Author: Ahmad Yani

Polemik Video Santri Menutup Kuping, Pengamat : Budaya Digital Membuat Kita Kian Reaktif  

Pro dan kontra terkait video yang merekam para santri menutup telinga saat musik terdengar masih terus berlanjut. Sebelumnya diketahui sejumlah santri itu sedang mengantri untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Pengamat media sosial Institute for Digital Democracy (IDD) Bambang Arianto, turut memberikan komentar. Menurutnya pro dan kontra ini kian membuktikan budaya digital telah membuat seseorang menjadi generasi reaktif. “Kita belum tahu duduk persoalanya, tapi kita sudah langsung memvonis. Padahal yang mengunggah video pun belum tentu tahu maksud dan tujuan, mengapa para santri harus menutup telinga ketika musik terdengar,” ujarnya, Jumat (17/9/2021). Padahal, kata dia, sebenarnya sangat wajar ketika seorang santri yang memang dituntut untuk memperbanyak hafalan kemudian harus menutup telinganya ketika ada suara lain yang menggangu. Apalagi dunia santri memang memiliki kultur yang berbeda dan tidak banyak diketahui oleh publik. “Artinya, ini pilihan masing-masing. Jadi tidak usah lebay dan mudah menyebut seseorang dengan hal yang tidak pantas apalagi dengan sebutan radikal,” katanya. Fenomena pro dan kontra ini terjadi diakibatkan masyarakat kita masih gagap dalam menghadapi transformasi budaya dari yang konvensional menuju digital. Padahal, budaya digital tentu akan menciptakan sisi negatif juga seperti generasi yang berwatak reaktif. “Sikap reaktif, akan membuat kita terdorong untuk cepat memvonis apa yang kita lihat tanpa kita mengetahui seluk beluk permasalahannya. Artinya, sikap reaktif ini akan membuat seseorang lebih cenderung mengedepankan emosi ketimbang rasionalitas,” ucapnya. Maka dari itu mengapa banyak video settingan atau prank yang kemudian banyak beredar luas dan juga viral. Sebut saja, baru-baru ini ada video pasangan Gancet yang kemudian kita cepat mempercayai, padahal itukan konten prank atau settingan. Bahkan, banyak pula konten-konten yang memang dibuat untuk pengalihan isu atau istilahnya konten “umpan”. “Jadi pesan saya kepada warganet Indonesia, ketika menerima konten media sosial cobalah bersabar untuk tidak cepat memvonis dan kedepankan langkah verifikasi,” pungkasnya. (***)

