Mahasiswa UNPAM Serang Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Sistem Inventory Berbasis Web

Serang – Transformasi digital tidak hanya menjadi kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga mulai diterapkan pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemanfaatan teknologi informasi dinilai mampu membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional, khususnya dalam pengelolaan persediaan barang yang menjadi salah satu aspek penting dalam aktivitas perdagangan.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan UMKM, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang mengembangkan Sistem Informasi Inventory Berbasis Web pada Toko Ibu Iip yang berlokasi di Tangerang. Pengembangan sistem tersebut dilakukan dalam rangka kegiatan Kerja Praktik yang bertujuan membantu pelaku usaha mengatasi berbagai kendala dalam pengelolaan stok barang.

Berdasarkan hasil observasi di lapangan, proses pencatatan barang masuk, barang keluar, serta pemantauan stok masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kesalahan pencatatan, keterlambatan informasi, hingga kesulitan dalam penyusunan laporan persediaan barang. Selain itu, proses pengecekan stok juga membutuhkan waktu lebih lama karena seluruh data harus diperiksa secara manual.

Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan sebuah sistem informasi berbasis web yang mampu mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan inventory ke dalam satu platform digital. Sistem ini dirancang menggunakan framework Laravel dan database MySQL sehingga dapat diakses dengan lebih mudah serta mendukung pengelolaan data secara terstruktur dan terpusat.

Melalui sistem yang dikembangkan, pengguna dapat mengelola data barang, data supplier, transaksi barang masuk, transaksi barang keluar, serta memantau jumlah stok yang tersedia secara real-time. Sistem juga dilengkapi dengan fitur pembuatan laporan inventory yang dapat membantu pemilik usaha memperoleh informasi persediaan secara cepat dan akurat.

Dalam proses pengembangannya, dilakukan pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik usaha untuk memahami kebutuhan sistem yang sesuai dengan kondisi operasional toko. Tahapan pengembangan dilakukan menggunakan metode Waterfall yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan.

Selain membangun sistem, dilakukan pula pengujian terhadap seluruh fitur menggunakan metode Black Box Testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fungsi-fungsi utama sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna, mulai dari proses login, pengelolaan data barang, transaksi inventory, hingga pembuatan laporan. Dengan demikian, sistem dinilai layak untuk digunakan sebagai media pengelolaan inventory pada usaha skala kecil dan menengah.

Penerapan sistem informasi inventory berbasis web diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta mempermudah proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan stok barang. Digitalisasi proses bisnis juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Di sisi lain, kegiatan Kerja Praktik ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan pelaku usaha dapat menghasilkan solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui penerapan teknologi informasi yang tepat guna, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendorong transformasi digital pada sektor UMKM.

Dengan adanya inovasi ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung aktivitas bisnis mereka. Digitalisasi bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan yang dapat membantu UMKM berkembang lebih efektif, efisien, dan siap menghadapi tantangan di era ekonomi digital.

Bagikan Artikel Ini