Author: Ahmad Yani

Percepat Program Vaksin Nasional, Sequis Gelar Vaksinasi  

PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis) berinisiatif memberikan vaksinasi bagi warga Medan untuk mendukung target 70% penduduk Indonesia mendapatkan vaksin Covid-19 demi mendorong tercapainya kekebalan komunal dan mendukung pemulihan ekonomi nasional khususnya di kota Medan yang sempat menjadi zona merah pada awal pemberlakuan PPKM. Kegiatan vaksinasi Covid-19 diselenggarakan pada Sabtu 9 Oktober 2021 di Jl. Setia Jadi No-16, Medan dengan menggunakan vaksin Sinopharm. Kegiatan vaksin ini menargetkan karyawan, tenaga pemasar, dan nasabah serta mitra bisnis Sequis. Vaksinasi juga terbuka bagi masyarakat umum di Medan yang belum mendapatkannya. Kegiatan vaksinasi dipimpin oleh BP Founder Trust Agency Sequis Rudy Ng  yang ikut menerima vaksin Covid-19. “Vaksinasi yang kami selenggarakan hari ini adalah bagian dari vaksinasi gotong royong yang telah diselenggarakan Sequis sebelumnya pada 21 Mei 2021 untuk sekitar 500 karyawan Sequis di kantor pusat. Pelaksanaan vaksinasi di Medan tidak saja menargetkan karyawan dan agen tapi juga masyarakat sekitar karena kami ingin memperluas cakupan penerima program vaksin gotong royong dari Sequis. Tentunya, semakin banyak masyarakat yang menerima vaksinasi covid-19 maka semakin banyak yang terlindungi. Pada akhirnya akan mendukung pemulihan ekonomi di Medan,” sebut Rudy. Rudy berpesan agar masyarakat tidak perlu takut divaksin yang terpenting tetap menjaga kesehatan dan cukup beristirahat. Ia pun menyarankan masyarakat agar tidak pilih-pilih vaksin karena semua vaksin yang tersedia telah mendapat izin penggunaan darurat dari Badan POM dan akan terus diawasi oleh pemerintah. “Ketakutan akan vaksinasi terkalahkan oleh manfaatnya yang besar, yaitu melindungi diri dan keluarga, merasa aman saat beraktivitas, dan bilamana terinfeksi maka pemulihan akan lebih cepat,” sebutnya. Pelaksanaan vaksinasi covid-19 yang dilakukan Sequis di Medan bekerja sama dengan RS Siloam Dhirga Surya (bagian dari Siloam Hospital Group). Data para peserta diverifikasi dahulu oleh Biofarma, kemudian diteruskan ke RS Siloam untuk didaftarkan melalui aplikasi MySiloam. Selanjutnya, 3 hari sebelum tanggal penerimaan vaksin, peserta yang sudah mendaftar dan telah terverifikasi dapat langsung melakukan pre-registrasi dan mencocokkan datanya untuk sertifikat vaksin. Pada hari H, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menghindari antrian dan kerumunan. Seluruh tata laksana kegiatan vaksinasi dijalankan sesuai protokol kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah dengan menerapkan 5M. “Virus covid masih ada tapi dengan tetap patuh pada protokol meskipun PPKM telah dilonggarkan dan memberi diri divaksin berarti kita sudah berpartisipasi mendukung bangsa kita keluar dari masa pandemi yang telah menyulitkan kita selama hampir dua tahun ini,” tutup Rudy. Menutup keterangannya, Rudy menyinggung soal Bulan Inklusi Keuangan tahun 2021 yang dilaksanakan secara serempak oleh Kementerian/Lembaga, regulator, asosiasi & lembaga jasa keuangan dan e-commerce. Katanya, pelaksanaan vaksinasi dari Sequis selaras dengan tema BIK tahun ini, yaitu Inklusi Keuangan untuk Semua, Bangkitkan Ekonomi Bangsa. “Upaya perusahaan mendukung percepatan vaksinasi akan ikut mendorong pemulihan ekonomi. Pada momen BIK tahun 2021, kami mengimbau bagi mereka yang sudah menerima vaksin juga memastikan untuk segera lakukan perencanaan jangka panjang dengan melengkapi diri dan keluarga dengan asuransi jiwa & kesehatan demi menjaga ketahanan finansial dari risiko tak terduga terutama pada masa pandemi. Dengan memiliki asuransi, kita dapat mengakses perawatan kesehatan yang terbaik sebab biaya perawatan medis akan ditanggung oleh perusahaan asuransi senilai perjanjian polis dan tentunya membantu kita terhindar dari beban keuangan yang dapat terjadi pada masa depan,” tutupnya. Pernyataan ini terbukti dari sejumlah klaim yang telah dibayarkan Sequis terkait covid-10, yaitu klaim kematian dan kesehatan terkait covid-19 sampai dengan September 2021 mencapai lebih dari Rp327.941 miliar untuk lebih dari 12,201 kasus. (***)