Gelar Developer Day 2021, Huawei Perkuat Dukungan Kepada Mitra & Developer

Saat ini, kita telah masuk di era baru kecerdasan dan interkonektivitas berkat makin meluasnya pengadopsian teknologi 5G dan AI. Selama beberapa tahun belakangan, kita telah melihat pesatnya kemajuan teknologi yang berimbas pada kehidupan manusia sehari-hari dan Huawei menjadi salah satu perusahaan teknologi yang secara kontinu mampu menghadirkannya lekat dengan keseharian konsumen. Komitmen ini ditunjukkan pula oleh Huawei melalui jalinan yang erat bersama mitra serta pengembang dalam mengembangkan Huawei Mobile System berikut ekosistemnya. Huawei Indonesia kembali mengetengahkan persembahan terbaru bagi seluruh industri vertikal di Indonesia melalui gelaran HUAWEI Developer Day 2021. Lebih dari 20.000 pengembang dan pirsawan hadir dalam gelaran tersebut secara daring. HUAWEI Developer Day (HDD) merupakan platform yang dibangun oleh HUAWEI sebagai sarana komunikasi bagi pengembang mereka. Platform ini menghadirkan beragam kapabilitas dan layanan mutakhir bagi pengembang, berikut dengan tren terbaru di industri perangkat mobile. Melalui gelaran ini, Huawei juga menyampaikan sejumlah pembaruan mengenai komitmen dalam mengembangkan ekosistemnya di Indonesia sekaligus peluncuran HarmonyOS di tingkat lokal. Ini sekaligus menunjukkan kuatnya komitmen Huawei dalam turut mendukung gaya hidup cerdas bagi pengguna Huawei. “Kini masyarakat Indonesia makin terkoneksi, dan sebagai brand yang punya komitmen tinggi mencetak hal-hal baru hingga di luar batas, Huawei siap meningkatkan perannya dalam memberdayakan para pengembangnya dengan menghadirkan sejumlah kapabilitas mutakhir yang penting dalam membangun ekosistem cerdas Indonesia,” ujar Patrick Ru, Country Head of Huawei CBG Indonesia, Kamis (6/9/2021). Luat Sihombing, Koordinator Business Matchmaking, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia berharap Huawei Developer Day 2021 ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut berkolaborasi dalam mendukung pengembang lokal dan berkontribusi lebih banyak lagi untuk transformasi digital dan pengembangan ekosistem digital di Indonesia. “Penghargaan yang tinggi ini atas komitmen Huawei melalui acara ini. Acara ini membuka kesempatan bagi pengembang lokal kami untuk meningkatkan daya saing dan memasarkan aplikasi mereka serta bermain di panggung yang lebih besar karena ini adalah bagian dari Huawei Developer Day. Program unggulan tahunan Huawei ini untuk berbagi kemajuan bisnis terbaru, kemajuan teknologi dan inovasi ekosistem Huawei untuk semua pengembang sejak 2019,” imbuh Luat. Perluas HMS Core 6.0, Harmony OS, dan HUAWEI AppGallery Helatan Huawei Developer Day tahun ini diramaikan dengan peluncuran pembaruan pada HMS (Huawei Mobile Services) Ecosystem dengan disematkannya beragam kapabilitas pada HMS Core 6.0 yang kehadirannya didukung oleh HarmonyOS2 berikut fitur Huawei Certified Developer Programme. HMS Core itu sendiri terdiri dari satu set kapabilitas yang lengkap dan terbuka yang mendukung pengembang dalam menerapkan pengembangan secara efisien, tumbuh dengan cepat, serta dalam memonetasi secara lebih fleksibel. HMS Core 6.0 mobile service framework menawarkan satu titik akses untuk pendistribusian seluruh terminal secara cerdas dan efisien. Hingga hari ini, ekosistem HMS menjadi ketiga yang terbesar di seluruh dunia dengan memiliki 550 juta pengguna aktif, 4,5 juta pengembang yang telah terdaftar, serta lebih dari 141.000 aplikasi HMS Integration. Kehadiran HMS Core 6.0 framework, berikut HarmonyOS 2.0 firmware yang menyertainya, diharapkan akan dapat memudahkan bagi pengembang dalam mengembangkan aplikasi karena menawarkan ekosistem yang kaya dan makin beragam bari konsumen. HMS Core 6.0 menawarkan sejumlah kapabilitas baru yang mencakup tujuh domain, di antaranya adalah 3D Modelling, AV Pipeline, Audio Editor, Video Editor, 5G Modem. Huawei juga menyampaikan sejumlah pembaruan pada HUAWEI AppGallery. Sebagai lokapasar aplikasi ketiga terbesar di dunia, HUAWEI AppGallery menampilkan pengalaman pengguna yang lebih lokal maupun global. Aplikasi-aplikasi yang memuncaki penggunaan tertinggi di wilayah APAC kini juga telah tersedia di HUAWEI AppGallery. Hingga kuartal kedua 2021, HUAWEI AppGallery memiliki lebih dari 550 juta pengguna aktif, 141 ribu aplikasi yang terintegrasi dengan HMS core, serta 4,5 juta pengembang resmi. Mitra untuk Tumbuh Bersama Selama gelaran berlangsung, sejumlah mitra, seperti BCA, Vidio, hingga Bluebird juga membagikan pengalaman mereka bergabung dalam Huawei Mobile System Ecosystem serta kolaborasi yang hendak mereka jalin berikutnya bersama Huawei. Sejumlah aplikasi milik BCA juga telah mengadopsi HMS, seperti BCA Mobile, Sakuku, eBranch BCA, myBCA. BCA Mobile dirilis di AppGallery pada Februari 2020. Mulanya mereka mengadopsi HMS Kit sejak Maret 2020 dan di bulan Desember 2020 berhasil mencapai tonggak baru dengan jumlah instalasi mencapai 1 juta di AppGallery. Ini menunjukkan bahwa mengadopsi HMS menjadi langkah krusial bagi mitra untuk menjangkau konsumen lebih luas lagi sekaligus dalam rangka memenuhi kebutuhan nasabah yang telah menjadi bagian dari ekosistem Huawei. Vidio, sebagai salah satu layanan video streaming OTT di Indonesia, juga telah bergabung menjadi mitra HMS sejak semula dan terus berkolaborasi dengan Huawei dalam sejumlah kegiatan kampanye marketing yang mereka lakukan, seperti peluncuran HUAWEI MatePad T10 Kids Edition dan HUAWEI Matepad 11 yang telah lalu. Setelah peluncuran aplikasi mereka di HUAWEI AppGallery, aplikasi mereka kini telah mencapai delapan juta lebih impresi per bulannya di AppGallery, pengunduhan aplikasi meningkat hingga rata-rata 30 kali lipat setiap bulannya, tingkat konversi juga meningkat hingga 969%. Ke depannya, Vidio dan Huawei berencana untuk menggelar kegiatan kampanye marketing bersama melalui perangkat-perangkat lainnya, serta peluncurannya di HUAWEI Vision (Smart TV) dalam waktu dekat ini. Bagi Blue Bird, proses integrasi dengan HMS berjalan mulus karena adanya kemiripan struktur kode antara Google Mobile Service dengan Huawei Mobility Service (HMS). Selain itu, dukungan yang responsif dari tim teknis Huawei membantu mitra-mitra seperti Bluebird memupus kendala-kendala yang mereka hadapi. Blue Bird menerapkan 5 HMS kit yang selesai dalam waktu 10 hari. Ini menunjukkan bahwa proses pengadopsian HMS bisa dilakukan dengan cepat. Langkah berikutnya dalam kemitraan ini adalah perilisan versi baru dari aplikasi Blue Bird, peningkatan integrasi dengan HMS kit, serta melakukan eksplorasi untuk navigasi pada peranti-peranti wearable Huawei. “Kami selalu menempatkan kepentingan pelanggan sebagai fondasi dalam kami mengembangkan produk dan menghadirkan desain dan pengembangan. Kami terus berkomitmen dalam menawarkan pengalaman terbaik bari pelanggan melalui beragam inovasi terbaik di industri yang kami persembahkan kepada semua kalangan di sektor industri vertikal, dari produk, software, hingga layanan. Melalui komitmen ini, kami berharap dapat membangun sebuah dunia yang terkoneksi dan cerdas bagi seluruh konsumen di Indonesia di mana mereka bisa menikmati seluruh kenyamanan dan efisiensi yang dipersembahkan oleh AI dalam keseharian mereka. Kami sangat antusias bersama-sama dengan jutaan penggemar Huawei di seluruh dunia untuk siap menyambut kehadiran masa depan, hari ini,” pungkas Patrick. Tentang Huawei: Didirikan pada tahun 1987, Huawei adalah penyedia infrastruktur dan perangkat pintar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka. Kami berkomitmen untuk menghadirkan digital ke setiap orang, rumah, dan organisasi untuk dunia yang sepenuhnya terhubung dan cerdas. Portofolio produk, solusi, dan layanan menyeluruh Huawei yang kompetitif dan aman. Melalui kolaborasi terbuka dengan mitra ekosistem, kami menciptakan nilai yang langgeng bagi pelanggan kami, bekerja untuk memberdayakan masyarakat, memperkaya kehidupan rumah tangga, dan menginspirasi inovasi dalam organisasi dalam segala bentuk dan ukuran. Di Huawei, inovasi mengutamakan pelanggan. Kami berinvestasi besar-besaran dalam penelitian fundamental, berkonsentrasi pada terobosan teknologi yang memajukan dunia. Kami memiliki lebih kurang 197.000 karyawan, dan kami beroperasi di lebih dari 170 negara dan wilayah, melayani lebih dari tiga miliar orang di seluruh dunia. Huawei adalah perusahaan swasta yang sepenuhnya dimiliki oleh para karyawannya. (***)

