KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menyalurkan bantuan sebanyak 62 ton beras kepada warga yang terdampak bencana banjir dan pergerakan tanah akibat cuaca ekstrem.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 6.262 kepala keluarga (KK) terdampak bencana. Sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, total warga terdampak mencapai 11.214 KK.
Adapun wilayah yang terdampak bencana meliputi 86 desa di 27 kecamatan se-Kabupaten Serang. Rinciannya, bencana banjir melanda 58 desa di 23 kecamatan, pergerakan tanah terjadi di 15 desa pada delapan kecamatan, serta pohon tumbang di 18 desa pada sembilan kecamatan.
Untuk dampak kerusakan, tercatat sebanyak 9.520 unit rumah terendam banjir, serta 44 unit fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum) terdampak.
Sementara akibat longsor, sebanyak 64 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 44 unit rusak berat dan delapan unit rusak ringan. Selain itu, terdapat empat unit rumah yang berpotensi terdampak di Kecamatan Pamarayan dan dua unit di Kecamatan Cikeusal.
Penyaluran bantuan beras dilakukan untuk warga terdampak di Kecamatan Ciruas, Cikande, dan Kibin. Pelepasan bantuan berlangsung di Halaman Pendopo Bupati Serang, Senin (26/1/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, mengatakan bantuan beras tersebut berasal dari cadangan pangan pemerintah daerah yang saat ini mencapai 407 ton.
“Kita memiliki cadangan pangan pemerintah daerah. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP),” kata Zaldi kepada wartawan.
Ia mengungkapkan, pascabencana sejumlah kecamatan mengajukan permohonan bantuan beras.
“Di antaranya hari ini ada tiga kecamatan, yakni Ciruas, Cikande, dan Kibin, yang dilepas atas perintah Ibu Bupati. Pelaksanaannya bersama Kepala DKPP,” ungkapnya.
Zaldi menambahkan, saat ini program cadangan pangan pemerintah daerah masih berupa beras. Ke depan, bantuan akan diperluas dengan lauk pauk siap saji, makanan siap saji, dan kebutuhan lainnya.
“Untuk bumbu-bumbu dan bantuan tambahan berasal dari Dinas Sosial. Kemarin juga ada bantuan dari Kementerian Sosial yang sudah turun, serta pendampingan dari BNPB,” jelasnya.
Terkait kondisi terkini, Zaldi menyebut banjir di Kecamatan Ciruas mulai surut. Namun genangan kembali terjadi di Kecamatan Jawilan, Kibin, Kopo, Carenang, dan Cikande akibat meluapnya Sungai Cidurian.
“Bahkan tadi malam di jalan tol masih tergenang banjir. Penanganan saat ini lebih difokuskan ke wilayah tersebut,” ucapnya.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Serang menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, sembako, hingga penyediaan lokasi pengungsian.
“Sedangkan untuk jangka panjang, kami sudah berkomunikasi dengan tim ahli hidrologi dari ITB guna merumuskan penanganan banjir secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, menjelaskan bantuan 62 ton beras diberikan kepada 6.262 KK dengan alokasi 10 kilogram per KK.
“Hitungannya satu kilogram per hari. Dengan 10 kilogram per KK, diharapkan bisa mencukupi kebutuhan selama 10 hari masa tanggap darurat,” jelasnya.
Adapun rincian bantuan simbolis yang disalurkan, yakni Kecamatan Ciruas sebanyak 22 ton, Kecamatan Kibin 10,95 ton, dan Kecamatan Cikande 6,7 ton.
Beras bantuan tersebut berasal dari cadangan pangan Pemkab Serang dan akan didistribusikan ke warga terdampak di 12 kecamatan.
“Ada penambahan penerima dari Kecamatan Carenang, sehingga total menjadi 6.262 KK,” terangnya.
Penulis: Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor: Usman Temposo