DMC Dompet Dhuafa Buka Dapur Umum dan Pos Hangat di Walenrang Utara

Disaster Management Center ( DMC ) Dompet Dhuafa terus mengupayakan bantuan untuk penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Tim DMC Dompet Dhuafa membuka Dapur Umum dan Pos Hangat dengan menyediakan ratusan porsi untuk Desa Sangtandung dan Desa Bolong, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu. Kemudian bersama tim relawan gabungan, bersama-sama bantu menyalurkan logistik dan pemasangan tenda pengungsi untuk penyintas Desa Sangtandung. “Menyalurkan logistik,  terpal, tikar, popok bayi, lilin, dan autan di pengungsian Desa Santandung,” jelas Syarif selaku relawan DMC Dompet Dhuafa penugasan Sulawesi Selatan. Berdasarkan asesmen tim di lapangan, total penyintas yang mengungsi ada 23 KK / 94 jiwa. “Alasan mengungsi karena masyarakat masih cemas dan khawatir,” sambuh Syarif. Selain itu tim melakukan asesmen jembatan rusak yang menjadi penghubung Dusun Buntu Awo dan Dusun Kole, Desa Siteba, Kecamatan Walenrang Utara. Jembatan ini juga digunakan masyakarat untuk menyebrang termasuk anak-anak sekolah. Adapun rincian jembatan yang rusak ialah jembatan dengan panjang 51 meter dan lebar 2 meter. Sebelumnya Desa Sangtandung merupakan desa terakhir yang terisolasi akibat material lumpur yang menghalangi jalur transportasi. Laporan Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kabupaten Luwu, Rahman Mandaria per Selasa (5/10/2021) pukul 21.00 WIB, keenam desa di Walenrang Barat sudah bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Namun tersisa Desa Sangtandung yang masih terisolir. “Masih terdapat 1 Dusun terisolir di Desa Sangtandung, Kecamatan Walenrang Utara,” keterangan Rahman sebagaimana dalam rilis resmi BPBD Sulawesi Selatan. Selain sulit dilalui, Rahman juga menambahkan bahwa kondisi akses jalur berada pada kawasan yang rawan dan dikhawatirkan dapat terjadi longsor susulan. Berdasarkan pendataan lanjutan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu bersama tim gabungan, banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Luwu telah berdampak di 12 desa dan satu kelurahan yang berada di lima kecamatan. Rincian 12 desa dan satu kelurahan yang terdampak meliputi, Kelurahan Bulo di Kecamatan Walenrang, Desa Ilan Batu di Kecamatan Walenrang Barat, Desa Sangtandung dan Desa Bolong di Kecamatan Walenrang Utara, Desa Kendekan, Desa Rante Damai, Desa Taba dan Desa Seba-Seba di Kecamatan Walenrang Timur. Kemudian Desa Seriti, Desa Pelalan, Desa Pompengan dan Desa Pompengan Timur di Kecamatan Lemasi Timur. Banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga telah menyebabkan 4 warga meninggal dunia, 169 jiwa mengungsi, 771 KK/3.084 jiwa terdampak, 165 KK terisolir dan 20 orang sempat dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif. Di samping itu, ada 771 unit rumah yang terdampak banjir, 5 unit rumah bahkan mengalami rusak berat, 2 unit rumah terancam longsor, 15 hewan ternak hanyut, 1.432 hektar lahan pertanian dan perkebunan terdampak serta 14 titik tanggul dengan total sepanjang 150 meter jebol. (***)