Sandiaga Uno Pimpin Minister Talk di Global Tourism Forum 2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan event Global Tourism Forum 2021 tergolong event langka di tengah pandemi COVID-19 ini. Oleh karena itu dia mengajak President World Tourism Forum Institute Bukut Bagci untuk meningkatkan kolaborasi dengan para pemimpin negara Asean dalam mempersiapkan pembukaan kembali pariwisata. Berbicara dalam Minister Talk pada event GTF yang diselenggarakan Indonesia Tourism Forum, World Tourism Forum Institute dan Kementrian Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Sandiaga mengatakan ke depan pengembangan pariwisata bukan lagi dalam kerangka kompetisi. Hadir secara online pada kesempatan ini adalah H.E.  Dato Ali Apong, Menteri Sumber Daya Primer dan Pariwisata Brunei Darussalam, Phiphat Ratchakitprakarn, Menteri Pariwisata dan Olahraga Kerajaan Thailand,  Alvin Tan, Menteri Negara untuk Kementerian Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda, dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura. Selain itu juga hadir  H.E.  Doan Van Viet, Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam serta TITH Chantha, Sekretaris Tetap Kementerian Pariwisata, Kerajaan Kamboja “Kita harus meningkatkan kolaborasi, kerjasama informasi terutama dalam hal kasus harian pandemi global, tingkat vaksinasi dan informasi umum lainnya,” kata Menparekraf, Kamis (16/9/2021). Point kedua yang perlu ditekankan adalah bahwa penerapan prosedur kesehatan di masing-masing negara Asean adalah keharusan dan menjadi isu kritis yang harus terus digaungkan dan diterapkan dengan disiplin tinggi “Point ketiga adalah saya mengimbau Bulut Bagci, President WTFI untuk bekerjasama dengan negara-negara Asean, membangkitkan Intra Asian inbound traveler,” tambahnya. Apalagi Ministers Talk telah menjadi  bagian dari agenda Forum Pariwisata Global 2021 dan kesempatan di mana para menteri berbagi pemikiran dan pengalaman dalam masalah khusus dari rencana untuk membuka Kembali Destinasi Pariwisata ASEAN untuk Turis Internasional. Bagi Indonesia sendiri kebijakan dan langkah-langkah utama untuk memulai kembali kegiatan pariwisata dengan cara yang paling aman dan akhirnya buka kembali destinasi wisata dengan penilaian yang teliti dan cermat. Pada Ministre Talk tersebut, Menparekraf menekakan kesiapankRI membuka kembali destinasi wisata internasional dan yang terpenting komitmen datang dari Presiden Joko Widodo yang menggarisbawahi beberapa strategi pemulihan pariwisata. “Kami merencanakan dan mengatur pengaktifan kembali Kalender Acara di seluruh Indonesia dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang menyeluruh,” Pihaknya menekankan pentingnya mengembangkan kembali tempat-tempat wisata di Indonesia seperti MICE dan Acara (Festival, Konser Virtual, dll), Kesehatan, Kuliner, Olahraga serta Edutourism. (***)

