PANDEGLANG – Bagi seorang bendahara kelas, mengelola uang kas secara manual menggunakan buku tulis sering kali menjadi tugas yang sangat melelahkan. Bayangkan saja, mereka harus melayani dan mencatat setoran uang tidak hanya dari satu atau dua orang, melainkan puluhan siswa di dalam satu kelas. Terlebih lagi, proses ini merupakan kegiatan berulang yang rutin dilakukan setiap minggu. Beban kerja yang monoton ini tidak hanya menyita banyak waktu istirahat, tetapi juga sangat rawan memicu kelalaian atau kesalahan pencatatan (human error). Membawa angin segar pemanfaatan teknologi untuk mengatasi masalah nyata tersebut, sekelompok mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Kota Serang menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMKN 1 Pandeglang pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini secara khusus bertujuan memperkenalkan teknologi otomatisasi kepada sekitar 20 siswa yang mayoritas merupakan pengurus dan bendahara kelas. Mengusung tema “Pengenalan dan Pelatihan Pembuatan Bot Telegram Berbasis AI dan n8n untuk Otomatisasi Pencatatan Uang Kas”, para siswa diajak melihat langsung bagaimana kecerdasan buatan (Google Gemini) dapat dihubungkan ke Telegram dan Google Sheets untuk mengambil alih tugas repetitif bendahara secara otomatis. Melalui pengenalan sistem ini, tim mahasiswa Unpam mempresentasikan bagaimana sebuah pesan singkat di Telegram bisa langsung diolah oleh asisten AI untuk menghitung saldo, mencatat nama penyetor, sekaligus membedakan hak akses (Role-Based Access Control) antara bendahara dan siswa biasa. Antusiasme tinggi dari para peserta sangat terasa di sepanjang acara, terutama saat sesi tanya jawab dan praktik langsung (hands-on). Para siswa dan siswi tampak begitu aktif melontarkan berbagai pertanyaan kritis seputar cara kerja kecerdasan buatan, keamanan data, hingga bagaimana bot tersebut bisa merespons pesan secara instan. Tingginya rasa ingin tahu ini berlanjut ketika peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan alur kerja (workflow) otomatisasi. Melalui sesi hands-on ini, tim PKM Unpam tidak hanya membuka wawasan (awareness) peserta terkait logika dasar AI, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi para siswa untuk mencoba merangkai sistem teknologi low-code secara mandiri. “Mengelola uang kas itu memang capek karena harus diulang terus untuk setiap siswa. Lewat pengenalan n8n dan AI ini, kami ingin memperlihatkan bahwa teknologi bisa mengambil alih tugas yang berulang itu,” ujar Fajar Rafli selaku Ketua Kelompok PKM. Tim PKM juga mengukur efektivitas kegiatan ini melalui pre-test dan post-test. Menariknya, hasil evaluasi mengungkap bahwa literasi digital para siswa SMKN 1 Pandeglang sudah sangat mumpuni, tercermin dari nilai rata-rata awal yang mencapai 83 persen. Setelah mendapatkan pemaparan materi teori dan menjajal langsung sesi praktik, jumlah peserta yang berhasil meraih skor pemahaman sempurna terkait konsep AI dan otomatisasi semakin bertambah. Fakta ini menegaskan bahwa siswa SMK memiliki daya adaptasi yang luar biasa cepat terhadap tren teknologi masa kini. Langkah awal pengenalan inovasi digital ini menjadi momen yang sangat krusial di lingkungan sekolah kejuruan. Pengalaman menjajal kecerdasan buatan dan praktik langsung ini diharapkan dapat memantik rasa ingin tahu para siswa SMKN 1 Pandeglang untuk terus bereksplorasi menciptakan solusi dari masalah sehari-hari mereka sekaligus membekali diri dengan keterampilan yang relevan untuk dunia kerja.