Cara Seru Belajar Mengajar dari Rumah dengan Aplikasi Video Pendek

Belajar dari rumah adalah kegiatan yang menantang untuk semua pihak, baik guru, orang tua, maupun murid. Suasana belajar daring yang jauh berbeda dibanding belajar di kelas bersama agaknya menyulitkan para guru untuk mengatur para murid yang baru memulai kelas sudah merasa bosan. Oleh karena itu, para guru harus memiliki ide-ide kreatif agar metode pembelajaran yang dilakukan dapat lebih menarik perhatian. Noviantik Karolina, seorang guru dari SD Negeri 6 Klampok, Banjarnegara, Jawa Tengah, juga merasakan tantangan mengajar daring di masa pandemi COVID-19 ini. Ia bahkan beberapa kali melakukan eksplorasi untuk menemukan metode mengajar yang lebih seru dan efektif untuk para muridnya. “Lebih dari satu setengah tahun menjalani proses belajar mengajar secara daring membuat siswa mulai merasa jenuh. Oleh sebab itu, saya mencoba mencari cara mengajar baru yang lebih efektif bagi murid saya,” ucap Noviantik. Ide Noviantik untuk mengajar lewat video pendek tentu saja tidak datang secara tiba-tiba. Ia sudah melakukan uji coba sederhana dengan cara membuat video panjang untuk materi “bilangan bulat negatif dan positif” kepada para muridnya. Hasilnya tidak efektif karena 10 dari 18 murid justru memperoleh nilai di bawah standar. “Beberapa siswa mengakui mereka tidak menonton video tersebut hingga selesai karena merasa bosan dengan durasi yang terlalu panjang. Sehingga, mereka mengerjakan ujian tanpa memahami materi dengan baik,” jelas Noviantik. Bukan tanpa alasan Noviantik memilih metode mengajar melalui video pendek. Ternyata, keefektifan belajar melalui video pendek untuk para siswa sudah dibuktikan melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Wisconsin pada 2018 lalu. Siswa menjadi lebih mudah menyerap informasi dan lebih fokus sehingga proses belajar dan mengajar menjadi lebih mengasyikkan. Noviantik memang pengguna aktif platform video pendek SnackVideo. Dari sini, ia melihat solusi pembelajaran untuk diberikan kepada para murid. Ia kemudian kembali menguji materi “bilangan bulat negatif dan positif” untuk ia berikan kepada para muridnya. Ternyata, terlihat hasil yang jauh berbeda. Total 16 dari 18 murid justru mendapatkan nilai yang melampaui standar ketika mereka melakukan ujian evaluasi. Kedua uji coba yang Noviantik lakukan tersebut kemudian menjadi referensi baginya bahwa ternyata video pendek jauh lebih efektif untuk digunakan dalam proses belajar dan mengajar daring bagi para muridnya dibanding dengan video panjang. Selain menghibur, video pendek juga membuat para murid tidak cepat bosan dan membuat mereka lebih terlibat dalam pembelajaran. Lewat aplikasi video pendek seperti SnackVideo, penyampaian informasi dapat lebih efisien dan efektif karena beberapa kalimat atau kata terlihat menjadi lebih menarik melalui permainan jenis huruf, ukuran, dan warna. Detail-detail seperti itu dianggap penting agar murid dapat lebih mudah memahami informasi yang disajikan. Peran Orangtua Metode pengajaran yang dilakukan Noviantik ini tentu saja dapat dilakukan pula oleh para orang tua di rumah. Cara efektif yang membuat belajar dan mengajar lebih seru ini mudah untuk dilakukan. Para orang tua bisa mempelajari langkah-langkah sederhana untuk membuat video pendek melalui aplikasi SnackVideo dan menggunakan video pendek untuk membantu anak mengikuti proses belajar mengajar dengan cara yang lebih seru dan efektif. Aplikasi video pendek seperti SnackVideo hadir tidak hanya sebagai wadah untuk berkreasi dan bertukar informasi, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, baik pendidikan formal maupun informal. (***)

Luncurkan Produk Buy Now Pay Later untuk B2B, Paper.id Bantu UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