Survei Pandangan Masyarakat Tentang Vaksinasi Covid-19: Antusiasme Warga Tinggi

Hasil survei Change.org Indonesia, Katadata Insight Center (KIC) dan KawalCOVID19.id menampilkan data bahwa responden antusias untuk divaksinasi, tapi ada kelompok terkendala dalam hal pendaftaran, antrean, dan ketersediaan stok. Hasi survei tersebut juga menyebutkan soal sumber informasi terkait Covid-19 yang paling dipercayai masyarakat. Efraim Leonard, campaigner dari Change.org Indonesia menyampaikan walaupun berbagai survei vaksinasi sudah dilakukan, survei ini memberikan gambaran yang bervariasi tentang pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, seperti: di mana warga mencari informasi, siapa yang mempengaruhi keputusan mereka untuk ikut vaksinasi, sekaligus mengumpulkan masukan tentang pelaksanaan vaksinasi untuk menjadi perbaikan ke depan. Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. Alasan bersedia atau tidak bersedia divaksinasi Dalam paparannya, Manajer Riset Katadata Insight Center (KIC), Vivi Zabkie menyebutkan bahwa 77,9% dari 8.299 responden mengaku sudah divaksin dan sebagian besar menyebutkan bahwa vaksinasi adalah tanggung jawab mereka sebagai warga negara agar dapat membasmi COVID-19 (69,8%). Sebanyak 1.130 atau 13,6% responden menyebutkan bahwa mereka belum tapi ingin divaksinasi, dengan alasan utama proses mendapatkan vaksin rumit, antriannya panjang dan ramai (34,33%). Sebanyak 17,9% dari mereka tidak mengetahui harus pergi ke mana untuk mendaftar, serta 15,9% mengaku kehabisan antrian dan kuota vaksin. Di antara 701 responden yang menyebutkan bahwa mereka belum dan tidak ingin divaksinasi, alasan utamanya adalah merasa tidak membutuhkan vaksin selama bisa menjaga imunitas tubuh (70,2%), tidak percaya efektivitas vaksin (53,7%), dan memiliki penyakit bawaan (12,4%). Sekitar 76% dari responden yang belum dan tidak ingin divaksinasi adalah kelompok dewasa muda berusia 18-44 tahun. Sumber informasi yang dipercaya Dalam lanjutan paparannya, Vivi menyebutkan bahwa dari 1.130 responden yang bersedia namun belum divaksinasi, 26,2% dari mereka menyebutkan tidak tahu cara mendapatkan vaksin. Mayoritas dari kelompok ini berharap agar informasi tentang vaksinasi muncul di kanal yang bersifat langsung dan dekat dengan lingkungan mereka, seperti pengumuman dari ketua RT/RW (60,5%), disusul kanal informasi publik non pemerintah (50,8%). Sebanyak 79,2% responden yang belum yang bersedia namun belum divaksinasi menjawab bahwa mereka mengetahui apakah mereka memenuhi syarat untuk divaksinasi atau tidak. Di kelompok yang sudah divaksinasi maupun yang belum tapi ingin divaksinasi (total: 7,528 orang), 80,2% menyatakan mudah mendapatkan informasi tentang jenis-jenis dan kemanjuran vaksin. Rata-rata dari mereka mendapatkan informasi tersebut melalui kanal informasi publik non pemerintah (61,9%), disusul media sosial pemerintah pusat (42.2%) dan pemberitaan/iklan di televisi (24,6%). Sementara 19,8% sisanya menyatakan tidak mudah mendapatkan informasi tentang kemanjuran vaksin dan jenis-jenisnya, serta mengharapkan informasi tersebut bisa didapatkan di media sosial pemerintah pusat (56,6%), disusul kanal informasi publik non pemerintah (54,2%) dan pemberitaan/iklan di televisi (47,6%). Sementara ketika ditanya siapa yang dipercayai untuk memberi informasi tentang vaksinasi, 48,6% dari total responden yang berjumlah 8.299 orang mempercayai informasi dari WHO dan CDC, diikuti oleh dokter (48,1%) dan Satgas COVID-19 (47,2%). Sedangkan yang menduduki peringkat terendah dari segi kepercayaan adalah tokoh politik (2%), WhatsApp broadcast (2,6%), lalu influencer dan selebriti (3,7%). Pentingnya informasi di lingkungan terdekat Bagian pertama dari survei ini memberi gambaran antusiasme responden untuk mengikuti program vaksinasi COVID-19 serta mengafirmasi peran otoritas kesehatan dan profesi kedokteran sebagai influencer yang paling dipercaya. Kedepannya, penting agar informasi terkini tentang vaksinasi tersedia di lingkungan terdekat melalui partisipasi aktif ketua RT/RW, serta peningkatan edukasi seputar peran vaksinasi dalam memperkuat imunitas tubuh. Co-founder KawalCOVID19.id Elina Ciptadi juga menambahkan, “Jangan sampai warga yang antusias untuk divaksinasi jadi putus asa karena sulit mendapatkan informasi terkini, atau terhambat masalah stok dan prosedur pendaftaran.” Tentang Survei Pandangan Masyarakat tentang Vaksinasi COVID-19 Survei ini merupakan kolaborasi Change.org Indonesia, Katadata Insight Center dan KawalCOVID19.id untuk mendapatkan masukan publik mengenai pelaksanaan vaksinasi di Indonesia serta perbaikan yang bisa dilakukan kedepannya. Survei ini disebarkan 6-21 Agustus 2021 secara online ke seluruh Indonesia dengan melibatkan 8.299 responden menggunakan metode convenience sampling. Kuesioner mencari pandangan sekaligus masukan publik terhadap tiga topik berikut Kemauan divaksinasi dan sumber informasinya (paparan: dibahas 15 September 2021) Masukan terhadap proses vaksinasi (paparan: 22 September 2021, pukul 13.30 WIB) Pandangan seputar vaksinasi berbayar (paparan: 29 September 2021, pukul 13.30 WIB) Karena penyebarannya yang menggunakan convenience sampling, ada proporsi responden yang berbeda dengan proporsi riil penduduk Indonesia per wilayah, di antaranya proporsi responden wilayah urban Jawa, kelompok usia dewasa muda, serta SES A-B lebih terwakili di survei ini dibanding dengan realita masyarakat Indonesia yang berada di SES B-C-D dan tinggal di wilayah non urban. (***)

