Beranda Kesehatan Waspada! Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Waspada! Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Ilustrasi dampak abu vulkanik bagi kesehatan. (Ist)

SERANG – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau tidak boleh dianggap sebagai debu biasa. Partikel halus yang terbawa angin dapat masuk ke saluran pernapasan serta mengenai mata dan kulit sehingga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah selama sebaran abu vulkanik masih terjadi. Paparan abu dalam intensitas tinggi dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan pada kulit.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak abu vulkanik. Jika tidak ada keperluan mendesak, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah.

Mengganggu Saluran Pernapasan

Abu vulkanik mengandung partikel sangat halus yang dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan. Paparan dapat menimbulkan keluhan seperti batuk, iritasi tenggorokan, hidung berair hingga sesak napas.

Pada orang yang memiliki asma atau penyakit paru lainnya, paparan abu vulkanik berpotensi memperburuk kondisi yang sudah ada.

Karena itu, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika abu vulkanik sedang menyebar. Jika terpaksa keluar rumah, gunakan masker yang sesuai dan hindari berada terlalu lama di lingkungan yang dipenuhi abu.

Berbahaya bagi Mata

Selain pernapasan, mata menjadi salah satu bagian tubuh yang rentan terkena abu vulkanik. Partikel abu dapat menyebabkan mata merah, perih, berair, terasa mengganjal hingga mengalami iritasi.

Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan kacamata pelindung. Hindari mengucek mata apabila terkena abu karena partikel yang bersifat abrasif dapat memperparah iritasi.

Bisa Mengiritasi Kulit

Abu vulkanik juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Partikel abu yang menempel pada tubuh sebaiknya segera dibersihkan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan gangguan lebih lanjut.

Baca Juga :  Bupati : April RSUD Aulia Pandeglang Beroperasi

Masyarakat dianjurkan menggunakan pakaian yang menutup kulit ketika harus beraktivitas di luar rumah. Setelah kembali ke dalam rumah, bagian tubuh yang terkena abu dapat segera dibersihkan menggunakan air bersih.

Jangan Sepelekan Abu Vulkanik

Epidemiolog Dicky Budiman menjelaskan abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena dapat mengandung material silika yang bersifat tajam. Partikel tersebut dapat mengiritasi bagian tubuh yang terpapar, termasuk mata, hidung, mulut, dan kulit.

Masyarakat di wilayah terdampak sebaiknya terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan mengikuti arahan pemerintah. Jika mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas, gangguan mata berat, atau gejala yang memburuk setelah terpapar abu, segera mencari pertolongan medis.

Dengan membatasi paparan, menggunakan perlindungan yang tepat, dan mengikuti informasi resmi, risiko gangguan kesehatan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dapat diminimalkan.

Tim Redaksi