Perusahaan startup invoicing B2B terbesar di Indonesia yang sejak awal tahun telah memproses invoice senilai 640 juta Dolar, Paper.id mengumumkan peluncuran produk terbaru Buy Now, Pay Later (BNPL) yang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah. Bagi pelaku usaha yang belum membutuhkan, mereka bisa merasakan manfaat dari produk BNPL melalui fitur baru bernama Get Paid Faster. Fitur-fitur ini diharapkan dapat menjadi solusi pendanaan terbaik yang sangat dibutuhkan oleh lebih dari 200.000 UMKM di Indonesia. Lewat peluncuran produk-produk tersebut, Paper.id bertujuan untuk membantu mengatasi masalah utama UMKM selama pandemi COVID-19. Banyak UMKM harus membatasi kegiatan bisnis mereka dan kesulitan dalam memenuhi permintaan konsumen tanpa sumber pendanaan bisnis di masa pandemi ini. Menurut riset Atradius, proses pembayaran ke supplier melambat sebesar 32%, menjadi 75 hari lamanya jika dibandingkan sebelum pandemi. Hal ini membuat arus kas bisnis menjadi terganggu dan menyebabkan satu hingga dua bisnis ritel harus gulung tikar setiap harinya di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, Paper.id menggandeng investor strategis, Buana Sejahtera Group sebuah grup perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, logistik, dan perhotelan guna memperluas kapabilitas Paper.id dalam pendanaan bisnis dan penetrasi ke dalam supply chain konvensional. Simon Pratama selaku Direktur Buana Sejahtera Group, mengatakan pihaknya telah berinvestasi pada sejumlah perusahaan, terutama perusahaan fintech dan payment di Indonesia yang dapat bersinergi dengan visi dan misi kami serta investasi lainnya. “Kami melihat, Paper.id dengan berbagai keunggulan unik yang dimiliki, seperti invoicing, payment dan pendanaan bergerak sebagai startup yang bukan hanya membantu proses digitalisasi dan pendanaan dalam ekosistem kami, tapi juga membantu para pelaku usaha lainnya di supply chain lain di seluruh Indonesia,” ujarnya, Kamis (8/10/2021). CTO dan Co-Founder Paper.id, Yosia Sugialam mengatakan berdasarkan data internal, kebanyakan UMKM dalam B2B hanya memiliki sedikit opsi untuk membayar supplier mereka, yakni dengan metode cash atau transfer bank saja. “Kami memberikan lebih banyak opsi lewat produk BNPL dan pembayaran digital, seperti kartu kredit, terlepas apakah supplier mereka menyediakan metode pembayaran tersebut. Kabar baiknya, fitur-fitur tersebut akan dihadirkan bagi semua pengguna Paper.id”. Sejak diluncurkan, Paper.id telah memvalidasi lebih dari 3000 invoice untuk produk BNPL,” katanya. Proses penggunaan produk ini dapat dimulai dari sisi supplier atau buyer. Dari sisi supplier, prosesnya dimulai dengan membuat invoice untuk buyer melalui platform invoicing Paper.id. Setelah itu, buyer akan menerima dan mengecek apakah invoice telah sesuai dan mengandung data-data yang benar seperti info produk, jumlah, dan harga. Invoice yang telah divalidasi oleh supplier dan buyer dapat dicairkan lebih cepat dari jatuh tempo yang telah disepakati dengan biaya yang terjangkau. Demikian pula dari sisi buyer, mereka dapat memasukkan invoice pembelian atau permintaan pembayaran untuk membayar supplier mereka dengan berbagai opsi pembayaran digital, termasuk kartu kredit, terlepas apakah supplier memberikan opsi tersebut atau tidak. Jika buyer membutuhkan perpanjangan tempo pembayaran, mereka dapat memilih metode pembayaran BNPL yang disediakan oleh Paper.id yang dapat dilunasi di kemudian hari. Alih-alih membayar langsung atau satu minggu setelahnya, buyer bisa mendapatkan perpanjangan tempo hingga 30 hari. Seiring dengan keadaan pandemi COVID-19 yang semakin membaik di tanah air, dampaknya masih tetap terasa baik secara positif maupun negatif. Menanggapi hal tersebut, CEO dan Co-Founder Paper.id, Jeremy Limman mengatakan bahwa kondisi pandemi saat ini memberikan kesempatan yang unik bagi pihaknya untuk turut serta membantu menstabilkan keadaan UMKM dalam berbisnis sekaligus memberikan opsi lebih banyak untuk mengatasi masalah arus kas, baik secara finansial maupun operasional. “Kedua solusi ini telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Paper.id telah menyalurkan pendanaan berbasis rantai pasok lebih dari 10 juta Dolar dan mengklaim bahwa tingkat pembayaran digital naik 3 kali lipat sejak peluncuran kedua produk tersebut,” katanya. Selagi faktur dan pembukuan gratis masih terus berkembang, Paper.id melihat percepatan tingkat pertumbuhan dan adopsi melalui produk-produk pendanaan dan pembayaran digital melengkapi trifecta dalam transaksi B2B: invoice atau dokumen bisnis, pembayaran dan pendanaan. “Kami telah mengamati bahwa perusahaan yang menggunakan fasilitasi pendanaan, cenderung menggunakan pembayaran dan invoicing digital juga. Ini menjadi putaran positif yang memperkuat perusahaan sekaligus mentransformasikan dan mendigitalisasikan seluruh supply chain” ujar Yosia. Jeremy Limman juga menambahkan bahwa, “Kami bersemangat melihat momentum ini dan melihat ke depan bahwa tidak hanya mengubah beberapa supply chain dari berbagai segmen, tapi juga memberdayakan banyak supplier dan buyer dengan opsi pembayaran dan pendanaan usaha yang mereka butuhkan”. (***)

Indodax Bantu Selamatkan Satu Nyawa Penderita Penyakit Kritis Setiap Bulan

Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, startup exchange aset kripto, Indodax mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan yang bertajuk “Satu Bulan Satu Nyawa”. Program ini merupakan pemberian bantuan donasi kepada penderita penyakit kronis di beberapa daerah di Indonesia. Program yang sudah berjalan sejak bulan Juli 2021 ini, merupakan komitmen serta wujud nyata dari Indodax sebagai perusahaan yang peduli terhadap sesama. Untuk pelaksanaan program ini, Indodax bekerjasama dengan startup AyoBantu.com. Startup yang berdiri di Semarang, Jawa Tengah, pada awal 2020 ini diawali oleh rasa kepedulian pendirinya terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia. AyoBantu dipilih oleh pihak Indodax karena dirasa memiliki visi, misi, dan tujuan yang selaras. Tidak hanya itu, AyoBantu sebagai Yayasan Sosial pun sudah memiliki perizinan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. CEO Indodax Oscar Darmawan mempercayakan tim dari AyoBantu untuk menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat. Meskipun program CSR ini bertajuk “Satu Bulan Satu Nyawa”, pada praktiknya Indodax melakukan lebih dari satu kampanye penyaluran dana sekaligus dalam satu bulan. Oscar berharap bahwa apa yang Indodax berikan dapat membantu para penerima manfaat. “Selama program “Satu Bulan Satu Nyawa” berlangsung, penyaluran dana ini diamanahkan langsung kepada tim Ayobantu. Jadinya, AyoBantu yang nantinya akan memberikan sumbangan dari kami kepada pihak penerima manfaat. Beberapa program yang kita bantu seperti sumbangan untuk anak yang menderita tumor, kanker maupun penyakit yang membahayakan nyawa lainnya. Kami berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban para penerima manfaat. Saya kira dalam berbisnis kita tidak bisa melupakan tanggung jawab sosial kita ke masyarakat,” jelas Oscar, Rabu (6/10/2021). Sebagai mitra dari Indodax, CEO AyoBantu Agnes Yuliavitriani menyampaikan “sejak Ayobantu berdiri pada awal 2020 lalu, Indodax telah menjadi mitra berkelanjutan Ayobantu yang kami sebut sebagai #brandpeduli dan terus memberikan dukungan secara konsisten pada banyak kampanye sosial yang kami adakan. Indodax telah memberikan contoh bahwa setiap keberlangsungan usaha yang baik memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan nilai dan dampak yang meluas kepada masyarakat sekitar. Salah satunya melalui program “Satu Bulan Satu Nyawa” ini, kami senang turut menjadi bagian dari aksi nyata untuk sesama. Kami berharap, kerja sama yang telah terjalin dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak dan menginspirasi banyak brand lain untuk mengambil aksi serupa”, jelas Agnes Oscar pun menambahkan, sebenarnya para member yang trading di Indodax, secara tidak langsung ikut berbuat kebaikan dengan ikut menyumbang untuk para penerima manfaat. Untuk itu, Oscar pun tidak lupa untuk mengucapkan rasa syukur dan terima kasih untuk para member yang sudah percaya pada Indodax. “Saya juga ingin berterima kasih kepada para member atas kepercayaannya untuk terus bertransaksi di Indodax. Setiap transaksi di Indodax sebagian fee dari transaksi para member kita berikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saya berharap, dengan adanya program CSR yang sudah terjalin selama ini dengan pihak AyoBantu dapat terus bermanfaat untuk para penerima manfaat dan bisa ditiru oleh perusahaan kripto dan fintech lainnya untuk masyarakat Indonesia yang lebih baik”, tutup Oscar. Sebelum program CSR Satu Bulan Satu Nyawa ini dilakukan, Indodax sudah terlebih dahulu bekerjasama dengan AyoBantu untuk melaksanakan program CSR lainnya seperti bantuan untuk korban bencana alam, pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 serta program di bidang sanitasi dengan membantu pembangunan toilet bersih. Indodax berkomitmen untuk terus melakukan kolaborasi ini secara rutin kedepannya. (***)