Respons Banjir DMC di Tiga Provinsi, Tambah Tenda Pengungsian hingga Peresmian Jembatan Darurat

Disaster Management Center ( DMC ) Dompet Dhuafa menurunkan tim respons beserta jaringan relawan Komunitas Ayo Tolong DMC Dompet Dhuafa ke tiga titik: Bogor (Jawa Barat), Mamasa ( Sulawesi Barat), dan Katingan (Kalimantan Tengah). Di Bogor, tim DMC baru saja meresmikan jembatan darurat penghubung antara Kampung Cigowong, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg (13/9/2021). Jembatan ini menjadi penghubung krusial lantaran menjadi akses sarana pendidikan dan ekonomi untuk tiga kampung, Kampung Cigowong, Kampung Taman Sari dan Kampung Mekar Jaya. Ketika jembatan ini rusak akibat banjir bandang, sebanyak 900 KK terdampak akibat wilayah yang menjadi terisolasi. Selain itu melalui mobil Dapur Keliling (Darling) di Bogor, tim membuka Dapur Umum dan Pos Hangat yang dikelola bersama masyarakat setempat untuk menyajikan makanan dan minuman sebanyak 400 porsi. “Alhamdulillah, kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan partisipasinya serta kerja samanya dari pihak DMC. Baik harta, tenaga, pikiran sehingga terwujudnya jembatan ini. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang barokah, khususnya bagi tim DMC,” jelas Basri selaku Kepala Dusun Cigowong melalui pesan singkat, Senin (13/9/2021). Sedangkan di Provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Mamasa, tim bersama masyarakat setempat membantu dalam pembuatan jembatan darurat di Desa Burana (11/9/2021). Laporan terbaru, tim bersama unit Layanan Kesehatan Cuma-Cuma ( LKC ) Sulawesi Selatan menyalurkan obat-obatan berupa: CTM, Vitamin C3, dan Hands Sanitizer di wilayah puskesmas Burana. Juga membantu pengantaran pasien Puskesmas Pebulahan, Kabupaten Mamasa menuju RS Manakkar di Kabupaten Mamuju (13/9/2021). Dengan tetap membuka layanan Dapur Umum dan Pos Hangat untuk 150 porsi lebih. Terakhir di bagian Kalimantan Tengah, tim DMC membuka Dapur Umum dan Pos Hangat dengan membuat 400 porsi di Desa Tumbang Runen, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Tim juga berhasil melakukan asesmen di wilayah terdampak lainnya yakni Desa Asem Kumbang, Kecamatan Kamipang, Kabupaten Katingan. Berdasarkan pantauan asesmen tim DMC, terdapat 466 KK / 1536 jiwa terdampak, dengan rincian 320 KK / 800 jiwa mengungsi, pengungsi anak-anak sebanyak 200 jiwa. Dan sejumlah 320 unit rumah terendam beserta fasilitas umunya (sekolah, puskesmas, posyandu, masjid dan mushollah) (12/9/2021). “Kita menambah tenda pengungsian di Desa Tumbang Runen. Dan menyisir wilayah banjir untuk memantau ketinggian debit air. Sebelumnya air mencapai 100—200 sentimeter. Saat ini sudah berkurang menjadi sekitar 100—150 sentimeter,” jelas Taqi Falsafati selaku tim respon DMC Dompet Dhuafa penugasan Kalimantan Tengah melalui pesan singkat (13/9/2021). DMC Dompet Dhuafa selalu siaga di markas besarnya yang beralamat di Jalan menjangan Raya No.130, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan – Provinsi Banten. Bersama dengan relawan Komunitas Ayo Tolong DMC Dompet Dhuafa yang tersebar di seluruh Indonesia, DMC akan serta siap siaga dalam membantu dan merespon berbagai peristiwa bencana alam maupun non-alam. Masyarakat bisa menghubungi hotline 0811-6116-916 untuk informasi layanan respon darurat, mitigasi bencana maupun pelayanan pemulihan pasca bencana. (***)

