PANDEGLANG — Warga Kabupaten Pandeglang memilih bergerak sendiri menghadapi jalan rusak. Mereka memperbaiki sejumlah ruas secara swadaya karena pemerintah belum mampu menangani seluruh kerusakan akibat keterbatasan anggaran.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang Andrian Wisudawan mengatakan kerusakan jalan kabupaten masih mencapai sekitar 240 kilometer. Kerusakan tersebar di berbagai wilayah, terutama kawasan selatan Pandeglang.
“Kalau berbicara terkait dengan kerusakan, kita masih punya sekitar 240 kilometer dan itu tersebar di seluruh Kabupaten Pandeglang. Mayoritas di wilayah selatan,” kata Andrian, Rabu (19/8/2026).
Menurut Andrian, panjang ruas jalan di wilayah selatan membuat pemerintah membutuhkan anggaran besar untuk melakukan perbaikan. Satu ruas bahkan mencapai 20 kilometer, sedangkan ruas jalan di kawasan perkotaan rata-rata hanya sekitar 10 kilometer.
“Kalau di perkotaan satu ruas itu sekitar 10 kilometer. Kalau di selatan, satu ruas itu ada yang sampai 20 kilometer. Sedangkan pembangunan tidak bisa satu ruas langsung ditangani karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.
Kondisi tersebut mendorong warga mengambil inisiatif. Mereka memperbaiki jalan yang rusak menggunakan tenaga dan sumber daya sendiri, terutama pada ruas yang menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
Andrian mengapresiasi langkah warga tersebut. Menurutnya, aksi swadaya menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
“Kita sebenarnya di satu sisi sangat berterima kasih kepada masyarakat. Artinya masyarakat peduli di tengah keterbatasan anggaran daerah dan fiskal kita,” katanya.
Namun, DPUPR tetap mencari jalan keluar agar pemerintah tidak terus bergantung pada kemampuan swadaya masyarakat. Pemkab Pandeglang membidik sumber pendanaan dari pemerintah pusat, Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga program Pemerintah Provinsi Banten.
DPUPR juga menyiapkan dokumen perencanaan dan mengajukan usulan penanganan ruas jalan yang membutuhkan perbaikan.
“Kami juga berusaha mencari sumber-sumber pendanaan lainnya. Misalkan dari kementerian, kemudian dana alokasi khusus, dan dari provinsi juga ada program,” ujar Andrian.
Ia berharap kepedulian warga menjadi pemicu bagi pemerintah untuk mempercepat perbaikan jalan, terutama di wilayah selatan yang masih menghadapi kerusakan cukup panjang.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
