Beranda Peristiwa Warga Taktakan: Saya Kira Asam Ranji, Ternyata Sabu-sabu

Warga Taktakan: Saya Kira Asam Ranji, Ternyata Sabu-sabu

644
0
Diah (42) tahun, warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah toko (ruko) di lingkungan Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang

SERANG – BA warga negara Pakistan dan AS warga negara Yaman tersangka penyelundup narkoba jenis sabu seberat 821 kilogram pernah menawarkan pekerjaan kepada warga setempat.

Diah (42) tahun, warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah toko (ruko) di lingkungan Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang mengaku pernah ditawari pekerjaan oleh kedua tersangka.

“Kalau orang sini manggil nya ‘Wan Abud’ karena penampilannya seperti orang Arab,” kata Diah berbincang dengan awak media setelah penggerebekan, Sabtu (23/5/2020).

Menurut Diah, sebelumnya kedua tersangka berkunjung ke ruko tersebut dan melihat-lihat situasi. Mendapati ruko tersebut kosong dan disewakan, keduanya menghubungi nomor telpon yang tertera pada spanduk yang dipasang di depan ruko.

“Sewa rukonya sebelum puasa itu. Keduanya memang hanya sesekali saja datang ke sini cek lokasi,” ujar Diah.

Warga yang melihat penampilan keduanya pernah melaporkan kepada RT setempat. “Kita kan lagi musim virus Corona ini khawatir aja kalau keduanya membawa virus,” katanya.

Keduanya pernah menghadap RT setempat dan melaporkan keberadaan mereka. Alasan kepada RT mereka bisnis rempah yang dibeli dari wilayah Serang.

“Sudah lapor ke RT juga. Bilangnya sudah dapat izin,” imbuhnya.

Kepada Diah keduanya pernah membeli pulsa dan rokok sambil menawarkan pekerjaan.

“Kalau bilang ke saya kemas asam ranji. Kata saya kalau ada pekerjaan mah mau saja. Cuma nggak pernah dikasih tau kerjanya seperti apa,” jelasnya.

Kemarin, Jumat (22/5/2020) sore sekira pukul 16.00 WIB, datang kendaraan pikap membawa karung. “Saya kira itu asam ranji. Karena sebelumnya bilang mau kasih pekerjaan itu,” ujarnya.

Kedua tersangka memindahkan sabu tersebut ke dalam ruko. Warga sekitar tak curiga. Hingga pada pukul 19.00 WIB tim satuan tugas khusus narkoba dari Bareskrim Polri menggerebek lokasi.

“Saya kira asam ranji, ternyata sabu-sabu,” kata Diah.

(You/Red)