Game Telegram Seru Ini Cocok untuk Long Distance Relationship

Mungkin kamu sedang jauh dari orang yang kamu sayangi, tapi sekarang, teknologi bisa membuat Long-Distance Relationship (LDR) yang kamu jalani terasa lebih mudah dari waktu ke waktu, misalnya teknologi mampu menghubungkan kamu dan dia lebih dekat secara emosional melalui Telegram. Selain bertukar pesan, berbagi stiker-stiker lucu, voice message, atau pun video call guna menjaga hubungan agar dapat terus berjalan, sebenarnya kamu juga bisa lho menggunakan cara lain untuk membawa suasana LDR lebih menyenangkan. Bagaimana caranya? Menonton film? Bukan, itu hal biasa yang kebanyakan pasangan biasa lakukan. Bagaimana kalau bermain game bersama pasangan? Game atau permainan bisa jadi salah satu kegiatan romantis dan seru untuk menghabiskan waktu bersama pasangan meskipun terpisah oleh jarak yang jauh. Berikut beberapa permainan di Telegram yang bisa kamu mainkan dengan orang yang kamu sayangi. Yuk tingkatkan kencanmu dengan kegiatan-kegiatan yang menarik berikut ini! Quizarium Quizarium bisa jadi cara untuk kamu unjuk kemampuan dalam hal pengetahuan umum, sejarah, pop, hingga entertainment. Tantang pasanganmu dalam trivia ini, kemudian siapkan kejutan hadiah jika dia berhasil menang. Menyenangkan, bukan? Bagaimana cara bermainnya? Buat grup di Telegram Cari @quizarium dan masukan bot sebagai member ke dalam grup Ketik / di dalam chat untuk mengaktifkan perintah, lalu pilih /start untuk memulai game-nya Pilih salah satu kategori atau pilih “all” untuk mendapatkan pertanyaan acak Kamu bisa mulai permainan Unobot Jangan sedih kalau kamu nggak bisa memainkan permainan seru yang satu ini secara fisik, karena sekarang permainan ini dapat dimainkan di Telegram! Aturan mainnya mirip dengan permainan aslinya, untuk memenangkan permainan, kamu harus menghabiskan semua kartu di tanganmu dengan mencocokkan simbol, angka atau warna dari kartu yang telah dimainkan sebelumnya. Tapi, kamu nggak perlu berteriak “UNO” saat memegang kartu terakhirmu karena pasanganmu tentu nggak akan bisa dengar. Kalau kamu menang, mungkin kamu bisa meminta pasanganmu untuk memasak, bernyanyi, menuliskan puisi atau melakukan tantangan seru lainnya sesuai keinginanmu. Bagaimana cara bermainnya? Buat grup di Telegram Cari @unobot dan tambahkan bot sebagai member ke dalam grup Ketik / di dalam chat untuk memulai permainan Ketik / di dalam chat lagi untuk bergabung dengan permainan Mulai kapan saja ketika semua pemain telah siap Gamee Apakah kamu pasangan klasik? Telegram akan membawamu kembali ke era retro dalam Gamee dan kamu bebas memilih dari bermacam jenis permainan sesuai kategori yang tersedia di dalam Gamee, misalnya olahraga, panahan, action, balapan, dan sebagainya. Ada beberapa instruksi untuk tiap permainan, jadi kamu nggak perlu khawatir gagal paham dengan permainan-permainannya. Kalau pasanganmu kalah, kamu bisa membuat tantangan baru dengan bermain Truth or Dare. Pasti lebih seru! Bagaimana cara bermainnya? Buat grup di Telegram Cari @gamee dan tambahkan bot sebagai member ke dalam grup Ketik / di dalam chat untuk mengaktifkan perintah, lalu pilih salah satu tombol pilihan untuk memilih salah satu kategori Pilih permainan yang mau kamu sukai dan mulai lah bermain! Siapa bilang Long-Distance Relationship nggak bisa seru? Telegram menyediakan banyak fitur yang dapat digunakan untuk terhubung dengan pasanganmu, termasuk beberapa permainan seru untuk berbagi kebahagiaan dan menghabiskan waktu bersama agar bisa tetap dekat dengan cara-cara yang baru. Tetap kuat dan bahagia sampai kalian berdua bertemu lagi, ya! Telegram adalah aplikasi pesan instan berbasis cloud di perangkat seluler dan desktop yang berfokus pada kecepatan dan keamanan. Dengan hampir 500 juta pengguna secara global, aplikasi Telegram dapat digunakan di beberapa perangkat pada saat yang sama – pesan dapat disinkronkan secara otomatis dengan mulus di ponsel, tablet, atau komputer Anda. Dengan Telegram, pengguna dapat mengirim pesan, foto, video, dan semua jenis file (doc, zip, mp3, dll.) serta membuat grup hingga 200.000 anggota atau saluran untuk menyebarkan informasi ke jumlah penerima yang tidak terbatas. Pengguna dapat menulis ke kontak telepon dan menemukan orang lewat nama pengguna mereka. Telegram seperti campuran SMS dan email – dan dapat mengurus semua kebutuhan pesan pribadi atau bisnis Anda. Untuk privasi ekstra, Telegram juga mendukung panggilan suara terenkripsi, dengan pengaturan lanjutan dan kebijakan yang revolusioner. Jika pengguna menginginkan privasi, Obrolan Rahasia (Secret Chat) di perangkat kami memiliki fitur Self-Distruct yang akan menghapus pesan, foto, dan video dengan sendirinya. Unduh aplikasi untuk iOS (9.0 ke atas), Android (4.1 ke atas), dan Windows Phone atau gunakan versi web Telegram atau pasang aplikasi desktop untuk Windows, macOS, dan Linux. (***)

