Beranda Pemerintahan Waspadai Bencana Industri atas Gempa dan Tsunami, Kodim Cilegon Ajak Reinventarisir Sumber...

Waspadai Bencana Industri atas Gempa dan Tsunami, Kodim Cilegon Ajak Reinventarisir Sumber Daya 

Rapat koordinasi menyusun rencana kontinjensi hadapi bencana industri di Kodim Cilegon. (Foto : Gilang)

CILEGON – Bencana tsunami Selat Sunda yang menerjang beberapa wilayah di Banten belum lama ini menjadi pembelajaran seluruh kalangan untuk melakukan langkah evaluasi terkait kesiapan siagaan bilamana bencana dari aktifitas Gunung Anak Krakatau itu kembali terjadi.

Tak terkecuali bagi Kota Cilegon. Keberadaan industri kimia di wilayah ini bahkan sempat mengundang kekhawatiran banyak pihak bila bencana serupa akan turut berdampak pada kota di penghujung barat Pulau Jawa ini.

Kesiap siagaan industri dan Pemerintah Kota Cilegon ini menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Kontinjensi dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami yang berdampak kepada bencana industri yang dihelat oleh Kodim 0623 Cilegon, Jumat (25/1/2019) sore.

“Makanya kita ingin menginventarisir sumber daya yang ada di industri itu hari ini. Misalnya mereka punya ambulans dan pemadam kebakaran berapa, kemudian titik evakuasi yang dimiliki dimana. Kita tinjau bersama, kita beri masukan, kita revisi dan kita berikan saran dimana mereka seharusnya melakukan evakuasi,” ungkap Dandim 0623 Cilegon, Letkol Armed Rico Ricardo Sirait.

Dandim menambahkan, kendati pihaknya sudah menginventarisir sumber daya yang ada, namun dalam pertemuan yang ketiga kalinya itu pihaknya perlu melakukan pendataan ulang. “Dengan update inventarisir ini, diharapkan kita dapat lebih siap lagi dengan potensi yang ada. Kita harapkan pula melalui pembahasan ini kita bisa membuat crisis center yang akan dijadikan titik pusat informasi dan kendali khususnya apabila terjadi bencana alam. Dulu kita sudah ada, dan sekarang akan kita aktifkan kembali,” terangnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilegon, Rasmi Widyani yang turut hadir bersama sejumlah perwakilan OPD di Pemkot Cilegon berharap melalui pertemuan itu akan semakin memantapkan kesadaran seluruh pihak akan tugas dan fungsinya, terutama dalam mempersiapkan seluruh sumber daya yang ada untuk menghadapi bencana industri.

“Dengan perangkat yang ada, masing-masing OPD itu tinggal jalan dan kita bisa bergerak lebih cepat. Apalagi kita sudah punya pengalaman dari bencana tsunami lalu, dan sekarang kita tinggal sinkronkan isi kontijensi yang ada di BPBD,” katanya. (dev/red)