election. Journal Of Current Southeast Asian Affairs, 33(1), 85-109.

Hamid juga dikenal akrab di kalangan insan pers dan akademisi. Hamid terkenal dengan analisa yang tajam soal situasi politik lokal di Banten. Ia juga seorang yang dengan mudah mentransfer pengetahuan kepada siapa saja dalam forum diskusi.
“Semoga akan melapangkan jalan Hamid menghadap sang Pencipta,” tutur Dian.

(You/Red)