Sabtu, 18 Juli 2026 telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Ecoprint dari Gulma Air sebagai Pewarna Alami yang bertempat di Desa Kareo, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan gulma air dan tanaman liar menjadi produk ecoprint yang bernilai ekonomis.
Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan. Setelah itu, kegiatan memasuki sesi inti berupa sosialisasi teknologi tepat guna ecoprint dari gulma air dan tanaman liar.
Materi pertama disampaikan oleh Moch. Saad, S.Pi., M.Si. Beliau menjelaskan mengenai dampak negatif penggunaan pewarna kimia pada industri tekstil terhadap kesehatan dan lingkungan. Sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan, diperkenalkan teknik ecoprint dengan memanfaatkan gulma air seperti eceng gondok dan genjer yang selama ini dianggap sebagai gulma, namun memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami dan bahan baku produk bernilai tambah. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai tanaman liar yang banyak ditemukan di pekarangan maupun pinggir jalan yang memiliki bentuk dan warna daun yang menarik untuk menghasilkan motif ecoprint yang unik.
Pada sesi pelatihan dijelaskan beberapa teknik dalam pembuatan ecoprint, yaitu mordanting, pounding, steaming, dan fiksasi. Namun, teknik yang dipraktikkan langsung kepada peserta adalah teknik pounding yang dilanjutkan dengan fiksasi menggunakan tawas, karena metode ini dinilai lebih mudah, murah, praktis, dan cepat diterapkan oleh masyarakat.
Sesi materi berlangsung interaktif melalui tanya jawab yang dipandu oleh Ketua Tim Pengabdian, Ginanjar Pratama, S.Pi., M.Si. Antusiasme peserta sangat tinggi yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Untuk menambah semangat peserta, panitia juga menyediakan doorprize bagi para penanya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Wahyu Wulansari, S.I.K., M.Si. mengenai strategi pemasaran digital melalui pemanfaatan media sosial dan marketplace. Peserta diberikan pelatihan membuat akun Shopee dan TikTok Shop sebagai sarana pemasaran produk ecoprint agar memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Sesi ini juga berlangsung interaktif dan disertai pemberian doorprize kepada peserta yang aktif.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan ecoprint. Peserta yang didominasi oleh ibu-ibu secara langsung mencoba membuat motif ecoprint pada kain goodie bag yang telah disediakan dengan cara memukul daun dan berbagai jenis tanaman menggunakan teknik pounding. Setelah motif terbentuk, kain kemudian melalui proses fiksasi menggunakan larutan tawas agar warna alami yang dihasilkan lebih awet.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya rangkaian Sosialisasi dan Pelatihan Ecoprint dari Gulma Air sebagai Pewarna Alami. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta membuka peluang usaha baru berbasis pemanfaatan sumber daya alam lokal yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Desa Kareo.