Hari Pers Nasional 2022, PWI Dukung Agenda Green dan Mitigasi Iklim

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berdiskusi dengan Ketua Panitia Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Auri Jaya,  di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta, Jumat (10/9/2021). Diskusi berkaitan dengan agenda    peringatan Hari Pers Nasional (HPN ) tahun 2022 yang akan diselenggarakan di Sulawesi Tenggara (Sultra), yang puncak acaranya berlangsung pada 9 Februari 2022. Dalam pertemuan tersebut Menteri Siti mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam Peringatan Hari Pers Nasional 2022  dapat menggaungkan isu-isu kepedulian terhadap lingkungan hidup dan kehutanan melalui aksi-aksi lapangan, seperti: rehabilitasi mangrove, rintisan Program Kampung Iklim (Proklim), dan pelepasliaran satwa. Itu semua  mengarah pada upaya pembangunan hijau di Indonesia. “Jadi nanti kegiatan pro lingkungan di HPN 2022, bisa menjadi program PWI dan Kementerian LHK, yakni rehabilitasi mangrove, Kampung Iklim Wartawan, dan pelepasliaran satwa dilindungi di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai,” ujar Siti Nurbaya. Isu penanggulangan perubahan iklim penting untuk digaungkan saat ini karena masyarakat dunia makin  merasakan akibat nyata dari krisis iklim, seperti bencana hidrometeorologis kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di seluruh dunia. Menteri Siti ingin agar PWI dapat membantu menggugah kepedulian publik melalui penggaungan isu pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan khususnya isu penanggulangan perubahan iklim. Menanggapi hal tersebut, Auri Jaya mengatakan bahwa isu terkait lingkungan hidup akan menjadi salah satu tema peringatan HPN 2022, selain masalah masa depan wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media. “Masalah lingkungan hidup akan menjadi salah satu isu penting yang diangkat dalam peringatan HPN 2022 karena lingkungan hidup masih akan menjadi isu penting dan relevan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Auri Jaya dalam pertemuan tersebut. Auri Jaya dan Wakil Bendara Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Dar Edi Yoga pun setuju kegiatan yang akan dilakukan pada peringatan HPN 2022 antara lain menggagas program Kampung Iklim Wartawan di Kendari. Menteri Siti menambahkan jika Program Kampung Iklim (Proklim) merupakan salah satu upaya besar adaptasi perubahan iklim yang sedang dikerjakan oleh KLHK bersama masyarakat di tingkat tapak. Proklim  merupakan program berlingkup nasional yang dikelola oleh KLHK dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi GRK, serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah. Siti Nurbaya mengatakan, program Kampung Iklim yang dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa akan segera diperkenalkan pada saat puncak Hari Pers Nasional 2022. Ia pun menjelaskan jika Proklim akan diusung pula pada forum The 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) di Glasgow, Skotlandia pada 31 October 2021 mendatang. Sejumlah pejabat KLHK ikut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sekjen KLHK Bambang Hendroyono, Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Helmi Basalamah, Direktur Konservasi Tanah dan Air Muhammad Zainal Arifin, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Sri Tantri Arundhati, serta Kepala Biro Hubungan Masyarakat Nunu Anugrah. (***)

