Etika termasuk filsafat, tapi diantara cabang tersendiri. Etika sendiri termasuk kedalam filsafat praktis karena cabang ini berhubungan langsung dengan perilaku manusia. Perlu diakui juga, etika yang disebut sebagai filsafat praktis ada batasnya juga. Misal, mahasiswa yang memperoleh nilai bagus di mata kuliah etika, belum tentu dalam perilakunya menjalankan tindakan yang etis. Bisa saja, nilai terbaik yang didapat dari contekan mahasiswa lain. Atau para pebisnis yang memiliki pengetahuan dan mendalam tentang etika bisnis, belum tentu menjalankan usahanya mengambil keputusan etis yang tepat. Pengalaman serupa seperti itu sudah banyak terjadi yang bukan hal baru. Di masyarakat tradisional pun, hal tersebut sering terjadi. Seiring berjalannya waktu, masyarakat tradisional itupun hampir tak lagi eksis. Terlihat pada kebiasaan masyarakat tradisional yang mulai hilang dan hal etis menjadi abu-abu. Pandangan situasi etis di dunia modern ini memiliki ciri yang khas. Pertama, adanya pluralisme moral. Adanya perkembangan teknologi memaksa kita menerima informasi yang bersamaan dengan norma dan nilai dari masyarakat lain. Disinilah pencampuran moral dan nilai menjadikan masyarakat memiliki pluralisme moral yang saling menghargai satu sama lain. Kedua, adanya masalah etis baru. Salah satunya adalah masalah yang timbul dari perkembangan ilmu medis. Seperti, proses bayi tabung, donor sperma atau penyewaan rahim. Yang akhirnya menjadi perdebatan panjang tentang etis tak etis kah hal tersebut dilakukan. Dan yang terakhir, kepedulian etis yang terjadi di dunia melewati perbatasan negara. Kita, sekarang, menyaksikan terjadinya gerakan perjuangan moral yang sangat aktif. Terlihat di Palestina, ketika masyarakat Palestina sedang memperjuangkan hak mereka, kita di Indonesia mendukung perjuangan pergerakan mereka. Situasi moral di dunia yang modern sekarang mengajak kita untuk lebih mendalami dan mempelajari etika secara lebih lanjut lagi. Studi etika sendiri sangat mampu dalam mengatasi kesulitan moral yang sekarang dihadapi melalui pemikiran rasional kita bersama demi mencapai kesepakatan di bidang moral yang lebih baik.
Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara atau CASN sudah menyelesaikan tahap SKD atau Seleksi Kompetensi Dasar. Para pelamar yang sudah mengikuti test SKD sedang harap harap cemas menunggu hasil pengumuman resmi dari BKN terkait nilai passing grade dan ranking peserta. Seperti yang kita tahu, pelamar harus memenuhi nilai ambang batas agar memenuhi syarat ikut SKB. Selanjutnya syarat lain agar dapat melanjutkan ke tahap SKB adalah dengan masuk pada kelipatan 3 dari jumlah kebutuhan jabatan. Misalnya, jika kebutuhan jabatan 3 fomasi, maka pelamar CASN yang akan menikuti SKB adalah 3 kali jumlah formasi tersebut yakni 9. 9 orang pelamar akan diambil dari jumlah pelamar yang mendapat nilai passing grade tertinggi dari pelamar lainnya. Sedangkan, untuk pelamar lain yang meskipun lulus passing grade tetapi tidak masuk dalam ranking kelipatan 3 seperti dijelaskan diatas, pelamar tersebut dipastikan gagal dan tidak bisa ikut test selanjutnya yaitu SKB. Namun, peserta CASN tidak hanya cemas dengan hasil keputusan BKN terkait hasil SKD. Para peserta juga cemas menunggu kepastian jadwal resmi rilis hasil passing grade dan ranking yang dikeluarkan resmi oleh BKN. Para peserta was was karena penjadwalan yang dilakukan BKN untuk CASN 2021 tidak sesuai dengan jadwal yang seharusnya alias mundur. Seperti ketika seleksi administrasi, BKN yang sebelumnya sudah melakukan rilis jadwal untuk pendaftaran rekruitment Calon Aparatur Sipil Negara 2021 batal dibuka pada hari Senin, 31 Mei 2021 seperti yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi Mohammad Averroue. Dan pendaftaran baru mulai dibuka pada tanggal 30 Juni 2021. Integritas BKN yang mulai dipertanyakan oleh peserta karena pengunduran jadwal kembali diuji. Viral adanya dugaan kecurangan terkait seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di media sosial. Salah satu akun medsos memviralkan adanya dugaan kecurangan yang terjadi dalam seleksi CASN di Buol, Sulawesi Tengah. Dalam unggahannya, disebutkan adanya kecurangan terkait salah satu CASN yang mendapatkan nilai tertinggi hingga CCTV dan tempat duduk yang sudah di setting. Selain itu, dugaan lain menyebut adanya kecurangan dengan pelaksanaan modus Remote Access. Bahkan, kecurangan disebut diduga terjadi sampai ke server CAT BKN. Dengan adanya beberapa dugaan kecurangan yang sudah dijelaskan diatas dan juga pengunduran jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya, penulis berharap adanya audit forensik dan pemeriksaan menyeluruh pada tim panitia CASN 2021. Tidak hanya di Buol, Sulawesi Tengah, tapi diseluruh tempat pelaksanaan CASN alias Se Indonesia. Tujuannya, agar integritas BKN tetap terjaga dan bebas bersih dari oknum yang apabila terbukti melakukan tindakan yang mencoreng nama baik BKN dan Etika Profesi BKN. BKN harus menjatuhkan sanksi bagi peserta maupun oknum jika terbukti terlibat dalam kecurangan kecurangan tadi.