Beranda Gaya Hidup Waspada! Malware FinSpy Intai Whatsapp Pengguna

Waspada! Malware FinSpy Intai Whatsapp Pengguna

239
0
Ilustrasi. (Net)

JAKARTA – Para pakar Kaspersky menemukan versi terbaru alat pengawasan berbahaya yang canggih bernama FinSpy. Bahkan disebutkan bahwa malware ini bisa mengintai para pengguna WhatsApp.

Implan terbaru FinSpy dapat berfungsi pada perangkat iOS dan Android, serta memantau aktivitas di hampir seluruh layanan pesan populer, termasuk yang dienkripsi, dan menyembunyikan jejaknya jauh lebih baik dari sebelumnya. Alat ini memungkinkan penyerang untuk memata-matai semua aktivitas perangkat dan mengekstrak data sensitif seperti lokasi GPS, pesan, gambar, panggilan, dan lainnya.

FinSpy adalah alat perangkat lunak yang sangat efektif untuk sebuah pengawasan yang ditargetkan diiringi rekam jejaknya, seperti mencuri informasi dari LSM internasional, pemerintah dan organisasi penegak hukum di seluruh dunia. Sang operator dapat menyesuaikan perilaku setiap implan FinSpy berbahaya menuju target atau kelompok target tertentu.

Berdasarkan telemetri Kaspersky, beberapa lusin perangkat seluler telah terinfeksi selama setahun terakhir.

“Pengembang di belakang FinSpy terus memantau pembaruan keamanan pada platform seluler dan cenderung dengan cepat memperbarui program berbahayanya agar operasi mereka tidak diblokir oleh perbaikan,” kata Peneliti Keamanan di Kaspersky Lab, Alexery Firsh seperti dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/7/2019).

Selain itu, mereka akan mengikuti tren dan mengimplementasikan fungsionalitas untuk mengekstrak data dari aplikasi yang saat ini sedang populer.

“Kami terus mengamati korban implan FinSpy setiap harinya, jadi ada baiknya untuk terus mengawasi pembaruan platform terbaru dan segera menginstalnya setelah dirilis. Karena, seberapa amanpun aplikasi yang Anda gunakan, dan sebagaimanapun data Anda terlindung, begitu ponsel di-root atau di-jailbreak, maka aktivitas seperti mata-mata sangat mungkin untuk terjadi,” tuturnya.

Fungsi dasar malware ini mencakup pemantauan hampir tak terbatas dari aktivitas perangkat: seperti geolokasi, seluruh pesan masuk dan keluar, kontak, media yang tersimpan dalam perangkat, bahkan data dari layanan pesan populer seperti WhatsApp, Facebook messenger atau Viber. Kaspersky menyebutkan bahwa seluruh data yang telah diekstrak ditransfer ke para penyerang melalui pesan SMS atau protokol HTTP.

Versi malware terbaru yang diketahui telah memperluas fungsi pengawasannya ke layanan pengiriman pesan tambahan, termasuk platform yang dianggap aman;, seperti Telegram, Signal atau Threema.

Bahkan mereka juga lebih mahir dalam menutupi jejak. Misalnya, malware iOS, yang menargetkan iOS 11 dan versi lebih lama sekarang dapat menyembunyikan tanda-tanda jailbreak. Sementara versi baru untuk Android berisi eksploit yang mampu memperoleh hak akses root yang hampir tidak terbatas, akses lengkap ke seluruh file dan perintah – pada perangkat yang tidak di-unroot.

Berdasarkan informasi yang tersedia untuk Kaspersky, agar dapat menginfeksi perangkat berbasis Android dan iOS, penyerang memerlukan akses fisik ke ponsel atau perangkat yang sudah di-jailbreak / di-root sebelumnya. Untuk ponsel yang di-jailbreak / di-root setidaknya ada
tiga kemungkinan vektor infeksi, yaitu: pesan SMS, email, atau push notifications. (Red)

Sumber : detikcom