LINE OpenChat Akomodasi para Mahasiswa Baru dalam Kegiatan Ospek

Kegiatan Ospek (orientasi studi dan pengenalan kampus) merupakan sebuah kegiatan yang sangat dinantikan para mahasiswa baru sebelum memulai kegiatan perkuliahan. Kegiatan ini biasanya menjadi waktu dimana mereka dapat mengenal kajian studi mereka dengan lebih baik lagi dan mengenal teman-teman baru melalui berbagai aktivitas. Dengan kondisi pandemi seperti saat ini, seluruh kegiatan ini tentunya tidak dapat berjalan seperti biasanya. Namun bukan berarti, kenangan ospek ini tidak dapat terbentuk. Dengan teknologi digital yang dimiliki LINE, OpenChat menjadi sebuah fitur yang diminati oleh para mahasiswa baru, terjadi peningkatan jumlah keaktifan pembicaraan sebanyak 61% dan penambahan jumlah grup sebanyak 77% di dalam kategori OpenChat ‘school dan study’. Bekerjasama dengan sejumlah Universitas di Indonesia, LINE OpenChat memberikan official group untuk kegiatan ospek masing-masing kampus tersebut di mana group official ini dapat menampung hingga 200.000 anggota dengan kapasitas group chat sebesar 5000 anggota untuk setiap groupnya. Layanan ‘undang dengan link’ dapat memudahkan panitia ospek dalam mengundang mahasiswa baru untuk bergabung tanpa harus mengumpulkan nomor telepon masing-masing mahasiswa. Layanan BOT (mesin penjawab otomatis) juga diaktifkan untuk memudahkan komunikasi diantara para mahasiswa, dimana bot ini dapat berfungsi untuk menyambut mahasiswa baru, mengatur jadwal atau pengingat kegiatan yang berkaitan dengan ospek, dan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diutarakan oleh para mahasiswa, sehingga panitia tidak perlu lagi menjawab hal yang sama secara berulang. Cindy Ayu, Wakil Kepala Divisi Manajemen Informasi Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjajaran 2021, mengatakan “Kapasitas ruang percakapan yang besar di LINE OpenChat sangat bermanfaat dalam menyebarkan informasi seputar kegiatan ospek dan perkuliahan di Unpad secara efektif dan realtime. “Selain memudahkan dalam komunikasi, bot penjawab otomatis juga sangat membantu dalam mengelola grup,” tambahnya, Rabu (9/9/2021). Hingga saat ini grup LINE OpenChat Universitas Padjajaran (Unpad) telah memiliki anggota hingga 5300 mahasiswa baru. ​ Ngurah Dinata, Menteri Komunikasi, Media, dan Informasi BEM Universitas Udayana, mengatakan “LINE OpenChat sangat memudahkan dalam mengumpulkan dan mengelola diskusi karena chat roomnya bisa mencapai 5000 orang. Selain itu, ada banyak fitur yang membantu, seperti pengumuman dan bot filter spam,” Universitas Udayana (Unud) sendiri telah menggunakan LINE OpenChat sejak tahun 2018 sebagai media untuk menghubungkan para maba dan bertukar informasi terkait kegiatan ospek pada tingkat universitas dan fakultas. “Sebagai aplikasi yang banyak digunakan oleh generasi Z saat ini di Indonesia, LINE akan terus berupaya untuk menciptakan ekosistem yang supportif terhadap berbagai kebutuhan penggunanya. Terlepas dari kondisi pandemi, dengan keahlian digital yang dimiliki, LINE melalui fitur OpenChat berharap dapat menjangkau lebih banyak universitas di Indonesia untuk mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan,” ujar Trisnia Anchali Kardia, Chief Commercial Officer, LINE Indonesia. Selain Unpad dan Unud, terdapat beberapa universitas lainnya yang telah bergabung dan menjadikan LINE OpenChat sebagai platform resmi untuk kegiatan ospek, yaitu Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Multimedia Nusantara, dan Universitas Islam Indonesia. ​(***)