
KAB. TANGERANG — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Open House Sekolah Rakyat di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (15/8/2026), tidak berhenti pada agenda perkenalan sekolah.
Di balik kegiatan tersebut, pemerintah daerah mulai menyiapkan pola pendampingan yang cukup ketat untuk memastikan ratusan siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan pendidikan baru sekaligus menjalani proses pembentukan mental dan karakter.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan, menyebut pendampingan menjadi salah satu hal penting dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Para siswa datang dari latar belakang pendidikan dan lingkungan yang beragam sehingga membutuhkan proses adaptasi dan pengawasan yang tidak sederhana.
“Mudah-mudahan anak-anak kita menjadi anak-anak yang betul-betul berproses secara mental, belajar, dan juga mengalami pembentukan karakter. Semuanya berlangsung dalam lingkungan yang sekarang ini baru bagi mereka,” ujar Aziz.
MPLS sendiri diikuti ratusan siswa tingkat SMP dan SMA. Bagi pemerintah daerah, kegiatan tersebut menjadi titik awal untuk memperkenalkan pola kehidupan sekolah sekaligus membangun kesiapan siswa menghadapi proses pendidikan yang baru.
Aziz bahkan menekankan pentingnya memastikan siswa tetap berada dalam lingkungan sekolah selama mengikuti program. Ia berharap tidak ada siswa yang meninggalkan lingkungan sekolah atau pulang ke rumah tanpa izin.
Hal itu menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya diarahkan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi lingkungan pembinaan yang membutuhkan sistem pendampingan secara menyeluruh.
Untuk mendukung proses tersebut, sebanyak 161 petugas pendamping sosial dilibatkan. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) nantinya juga akan ditempatkan sebagai pendamping atau pengasuh di tempat belajar Sekolah Rakyat.
Dukungan datang dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Tangerang. Para camat turut membantu mengantarkan calon siswa menggunakan kendaraan dari wilayah masing-masing.
“Alhamdulillah, kegiatan ini juga didukung oleh para camat yang tadi mengantarkan anak-anak dengan kendaraan dari kecamatan masing-masing,” kata Aziz.
Selain pendamping sosial, pembentukan karakter siswa juga akan mendapat dukungan dari taruna lulusan Akademi Militer (Akmil). Keterlibatan mereka diharapkan dapat membantu membangun kedisiplinan, ketangguhan, mental, serta semangat juang para peserta didik.
“Kita berharap anak-anak ini memiliki mental yang kuat, prima, jiwa juang, dan jiwa tangguh sehingga dapat menjadi anak-anak yang hebat,” ujar Aziz.
Orang Tua Mulai Melihat Langsung Lingkungan Sekolah
Open House yang digelar bersamaan dengan MPLS juga memberikan kesempatan kepada orang tua calon siswa untuk melihat secara langsung lingkungan pendidikan yang akan ditempati anak-anak mereka.
Staf Ahli Bupati Tangerang Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Aji Januardhi Nurogo, yang hadir mewakili Bupati Tangerang, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari awal perjalanan pendidikan para siswa.
Menurutnya, orang tua tidak hanya perlu mengetahui tempat anak mereka belajar, tetapi juga memahami sistem pendidikan, fasilitas, tenaga pendidik, hingga pola penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar kegiatan untuk mengenalkan lingkungan sekolah kepada calon siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun awal perjalanan pendidikan, pembentukan karakter, serta masa depan anak-anak kita,” ujar Aji.
Ia mengatakan Sekolah Rakyat diharapkan memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang lebih luas dan berkualitas.
Namun, pendidikan yang dimaksud tidak hanya berkutat pada kemampuan akademik. Pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepercayaan diri hingga keberanian membangun cita-cita menjadi bagian yang ikut ditekankan.
Aji berharap dari lingkungan pendidikan tersebut lahir generasi Kabupaten Tangerang yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemandirian, akhlak dan daya saing.
“Dari sekolah inilah, kita berharap akan lahir generasi Kabupaten Tangerang yang cerdas, berkarakter, mandiri, berakhlak, dan memiliki daya saing,” katanya.
Keberadaan Sekolah Rakyat juga membawa konsekuensi berupa kebutuhan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua dan masyarakat.
Aji menilai pendidikan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Orang tua tetap memiliki peran dalam memastikan perkembangan anak, sementara pemerintah berkewajiban memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, berkomitmen mendukung penyelenggaraan pendidikan agar setiap anak mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi mereka sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
“Kami berharap kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Tangerang dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita mereka,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan kepada para guru dan tenaga kependidikan. Aji meminta para pendidik menjalankan tugas dengan ketulusan, kesabaran dan kasih sayang.
Guru, menurutnya, tidak cukup hanya berfungsi sebagai penyampai materi pelajaran. Mereka juga menjadi pembimbing sekaligus teladan bagi siswa selama menjalani proses pendidikan.
Sementara kepada calon siswa, Aji berpesan agar mereka serius mengikuti pendidikan, menghormati guru dan orang tua, menjaga hubungan pertemanan serta membangun kedisiplinan sejak dini.
Ia juga mengingatkan agar para siswa tidak membatasi cita-cita hanya karena latar belakang kehidupan mereka.
Bagi Aji, besar kecilnya cita-cita bukan ditentukan dari mana seorang anak berasal, tetapi dari seberapa besar usaha yang dilakukan untuk mewujudkannya.
Tantangan Berikutnya: Menjaga Siswa Tetap Bertahan
Dengan pola pendampingan yang melibatkan 161 petugas sosial, TKSK, pemerintah kecamatan, tenaga pendidik hingga unsur pembinaan mental, tantangan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tangerang ke depan bukan sekadar memastikan siswa hadir di kelas.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana memastikan mereka mampu bertahan, beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan baru.
Latar belakang siswa yang beragam membuat proses tersebut membutuhkan pendampingan secara konsisten. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu faktor penting agar program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap perkembangan anak.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap pengalaman pertama para calon siswa di lingkungan Sekolah Rakyat dapat menjadi pijakan untuk membangun kepercayaan diri, kedisiplinan dan semangat belajar.
“Selamat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Selamat datang di Sekolah Rakyat Kabupaten Tangerang, dan untuk anak-anak semua, selamat memulai perjalanan untuk meraih cita-cita,” pungkas Aji.
Tim Redaksi