Author: Lindawati

Pemanfaatan Kain Perca Dalam Rangka Peningkatan Nilai Ekonomis Pada Masa Pandemi

Indonesia pertama kali mengkonfirmasi kasus COVID-19 pada Senin 2 Maret tahun lalu. Saat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan ada dua orang Indonesia positif terjangkit virus Corona yakni perempuan berusia 31 tahun dan ibu berusia 64 tahun. Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Penyebaran virus COVID-19 dapat melibatkan masyarakat dalam kesiap – siagaan dan respon yang bisa di lakukan untuk  menghentikan penyebaran wabah yang semakin meluas serta dapat melindungi diri sendiri dan juga orang lain dengan selalu hidup sehat, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak lupa selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Masker adalah perangkat yang dirancang untuk melindungi pengguna dari menghirup partikel udara dan melindungi kesehatan saluran pernafasan. Masker juga biasanya secara rutin digunakan oleh kelompok kerja, ketika teknik dan alat keamanan tidak layak atau tidak efektif untuk mengurangi tingkat debu, masker menjadi solusi pertahanan terakhir dan sangat sederhana untuk digunakan, masker sendiri menjadi metode yang efisien untuk melindungi pekerja, dimana lebih dari tiga juta pekerja diwajibkan untuk memakai masker untuk melindungi diri. Dengan pemberdayaan pemanfaatkan kain perca yang selama ini tidak dipakai menjadi masker kain akan membantu setiap masyarakat untuk selalu mengingat bahwa saat ini memakai masker sangat penting dan masker kain sangat mudah di temukan atau bahkan dapat di buat sendiri di rumah. Masker kain yang efektif adalah masker yang paling nyaman digunakan sembari bernafas, kain yang biasanya digunakan adalah  kain kaos, kain sarung bantal, dan bahan katun pada umumnya. Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat mahasiswa UNPAM yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan An-Nidzom yang beralamat di RT 07 RW 05, Gg Haji Pendek, Kecamatan Pinang, Kabupaten Banten ,Kota Tangerang dengan judul  “Pemanfaatan Kain Perca Dalam Rangka Peningkatan Nilai Ekonomis Pada Masa Pandemi” dilakukan dengan kegiatan berupa pemberian edukasi dan bimbingan cara pembuatannya kepada para peserta (santri) mengenai cara pembuatan Masker Kain Sederhana dengan bahan Kain Perca yang mudah mereka dapatkan. Kegiatan PKM ini telah dilakukan oleh kelompok mahasiswa Universitas Pamulang yang beranggotakan : Arisman Gea, Dhia Salshabila, Ega Rachma Naishfi Nuryabani, dan Rafelius Waruwu dengan pembimbing Ibu Lindawati, S.E., M.M. Harapan dari Mahasiswa Universitas Pamulang setelah memberikan edukasi ini adalah seluruh masyarakat yang khususnya para santri Yayasan Panti Asuhan An-Nidzom mampu membuat Masker Kain Sederhana sendiri dan selalu menggunakannya saat sedang berkumpul ataupun berpergian ke luar agar terhindar dari Virus Covid 19. Dalam kegiatan  yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan An-Nizom diharapkan juga berguna untuk menambah pengetahuan dan pengalaman bagi peserta (santri) mengenai bagaimana cara dari Pembuatan Masker Kain Sederhana. Dalam hal ini, Mahasiswa membantu mereka belajar bagaimana cara membuat masker dengan bahan utama kain perca yang telah di siapkan. Dari kegiatan PMKM tersebut anak-anak (santri) dari Yayasan Panti Asuhan An-Nizom terlihat sangat antusias dengan materi yang mereka dapat dari Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang mengenai Pembuatan Masker Kain yang mudah mereka buat karena tanpa harus dijahit.

Implementasi Pemasaran Digital Pada UMKM Pamulang Estate

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) adalah kegiatan yang meningkatkan pertumbuhan, pergerakan, dan pembangunan ekonomi. Kelompok usaha yang termasuk dalam UMKM adalah kelompok usaha kecil menengah dimana di Indonesia kelompok ini menempati posisi yang cukup dominan karena jumlahnya yang banyak. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah UMKM yang tercatat pada tahun 2018 sebanyak 64.194.057 atau 99,9% dari seluruh unit usaha di Indonesia. Dilihat dari data tersebut membuktikan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar dalam menciptakan laju pertumbuhan ekonomi, sebagai sumber pendapatan bagi masyarakat dan sebagai penyedia lapangan pekerjaan bagi banyak tenaga kerja. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) harus mampu bersaing di pasar internasional agar tidak tertindas. Apalagi di era persaingan ini, para pelaku UMKM harus melek teknologi informasi (TI) agar lebih mudah memasarkan produknya ke luar negeri. Tercatat jumlah UMKM di Indonesia cukup besar, sekitar 50 juta pelaku UMKM. Di era digital saat ini, pelaku UMKM akan membutuhkan teknologi informasi yang tepat untuk dapat tumbuh dan bersaing di era digital saat ini. Melihat dari kebutuhan akan pengetahuan tersebut, pada hari Sabtu tanggal 30 Oktober 2021 beberapa dosen Universitas Pamulang yang terdiri dari : Bpk Syamsul Muarif S.E., M.M. Bpk Yulianto S.E., M.M. Ibu Afridayani, S.E., M.M. Ibu Lyandra Aisyah Margie , S.S., M.M. Ibu Lindawati, S.E., M.M. telah mengadakan PKM ( Pengabdian kepada Masyarakat ) yang ditujukan kepada pelaku UMKM di daerah Pamulang. Kegiatan ini bekerjasama dengan UMKM Pamulang Estate yang telah menggandeng banyak pelaku UMKM didaerah tersebut. Pelaku UMKM yang bergabung diantaranya ada dari usaha dengan brand JV Love yang di prakarsai ileh Ibu Vivi sebagai pemilik. Usaha yang dikelola Ibu Vivi ini menghasilkan beberapa produk, dan yang menjadi produk unggulan adalah keripik kentang crispy dan kentang mustofa. Dalam kegiatan PKM virtual tersebut para dosen bertindak sebagai nara sumber mengenai Implementasi Pemasaran Digital  yang akan disesuaikan dengan produk yang  dihasilkan oleh JV Love. Hal tersebut diantaranya pemaparan mengenai pentingnya masuk kepada dunia digital untuk mendobrak pasar, dilihat dari produk, kemasan, dan cara pemasarannya. Untuk cara pemasaran, JV love diarahkan untuk masuk kepada e-commerce yang diharapkan akan meningkatkan income setiap periodenya. Dari kegiatan ini tentunya kita sama-sama berharap, dari kontribusi kecil yang diberikan semoga dapat membuahkan hasil yang maksimal bagi penggiat UMKM dalam mengelola usahanya, sehingga ekonomi kembali menggeliat naik terutama pada masa pandemic seperti sekarang ini.