Beranda Kesehatan Waspada DBD di Musim Pancaroba, Dinkes Kota Serang Ajak Warga Rutin Jalankan...

Waspada DBD di Musim Pancaroba, Dinkes Kota Serang Ajak Warga Rutin Jalankan PSN 3M Plus

Ilustrasi - foto istimewa dream.co.id

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) selama musim pancaroba. Dinkes mengajak warga rutin menjalankan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus agar penyebaran penyakit dapat ditekan.

Hingga Juni 2026, Dinkes Kota Serang mencatat 125 kasus DBD yang tersebar di enam kecamatan. Kecamatan Serang menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

Ketua Tim Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Kota Serang, Usep Hudori, mengatakan jumlah kasus DBD masih relatif terkendali dan belum menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Hingga Juni ada 125 kasus yang tersebar di enam kecamatan. Kasus terbanyak berada di Kecamatan Serang. Kalau dibandingkan tahun lalu, peningkatannya tidak signifikan,” kata Usep, Senin (20/7/2026).

Meski demikian, Usep meminta masyarakat tidak lengah. Menurutnya, hujan yang masih turun selama musim pancaroba berpotensi menimbulkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Karena itu, Dinkes terus mengajak masyarakat membiasakan PSN 3M Plus dengan cara menguras tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat wadah penyimpanan air, memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta menggunakan langkah pencegahan tambahan seperti obat antinyamuk, kawat kasa, dan memelihara ikan pemakan jentik.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, Usep juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap demam tinggi sebagai gejala DBD.

Menurutnya, banyak pasien datang dengan dugaan DBD, tetapi hasil pemeriksaan laboratorium justru menunjukkan penyakit lain seperti infeksi saluran pencernaan atau diare.

“Jangan hanya karena demam tinggi langsung mengira DBD. Di rumah sakit pun status awal biasanya masih suspect dan harus dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Sebut Dinkes Kota Serang Lamban Tangani DBD

Usep meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami demam selama beberapa hari disertai gejala lain agar tenaga medis dapat memberikan penanganan yang tepat.

Di sisi lain, Dinkes Kota Serang memastikan belum mencatat kasus kematian akibat DBD hingga pertengahan 2026.

“Sejauh ini tidak ada pasien DBD yang meninggal dunia di Kota Serang,” katanya.

Untuk memperkuat pencegahan, Dinkes juga terus menjalankan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan melibatkan kader kesehatan di setiap kelurahan untuk memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan permukiman.

Usep menegaskan, keberhasilan menekan angka DBD bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau masyarakat rutin menjalankan PSN 3M Plus dan menghilangkan tempat berkembang biaknya nyamuk, risiko penyebaran DBD bisa ditekan, terutama saat musim pancaroba,” pungkasnya.

Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd