Author: Arsiati Slsbla

Dari Kelas ke Masyarakat, Mahasiswa Administrasi Negara Terapkan Pembelajaran Perilaku Organisasi melalui Team Building Games

Serang, 3 Oktober 2026 – Mahasiswa Program Studi Administrasi Negara S-1 Universitas Pamulang Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Upaya Peningkatan Komunikasi Efektif dan Kerjasama Tim Siswa Melalui Metode Team Building Games di SMA-IT Darussalam Pipitan.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 09.00–11.00 WIB tersebut melibatkan 19 siswa SMA-IT Darussalam Pipitan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Administrasi Negara dalam kehidupan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan komunikasi, koordinasi, kerja sama, pembagian peran, dan pencapaian tujuan bersama. PROPOSAL PKM Team Building di SMA-IT Darussalam Pipitan. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan pembelajaran mata kuliah Perilaku Organisasi. Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa memahami bahwa keberhasilan suatu kelompok atau organisasi tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh bagaimana setiap anggota berkomunikasi, bekerja sama, menjalankan peran, serta berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama. Konsep tersebut kemudian diterapkan dalam kegiatan PKM melalui metode Team Building Games. Mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan secara langsung bagaimana komunikasi dan kerja sama dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu tantangan kelompok. Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai komunikasi efektif dan kerja sama tim. Materi diberikan dengan pendekatan yang sederhana dan interaktif agar siswa dapat memahami pentingnya menyampaikan pendapat, mendengarkan orang lain, memahami informasi, serta membangun kesamaan pemahaman dalam sebuah kelompok. Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti permainan “Super Family 100” sebagai bagian dari Team Building Games. Peserta dibagi menjadi empat kelompok, terdiri dari dua kelompok putra dan dua kelompok putri. Dalam permainan tersebut, siswa dituntut untuk berdiskusi, berkomunikasi, menentukan strategi, membagi peran, serta bekerja sama dalam mencapai tujuan kelompok. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Siswa tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi turut terlibat secara langsung dalam permainan dan proses pemecahan masalah bersama. Metode Team Building Games sendiri dirancang agar peserta dapat belajar melalui pengalaman langsung, termasuk dalam hal komunikasi, koordinasi, pembagian peran, kepercayaan, dan penyelesaian tantangan bersama. PROPOSAL PKM Team Building di SMA-IT Darussalam Pipitan. Setelah permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi dan evaluasi. Siswa diminta menyampaikan pengalaman dan pendapat mereka setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Berdasarkan lembar evaluasi yang dikumpulkan, siswa memberikan respons yang positif terhadap kegiatan. Penilaian yang diberikan menunjukkan bahwa siswa merasa materi mudah dipahami, memahami pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam kelompok, serta memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. Hal tersebut juga terlihat dari jawaban refleksi siswa. Beberapa siswa menyampaikan bahwa mereka mendapatkan pembelajaran mengenai cara bekerja sama dengan baik dan pentingnya komunikasi dalam sebuah tim. Salah satu siswa menyampaikan bahwa komunikasi dibutuhkan agar anggota kelompok dapat saling memahami, sedangkan siswa lainnya menilai bahwa tanpa komunikasi dapat terjadi konflik dan kesalahpahaman. Games menjadi salah satu bagian yang paling disukai oleh siswa. Beberapa peserta menyebut permainan dan Family 100 sebagai kegiatan yang paling menarik. Siswa juga memberikan sejumlah saran untuk kegiatan berikutnya, seperti menambah variasi permainan, memberikan tantangan yang lebih menarik, serta membuat kegiatan serupa lebih sering dilaksanakan. Respons positif juga datang dari pihak guru. Guru menilai kegiatan tersebut sangat baik dan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi kehidupan organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Menurutnya, komunikasi menjadi hal utama agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam sebuah organisasi. “Kegiatan ini sangat baik dan bagus untuk menjadi bekal ke depannya, karena komunikasi itu utama supaya tidak terjadi kesalahpahaman dalam sebuah organisasi. Bahkan, komunikasi itu dasarnya dari bekal diri. Berkomunikasilah dengan baik.” Setelah rangkaian kegiatan dan refleksi selesai, kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada peserta atas partisipasi dan keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pemahaman mengenai komunikasi efektif dan kerja sama yang diperoleh siswa dapat diterapkan tidak hanya selama kegiatan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan pembelajaran, organisasi sekolah, maupun lingkungan sosial. Bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Negara Universitas Pamulang Kampus Serang, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk menghubungkan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kondisi nyata di masyarakat. Penerapan konsep yang berkaitan dengan Perilaku Organisasi memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung bahwa komunikasi, kerja sama, koordinasi, dan pembagian peran merupakan hal penting dalam membangun kelompok yang mampu mencapai tujuan bersama. Kegiatan PKM ini sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat, dengan membawa pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di lingkungan akademik untuk memberikan pengalaman dan manfaat secara langsung kepada masyarakat. PROPOSAL PKM TeamBuilding di SMA-IT Darussalam Pipitan.