Beranda Pemerintahan Abu Vulkanik GAK Meluas, 29 Kecamatan di Kabupaten Serang Terdampak

Abu Vulkanik GAK Meluas, 29 Kecamatan di Kabupaten Serang Terdampak

Relaean PMI Banten membagikan masker gratisnkeoada pengunjung pantai Anyer. (Istimewa)

KAB. SERANG — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) terus meluas di Kabupaten Serang. Hingga Selasa (8/9/2026) pukul 10.30 WIB, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat 29 kecamatan terdampak paparan abu vulkanik.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, GAK masih menunjukkan aktivitas erupsi dan berada pada Level III atau Siaga. Aktivitas tersebut masih berpotensi menghasilkan abu vulkanik.

“Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas erupsi. Statusnya Level III atau Siaga dan aktivitas erupsi masih berpotensi terjadi,” kata Ajat, Selasa (8/9/2026).

Sebaran abu vulkanik bergerak dinamis mengikuti arah dan kecepatan angin. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit dan sistem pemantauan atmosfer juga terus memantau pergerakan abu.

BPBD Kabupaten Serang mencatat 29 kecamatan terdampak, yakni Anyer, Cinangka, Pabuaran, Ciomas, Mancak, Baros, Padarincang, Petir, Cikeusal, Bandung, Kramatwatu, Puloampel, Cikande, Carenang, Kibin, Kragilan, Pamarayan, Tanara, Bojonegara, Tunjung Teja, Gunungsari, Binuang, Tirtayasa, Ciruas, Waringinkurung, Jawilan, Lebakwangi, Kopo, dan Pontang.

Enam kecamatan masuk dalam pemutakhiran terbaru, yakni Ciruas, Waringinkurung, Jawilan, Lebakwangi, Kopo, dan Pontang.

Ajat mengaku, pihaknya masih memantau dampak abu terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat. Petugas juga terus memperbarui data terkait korban, kerusakan, maupun dampak lainnya.

Untuk mengukur kondisi udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang memasang alat deteksi debu vulkanik di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka. Alat tersebut membantu petugas memantau kualitas udara dan konsentrasi partikulat akibat paparan abu.

Pusdalops BPBD Kabupaten Serang juga memperkuat koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi terkait. Petugas terus menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Warga Puloampel Keluhkan Dampak Pengolahan Perusahaan Batu Bara

Ajat juga meminta warga menggunakan masker dan pelindung mata ketika beraktivitas di luar rumah. Warga juga perlu mengurangi aktivitas luar ruangan jika paparan abu meningkat.

Selain itu, warga harus menutup sumber air, makanan, dan minuman agar tidak terkontaminasi abu. Saat membersihkan abu, warga perlu menggunakan alat pelindung diri dan berhati-hati.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati GAK dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Ajat meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari BPBD, PUSDALOPS, BNPB, BMKG, serta PVMBG/Badan Geologi dan tidak mengandalkan informasi yang belum terverifikasi.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

“Yang paling utama saat ini adalah kita waspada dan kita terus pantau,” ujar Andra saat ditemui di Pos Pemantau Gunung Api Anak Krakatau, Pasauran, Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).

Menurut Andra, GAK kembali menunjukkan aktivitas erupsi sejak 2 Juli 2026 dan pemerintah menetapkan status Siaga untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas gunung api tersebut.

Erupsi pada 4 September 2026 bahkan berlangsung sekitar 25 jam. Aktivitas itu juga memunculkan dentuman dan getaran yang sempat memicu kepanikan warga di sejumlah wilayah.

Andra meminta masyarakat mengikuti arahan Badan Geologi dan mengurangi aktivitas luar ruangan selama abu vulkanik masih menyebar.

“Dimohonkan untuk menggunakan masker karena saat ini terjadi abu vulkanik yang membahayakan kesehatan,” tegasnya.

Sementara, Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi erupsi GAK. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak untuk menghindari paparan abu vulkanik.

Zakiyah mengatakan, BPBD Kabupaten Serang terus memantau aktivitas GAK dan perkembangan situasi di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Krisis Listrik Pulau Tunda: BBM Sulit, Pemerintah Diminta Turun Tangan

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tetap tenang, serta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak mendesak guna menghindari bahaya abu vulkanik yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA),” kata Zakiyah.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah