Saat ini, anak tumbuh di era serba teknologi digital. Sejak kecil mereka juga sudah akrab dengan fitur-fitur yang ada di smartphone, bahkan sudah mampu mengoperasikannya sendiri. Ditambah proses pembelajaran hybrid yang menggabungkan sistem belajar tatap muka dan online saat ini makin sering diterapkan, intensitas si kecil menggunakan internet jadi makin tinggi. Namun di tengah berbagai manfaat teknologi internet, ada kalanya orang tua merasa khawatir karena anak jadi semakin sering memainkan smartphone-nya. Meski sudah diawasi semaksimal mungkin, risiko anak membuka situs atau website yang tidak sesuai dengan usianya tampaknya masih bisa terjadi. Di sisi lain, aktivitas berselancar di dunia maya pun tidak dapat dihindari. Pernah mengalami dilema ini, Moms? Alih-alih melarang anak beraktivitas di dunia maya yang justru dapat menghambat proses belajarnya, orang tua bisa lakukan beberapa kiat berikut ini. 5 Tips agar anak tetap aman dan nyaman saat internetan Beri batasan yang tegas Anak-anak memang masanya selalu penasaran dan ingin tahu hal baru di sekitarnya, termasuk saat internetan. Karena itu, sejak pertama memberikan gadget, sebaiknya tetap memberi batasan meliputi durasi bermain smartphone dalam sehari, aplikasi dan website apa saja yang boleh atau tidak boleh dikunjungi, hingga game yang boleh dimainkan. Ajari si kecil untuk selalu meminta izin kepada orang tua ketika akan membuka sebuah link atau mengunduh aplikasi. Untuk anak yang sudah lebih besar, orang tua juga bisa mulai memberi pengertian tentang dampak mengakses internet tanpa pengawasan, tentunya dengan bahasa yang mudah dipahami. Tetap pegang kendali Sebisa mungkin dampingi anak saat internetan untuk memastikan anak mengakses website atau aplikasi yang aman dan sesuai usianya. Jangan lupa tetap ‘merangkul’ anak agar ia tidak merasa terkekang, salah satu caranya dengan aktif bertanya apa yang sedang ia akses dan aktivitas apa yang ia lakukan di sana. Bila anak membuka website atau aplikasi yang tidak sesuai umurnya, jangan lantas memarahi atau menghakiminya, Moms. Sebab tidak seperti orang dewasa, si kecil belum mampu memilah mana konten yang baik dan buruk untuk dikonsumsi. Jadi lebih baik tanyakan alasannya kemudian beri pengertian kenapa ia tidak atau belum boleh mengaksesnya. Install aplikasi Parental Control Meski anak sudah punya smartphone pribadi, bukan berarti orang tua bisa lepas tangan mengawasinya. Namun meski telah diawasi, risiko ‘kecolongan’ tetap bisa terjadi, baik sengaja maupun tidak disengaja. Untuk meminimalisirnya, tidak ada salahnya menginstal aplikasi parental control di smartphone si kecil yang nantinya tersambung dengan perangkat milik orang tua. Aplikasi ini akan memungkinkan orang tua mengelola, menyetujui, dan memblokir aplikasi yang akan diunduh di smartphone anak. Beberapa aplikasi juga sudah bisa membantu mengawasi aktivitas anak saat internetan. Letakkan gadget di area yang mudah diawasi Tidak semua orang tua bisa mengawasi aktivitas anak seharian penuh, apalagi bagi mereka yang juga punya tanggung jawab menyelesaikan tugas kantor. Jadi sebaiknya biasakan mengajari anak bermain smartphone di tempat yang mudah diawasi, misalnya ruang keluarga. Selain bisa tetap mengawasi anak di sela-sela mengerjakan tugas lain, orang tua bisa langsung membantu anak ketika mengalami kesulitan, terutama saat belajar online. Kenalkan tentang privasi Luangkan waktu untuk memperkenalkan dasar-dasar privasi dan keamanan, sehingga anak dapat memahami serta membedakan mana yang aman dan yang tidak. Mulai dari tidak boleh sembarangan mengunggah foto di media sosial, dan menjaga kerahasiaan data pribadi dengan tidak mengumbar alamat rumah, nomor telepon, akun media sosial, hingga alamat sekolah. Bila perlu, gunakan password di smartphone anak yang hanya bisa diakses oleh si kecil dan orang tua. Hal ini akan meminimalisasi penyalahgunaan data saat terjadi peristiwa darurat seperti hilang atau rusak. Moms, saat mengawasi anak internetan, yang tidak kalah penting juga adalah menciptakan suasana positif di rumah dengan memanfaatkan gadget dan koneksi internet. Misalnya, bermain games bersama-sama atau menonton film favorit si kecil untuk menghabiskan waktu bersama di rumah. Nah, agar aktivitas menyenangkan ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan, koneksi internet tentunya harus stabil. Jangan khawatir, paket internet dari Smartfren Unlimited Harian yang bisa jadi solusinya untuk aktivitas internetan #UnlimitedBebasWorry seharian.
kalian tahu gak sih, sebagian besar dari kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah identitas. apasih itu identitas?Identitas adalah pembeda antara satu sama lain. Sama halnya dengan identitas diri yang membedakan antara manusia satu dengan yang lain, identitas nasional juga merupakan pembeda antara bangsa itu sendiri dengan bangsa-bangsa yang lain loh. Apa Itu Identitas Nasional? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), identitas memiliki pengertian sebagai jati diri. Sedangkan nasional merupakan bersifat kebangsaan; berkenaan atau berasal dari bangsa sendiri; meliputi suatu bangsa. Teman-teman adapun menurut beberapa pendapat ,yaitu Menurut Kaelan (2007), identitas nasional pada hakikatnya adalah manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam aspek kehidupan satu bangsa (nation) dengan ciri-ciri khas, dan dengan ciri-ciri yang khas tadi suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain dalam kehidupannya. Pada dasarnya identitas nasional adalah unsur-unsur yang menjadi ciri khas/jati diri dari Bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa lain. Salah satu unsur instrumental identitas nasional Bangsa Indonesia yakni Bahasa Indonesia. sebelumnya apa sih Pengertian serta Fungsi Bahasa?. Menurut beberapa pendapat yaitu Kridalaksana dan Djoko Kentjono (dalam Chaer, 2014:32) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan. Mengapa Harus Mencintai Bahasa Indonesia? Seperti yang tertuang dalam Sumpah Pemuda yang menandai dari awal pergerakan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, salah satu butir didalamnya menyebutkan bahwa ” Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Yang mana berarti bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang menyatukan berbagai macam jenis suku bangsa dari Sabang sampai Merauke. Dengan aneka ragam bahasa yang dimiliki, tidak mungkin juga kita bisa memahami kesemuanya. Maka dari itu diperlukan sebuah bahasa yang disepakati sebagai bahasa persatuan, dimana seluruh rakyat Indonesia tidak peduli dari latar belakang suku manapun dapat berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa tersebut.