Lestarikan Batik, SnackVideo Pilih 5 Kreator Sebagai Duta Batik

SnackVideo, aplikasi video pendek terkemuka di dunia, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia (Kemdikbudristek) untuk meluncurkan program #SnackMencariDutaBatik. Program yang diluncurkan pada tanggal 24 September ini, berlangsung hingga 2 Oktober 2021 dan telah mencetak lebih dari 165.000 konten video pendek di platform SnackVideo dalam semangat merayakan Hari Batik Nasional. “Kami menyambut baik inisiatif dari SnackVideo yang membuat wadah kreasi bagi kalangan muda untuk lebih menghargai dan memahami seni, budaya, dan tradisi. Kami berharap bisa bekerja sama di masa mendatang untuk terus mengangkat warisan budaya kita, sehingga dirasakan kepemilikannya oleh kita semua,” ujar Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Senin (4/10/2021). Dari sekian banyak konten video yang menampilkan karya fashion, make up, karya seni, tarian, hingga musik dengan tagar #SnackMencariDutaBatik, #SeniBatik, #BatikDance #BatikFashion, dan #InfoBatik, telah terpilih lima kreator terfavorit yang dinobatkan sebagai Duta Batik SnackVideo: #BatikDance: Echa Laksmi memperlihatkan gerakan tari yang unik dan kreatif diiringi alunan musik masa kini yang di-remix dengan nuansa tradisional. #BatikFashion: Yolanda Ayu mengkombinasikan Batik menjadi busana trendy yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan. #SeniBatik: Nozi Setria menggambar motif Batik pada wajah dengan efek glow in the dark. #SeniBatik: Widya Pralistya Palupi menggambar motif Batik Megamendung di roti tawar dengan hanya menggunakan selai kacang yang dicampur dengan air dan bubuk minuman kemasan. #BatikFashion: Fazya Ars menjelaskan cara styling sebuah kain Batik tanpa dijahit melalui video tutorial mengikat dan melilit kain Batik. “Selamat kepada lima kreator yang telah terpilih sebagai Duta Batik SnackVideo. Kami juga ingin memberikan apresiasi kepada seluruh pengguna yang telah berpartisipasi pada program ini. SnackVideo akan terus tumbuh sebagai komunitas konten yang positif, kreatif, dan edukatif, serta menjadi wadah untuk melestarikan keragaman budaya Indonesia,” ujar Yugo Prabowo, Head of Business Operations SnackVideo. Tentang SnackVideo: SnackVideo adalah platform sosial yang berfokus pada berbagi video pendek yang memberikan kesempatan bagi pengguna untuk mengekspresikan gaya dan kreativitas mereka melalui pembuatan dan berbagi video pendek. SnackVideo menawarkan berbagai video dan streaming langsung yang paling menarik, lucu, dan ajaib. Pengguna dapat membuat, mengunggah, dan membagikan video asli mereka dengan menggunakan editor di aplikasi yang sangat mudah digunakan yang mencakup efek, filter, musik, dan lainnya yang membantu pengguna menjadi sekreatif yang mereka inginkan. Aplikasi SnackVideo mudah digunakan dan memungkinkan para penggunanya untuk menikmati berbagai jenis konten menarik, mulai dari komedi dan fashion hingga hewan peliharaan dan game – dan segala hal di antaranya. (***)

Diskusi “Politik Kebangsaan, Pembangunan Daerah dan Kampung Halaman”, Mahfud MD: Buzzer Hama Demokrasi

