Beranda Kesehatan Waspadai Penularan Campak Saat Lebaran, Suspek di Banten Capai 2.000 Kasus

Waspadai Penularan Campak Saat Lebaran, Suspek di Banten Capai 2.000 Kasus

Pencegahan penyakit menular melalui program imunisasi campak gratis bagi masyarakat di Kota Tangerang

SERANG — Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit campak menjelang momen Lebaran 2026. Imbauan ini terutama ditujukan kepada keluarga yang membawa bayi atau anak kecil saat mudik.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul potensi terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak di Banten. Pada awal tahun 2026, jumlah kasus suspek campak yang ditemukan di wilayah tersebut mencapai sekitar 2.000 kasus.

“Anak-anak usia rentan, terutama bayi yang dibawa mudik Lebaran, sebaiknya tidak terlalu sering disentuh oleh anggota keluarga atau orang lain, kecuali tangan mereka dalam kondisi benar-benar bersih,” kata Ati, Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun atau memakai hand sanitizer menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.

Menurut Ati, gejala awal campak sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk, pilek, demam, serta rasa lelah dan letih. Setelah itu biasanya muncul bercak merah pada wajah dan tubuh.

Jika gejala tersebut ditemukan, anak sebaiknya segera mendapatkan perawatan medis dan tidak keluar rumah agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.

Campak juga dapat berbahaya jika tidak segera ditangani karena berpotensi menimbulkan komplikasi, salah satunya munculnya flek putih di tenggorokan.

“Sering kali dianggap ISPA biasa, sehingga anak tidak memakai masker dan penularannya menjadi cepat, terutama pada anak usia 0 sampai 18 tahun. Banyak kasus terjadi pada anak usia SD hingga SMP,” ujarnya.

Ati menambahkan, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya menekan penyebaran kasus dengan meningkatkan cakupan vaksinasi atau imunisasi campak.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) serta Catch Up Campaign, yaitu program imunisasi kejar campak-rubella (MR) di wilayah terdampak maupun wilayah yang berisiko.

Baca Juga :  Siswa SMA Yayasan Peduli Bangsa Picung Pandeglang Ikuti Vaksinasi Covid-19

“Di beberapa kabupaten/kota lain, kita juga sedang mengejar imunisasi kejar. Jadi anak-anak yang tertinggal imunisasinya akan kita lengkapi,” ucapnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo