Beranda Sosial dan Budaya Wartawan Banten Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Gempa Sulteng

Wartawan Banten Salurkan Bantuan untuk Warga Korban Gempa Sulteng

Wartawan Banten yang tergabung dalam Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten menyalurkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng)

SERANG – Wartawan Banten yang tergabung dalam Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten menyalurkan bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Bantuan yang terkumpul dari aksi galang dana “Wartawan Banten Peduli Sulteng” tersebut disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) Harapan Dhuafa (Harfa) Provinsi Banten, Selasa (16/10/2018).

Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Wakil Bendahara Pokja Rahmat Kurniawan didampingi Bendahara Umum Rifki Suharyadi kepada Direktur LAZ Harfa Banten, di kantor LAZ Harfa Banten, Jalan Ciwaru 1 Kompleks Pondok Citra Nomor 1B, Cipare, Kota Serang.

Dalam kesempatan itu Rahmat Kurniawan mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan untuk korban gempa berasal dari sumbangan para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten yang digalang sendiri oleh wartawan yang memiliki wilayah tugas liputan di Pemprov Banten.





Menurutnya, penggalangan dana dilakukan bertepatan pada HUT ke-18 Provinsi Banten, 4 Oktober 2018. “Dengan waktu singkat, persiapan kita hanya 24 jam, Alhamdulillah berjalan lancar. Waktu itu kita minta space (tempat) di pintu utama gedung DPRD Banten, dan diizinkan oleh Sekretariat DPRD. Ketika rapat paripurna HUT Banten beres, kita langsung aksi, Alhamdulillah banyak yang respon positif, banyak pejabat yang donasi,” kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan, inisiasi penggalangan dana dilakukan karena wartawan ingin memberikan sumbangsih lebih, bukan hanya sekadar membantu dalam pemberitaan saja. Menurutnya, awalnya saat menggalang dana tersebut, para wartawan belum tahu akan disalurkan melalui lembaga apa. Ada beberapa opsi yang muncul, seperti menitipkannya pada lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Banten, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, LAZ Harfa Banten, dan Dompet Dhuafa. “Tapi rupanya jodohnya sama LAZ Harfa,” tuturnya.

Bendahara Pokja Wartawan Harian Cetak dan Elektronik Provinsi Banten Rifki Suharyadi mengatakan, hanya dalam waktu setengah jam penggalangan dana terkumpul uang sebanyak Rp6.174.000. Penyumbang dana ini berasal dari Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah, anggota DPRD Banten, Bupati Serang Tatu Chasanah, Wakil Bupati Pandeglang Tanto W Arban, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan istri, dan sejumlah pejabat lain yang hadir pada paripurna HUT Banten.

Dengan menyerahkan bantuan ini kepada LAZ Harfa Banten, Rifki berharap bantuan dapat segera sampai sehingga mampu membantu para korban gempa yang saat ini masih membutuhkan uluran tangan.

“Kita titip melalui LAZ Harfa dan mudah-mudahan cepat sampai ke sana,” katanya.

Direktur LAZ Harfa Banten, Indah Prihanande mengapresiasi penggalangan dana yang dilakukan wartawan Banten untuk korban di Sulawesi Tengah ini. Menurutnya, hal ini adalah langkah yang luar biasa. “Saya baru nemu ini (wartawan menggalang dana untuk korban bencana),” katanya.

Indah mengatakan bahwa sebenarnya dengan memberitakan kondisi korban gempa, para wartawan sudah berkiprah membantu para korban. Menulis berita, menurutnya, bukan sekadar menulis tetapi mampu memberikan dampak agar orang lain bisa ikut serta membantu korban bencana.

Ia mengatakan, manusia tidak pernah tahu kebaikan ada di titik mana, dan di titik ke berapa. Hanya Allah yang tahu manusia digerakkan oleh apa. Bisa jadi manusia mau membantu korban bencana karena membaca berita wartawan.

“Ketika ada yang tergerak lalu berbuat baik karena berita, maka kita dapat pahala sama dengan yang melakukan tanpa mengurangi pahala yang berbuat. Kalau kita menulis berita dengan niat baik akan menjadi bola salju kebaikan,” katanya.

Indah menyatakan bahwa saat ini wilayah Banten masih aman dari bencana. Tetapi esok hari semua orang tidak ada yang mengetahui. Bisa saja Banten juga dicoba oleh Allah dengan musibah. Karena itu, dengan membantu sesama semoga menjadi amal kebaikan yang bisa mencegah terjadinya musibah.

“Mudah-mudahan amal ini membuat Allah menjaga dan menyayangi kita. Mudah-mudahan ini jadi penyelamat kita,” tuturnya. (Dhe/Red)