Prof. Dr. Moh. Mahfud MD menanggapi tentang tingginya kemiskinan di Madura dalam diskusi “Politik Kebangsaan, Pembangunan Daerah dan Kampung Halaman” yang diselenggarakan Universitas Paramadina secara online pada Rabu (29/9/2021). “Kalau ditanya bagaimana cara memajukan Madura, sebenarnya orang asal Madura yang maju itu tidak kembali ke Madura karena kurangnya fasilitas disana. Jadi salah satu ide yang bisa diberikan adalah memajukan pendidikan terlebih dahulu dengan cara mendirikan banyak sekolah-sekolah disana,” katanya. Selain itu menurut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia ini, Madura terkenal dengan produksi garam namun karena biaya distribusi yang mahal maka ada rencana untuk membangun pelabuhan akan membantu. “Tentu saja akan banyak penolakan karena akan terjadi penggusuran dan juga di pinggir jalan itu akan susah jika ingin berjualan kembali cuma masih akan didiskusikan hingga mendapatkan kesepakatan,” ujarnya. Terkait anggapan bahwa pemerintah saat ini dikatakan anti Islam Prof. Mahfud menjelaskan “Kalau pengertiannya anti Islam kan berarti benci, ketakutan atau malu terhadap Islam. Tetapi kalo dilihat sekarang pemerintah itu hampir semuanya Islam seperti NU, Muhammadiyah, HMI, sangat dominan hingga eksekutif, legislatif hampir semuanya Islam” katanya. Sehingga tidak ada yang dinamakan politik anti Islam karena hampir semua aspirasi mengenai Islam itu diterima semua misalnya undang-undang pesantren, hari santri hingga adanya dana abadi dimana pemerintah menyediakan dana untuk pengembangan pesantren. “Bagaimana bisa dikatakan anti Islam kalau sudah seperti itu. Bagaimana dikatakan anti islam jika misalnya ada kekalahan dalam pemilu sedangkan yang menang juga beragama Islam. Negara Indonesia ini bukan negara Islam tapi negara Islami yang menerapkan budaya dan nilai-nilai keislaman,” tambahnya. Mahfud juga menolak adanya anggapan kriminalisasi ulama ”Kriminalisasi sendiri kan memiliki arti orang yang tidak melakukan kejahatan namun dikriminalisasikan, sedangkan saat ini ulama bebas berbicara apa saja asalkan tidak memprovokasi, membuat ujaran kebencian, dan lain-lain,” katanya. Buzzer menurut Prof. Mahfud, bisa juga dikatakan hama demokrasi sebagai konsekuensi dari demokrasi. “Kalau di era dulu kan berbicara jelek mengenai presiden saja bisa hilang sedangkan sekarang dapat berbicara apa saja kemudian menyerang beramai-ramai,” katanya. Terkait menurunnya indeks demokrasi Prof. Mahfud menyatakan bahwa hal itu bukan hanya bertumpu pada pemerintah saja “Tetapi kembali juga kepada masyarakat yang tidak toleran dan juga adanya pandemi covid yang mengharuskan pemerintah bertindak keras sehingga terlihat pemerintah tegas dan seperti menghalangi orang lain.” katanya. Prof. Dr. Didik J. Rachbini mengungkap adanya anggapan di masyarakat bahwa pemerintah saat ini dapat dikatakan anti Islam namun ada beberapa pihak juga yang menyangkal hal ini karena adanya Pak Mahfud dan tokoh-tokoh dalam jajaran pemerintahan yang dianggap merupakan tokoh Islam. “Tapi jika dibandingkan dengan kejadian di lapangan yang memberikan pilihan antara Pancasila dan Islam sehingga seperti menyudutkan Islam.” Didik juga menyinggung bahwa di era demokrasi seperti sekarang ini munculnya buzzer atau relawan. “Pengaruh yang dimiliki buzzer atau relawan ini sangat dahsyat sekali karena memiliki daya dongkrak yang negatif luar biasa,” katanya. (***)

Hari Pariwisata Sedunia: Marriott International Bagikan Tren Terbesar untuk Industri Perhotelan

Sebagai bagian dari industri pariwisata dan perhotelan global, Marriott International telah mengidentifikasi tren terbesar industri perhotelan dalam rangka merayakan Hari Pariwisata Sedunia. Beberapa dari tren ini telah membentuk kembali (dan terus mentransformasi) industri meskipun di tengah pandemi dan akan terus berdampak signifikan pada perilaku wisatawan. Pergeseran ke perjalanan yang lebih ramah lingkungan telah menciptakan cara berpikir baru Wisatawan semakin khawatir tentang dampak yang mereka berikan ke dunia dan telah terjadi peningkatan kesadaran akan masalah lingkungan dan sosial. Menurut penelitian terbaru oleh Kantar, 58% konsumen Asia bersedia menginvestasikan waktu dan uang untuk mendukung perusahaan yang berbuat baik, dan faktanya 63% sudah mempertimbangkan masalah keberlanjutan, setidaknya sesekali, ketika membuat keputusan pembelian. Kekhawatiran utama mereka untuk masalah lingkungan termasuk polusi air, peristiwa cuaca ekstrem, dan polusi udara. Sementara itu, Sustainable Travel Trends Survey Agoda pada 2021 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memberi perhatian terbesar pada overtourism, diikuti dengan pencemaran pantai dan jalur air, dan penggunaan plastik sekali pakai di akomodasi tujuan wisata. Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa mengelola sampah termasuk penggunaan plastik sekali pakai, selalu mencari akomodasi yang ramah lingkungan, dan mematikan AC dan lampu saat keluar kamar adalah tiga komitmen masyarakat Indonesia saat bepergian pasca pandemi Covid-19. Selain itu, Indonesia juga termasuk di antara beberapa negara yang paling mungkin melakukan perjalanan ke tujuan yang kurang dikenal untuk melakukan perjalanan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penawaran berkelanjutan yang dapat diharapkan oleh pembaca di Bali adalah menetaskan penyu di pantai The Laguna, Luxury Collection Resort & Spa di Nusa Dua. Fenomena ini telah diamati hingga empat kali dalam setahun. Ini telah menginspirasi resor untuk bekerja sama dengan Turtle Conservation and Education Center (TCEC) untuk meningkatkan kesadaran dan menawarkan edukasi tentang sampah plastik di pulau itu. Selain itu, Laguna telah membangun struktur logam berbentuk kura-kura bernama Lulu untuk mengumpulkan sampah plastik. Lulu dikosongkan secara rutin dengan bantuan Plastic Bank Indonesia. Plastik yang terkumpul didaur ulang dan sebagai imbalan atas sumbangan plastik, sejumlah uang diberikan dan disumbangkan ke desa-desa sekitar di Bali. Awal tahun ini, Marriott International meluncurkan program Good Travel with Marriott Bonvoy yang bertujuan untuk mengubah cara pandang liburan – dari hanya berlibur menjadi sebuah kesempatan perjalanan bernilai yang memungkinkan wisatawan menjelajahi dan membangun koneksi lebih dalam pada komunitas lokal. Semua tentang hubungan dengan manusia Keramahan terus menjadi landasan bagaimana kita bisa menjadi lebih kuat dari menghadapi pandemi. Meskipun tren ini tidak terlalu baru, hal ini menjadi pengingat bahwa pada intinya, para wisatawan mendambakan hubungan dengan sesama manusia yang bermakna. Ini adalah satu hal terbaik dari sebuah pengalaman perjalanan! Baik itu untuk keperluan bisnis atau liburan, pentingnya hubungan dengan individu lain dan menciptakan pengalaman yang dipersonalisasi bukan sesuatu yang remeh. Dalam sebuah perjalanan dan acara, peserta acara virtual menginginkan pengalaman yang dikurasi berdasarkan kebutuhan dan keinginan mereka. Mengizinkan mereka untuk memilih apa dan kapan yang ingin mereka ikuti adalah tingkat personalisasi baru yang disebut sebagai tren yang akan bertahan. Wisatawan di Bali juga dapat menikmati sebuah lokasi tersembunyi di Uluwatu, Bali Selatan, saat menginap di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa. “Navigators” – tim hotel di lokasi – yang senang hati membantu para tamu memahami destinasi yang mereka kunjungi dengan lebih baik melalui informasi lokal dan rekomendasi pilihan, dari hidden gem seperti Green Bowl Beach hingga toko roti kecil Prancis yang menyajikan roti dan kue yang fresh di lingkungan sekitar. Mendukung Bisnis Lokal Bukan hanya sekedar tren, tetapi hal yang penting bagi para wisatawab yang secara langsung berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Berdasarkan Global Consumer Insights Pulse Survey PwC pada Juni 2021, wisatawan yang tidak dapat melakukan perjalanan jauh mulai menjelajahi wilayah mereka sendiri dengan minat baru, memesan makanan dari restoran lokal, dan menemukan cara kreatif untuk menghibur dan merayakan pencapaian dengan cara social distancing. Meskipun kesempatan bagi banyak orang mulai meluas, berfokus pada hal “lokal” masih populer: 43% dari mereka yang disurvei dalam survei Pulse terbaru mengatakan aktivitas mereka menjadi lebih lokal sejak survei Pulse pertama. Khususnya di Indonesia, 69% mengatakan mereka lebih lokal. Pandemi telah menekankan bagi banyak pelancong, bahwa semua orang berada dalam situasi yang sama. Pemerintah di seluruh dunia mendorong perjalanan domestik dengan mendukung pihak lokal dan bagi sebagian besar orang, hal ini juga tentang memberikan kesempatan bisnis lokal favorit mereka untuk terus bertahan melawan pandemi. Di Marriott International, kami berkomitmen untuk mendukung komunitas lokal. Dengan semakin meningkatnya keinginan wisatawan untuk memberikan dampak positif bagi komunitas yang mereka kunjungi, W Bali – Seminyak, memperkenalkan Food for Thought, sebagai bagian dari Good Travel with Marriott Bonvoy. Bergabung dengan 14 properti Marriott International lainnya di Asia Pasifik, pengalaman ini mengundang para tamu untuk menjalin hubungan langsung dengan komunitas lokal selama mereka menginap. Bermitra dengan Scholars of Sustenance (S.O.S), W Bali menawarkan pengalaman unik bagi para tamu untuk membantu mendistribusikan kelebihan makanan kepada anak-anak kurang mampu yang membutuhkan di seluruh Bali untuk mendorong lingkungan yang lebih bersih dan hijau. “Dengan tema Pariwisata untuk Pertumbuhan Inklusif yang ditetapkan untuk Hari Pariwisata Sedunia tahun ini, mendukung bisnis lokal bukan hanya tren, tetapi upaya penting untuk memulai pemulihan dan pertumbuhan. Oleh karena itu, kami menantikan industri pariwisata yang mendukung kehidupan ramah lingkungan, menjalin hubungan manusia yang lebih bermakna, dan mendukung komunitas lokal. Pada Hari Pariwisata Sedunia tahun ini, kami optimis perjalanan akan segera kembali normal sehingga kita dapat membangun kenangan berharga bersama orang-orang terkasih dalam waktu dekat,” kata Ramesh Jackson, Area Vice President Marriott International di Indonesia. (***)