PANDEGLANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang memastikan stok vaksin untuk hewan penular rabies (HPR) aman. Saat ini, sebanyak 200 dosis vaksin rabies tersedia di Pandeglang setelah mendapat alokasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan (DPKP) Pandeglang, Bambang, mengatakan 200 dosis vaksin tersebut dibagi untuk kebutuhan penanganan rabies di tingkat bidang dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan.
“Sebanyak 50 dosis untuk kita di bidang, untuk pencegahan sewaktu-waktu apabila ada laporan sehingga kita bisa turun. Kemudian 150 dosis vaksin rabies untuk UPT Puskeswan,” kata Bambang, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, rabies menjadi perhatian serius karena merupakan penyakit berbahaya yang dapat menular kepada manusia melalui gigitan hewan terinfeksi.
Pemkab Pandeglang juga menyasar pemilik anjing untuk mendapatkan sosialisasi dan vaksinasi. Salah satunya di Kecamatan Saketi yang menjadi wilayah dengan banyak warga memelihara anjing untuk menjaga ternak kerbau.
“Kemarin awal bulan kita juga ada bimtek. Para pemilik anjing kita laksanakan di Kecamatan Saketi. Di sana ada basis pemelihara kerbau yang dikumpulkan dalam satu kampung. Untuk menjaganya, mereka bergiliran dan menggunakan anjing sebagai penjaga,” ujarnya.
Selain Saketi, wilayah yang menjadi perhatian terkait populasi HPR antara lain kawasan Gunung Karang, Mandalawangi, dan Pulosari.
“Memang spot-spot yang populasinya banyak hewan anjing. Di sana juga ada tim pemburu,” katanya.
Bambang mengklaim hingga kini belum ditemukan kasus gigitan HPR yang mengarah pada rabies di Kabupaten Pandeglang. Namun, beberapa waktu lalu seorang anak dilaporkan digigit anjing di wilayah Gardutanjak.
Kasus tersebut langsung ditindaklanjuti. Dokter hewan dari Puskeswan turun untuk memeriksa anjing tersebut, sementara korban telah mendapatkan vaksin anti-rabies (VAR) dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang.
“Artinya dokter hewan Puskeswan turun ke sana untuk memeriksa anjing, dan anaknya sendiri sudah diberikan vaksin VAR atau vaksin anti-rabies dari Dinkes Pandeglang,” pungkasnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : TB Ahmad Fauzi
