PANDEGLANG – Pagi di Desa Cibodas, Kecamatan Banjar, Pandeglang, terasa berbeda pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Alih-alih sibuk dengan balap karung atau makan kerupuk, warga justru berkumpul membawa tumpeng dengan hiasan Merah Putih.
Sebanyak 11 RT ikut unjuk kreativitas. Setiap kelompok membawa tumpeng lengkap dengan lauk, sayuran, dan aneka hiasan bernuansa merah putih. Meja perlombaan pun berubah menjadi panggung kecil yang mempertemukan kreativitas, pangan lokal, dan semangat kemerdekaan.
Tak hanya tumpeng yang mencuri perhatian. Warga ikut mengenakan kostum beragam. Ada yang memakai pakaian tradisional, ada pula yang membawa suasana masa penjajahan lewat busana dan atribut yang mereka kenakan.
Salah seorang warga, Neneng, mengatakan warga sengaja memilih tumpeng sebagai tema lomba untuk mengangkat pesan swasembada pangan.
“Untuk tema kali ini kami mengusung perlombaan tumpeng. Dari 11 RT dan 4 RW, masing-masing membawa kreasi tumpeng,” kata Neneng, Senin (17/8/2026).
Tumpeng mereka tidak sekadar mengandalkan tampilan. Warga memasukkan beragam bahan pangan dan makanan khas daerah ke dalam sajian.
Warna merah dan putih kemudian mendominasi hiasan sebagai simbol bendera Indonesia.
“Kenapa kita mengangkat tema tumpeng karena sesuai tema tahun ini yaitu swasembada pangan. Isi tumpeng ini merupakan makanan dari berbagai daerah. Untuk Desa Cibodas, tumpengnya warna merah putih karena sesuai bendera Indonesia,” ujarnya.
Persiapan bahkan berlangsung sejak dini hari. Warga rela bangun lebih awal untuk menata nasi, lauk, sayuran, hingga ornamen agar tumpeng mereka tampil menarik di hadapan juri.
Bagi Neneng, lomba itu menghadirkan keseruan yang berbeda dari lomba 17 Agustus pada umumnya.
“Seru banget, apalagi tema kali ini mengusung swasembada pangan. Semoga tahun-tahun yang akan datang bisa lebih meriah lagi,” tuturnya.
Namun, warga tidak ingin swasembada pangan berhenti sebagai tema lomba. Mereka berharap pesan itu masuk ke kehidupan sehari-hari dan mendorong masyarakat semakin mandiri memenuhi kebutuhan pangan.
“Harapannya masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang pangan, bisa semakin maju. Bukan hanya di level nasional, tetapi juga internasional. Tumpeng ini khas Indonesia,” ungkapnya.
Sekretaris Desa Cibodas, Dewahyu Mulyana, mengatakan lomba tumpeng merah putih menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Desa Cibodas.
Sebelas RT ikut ambil bagian. Mereka tidak hanya menghadirkan sajian makanan, tetapi juga membawa semangat gotong royong yang tumbuh dari lingkungan masing-masing.
“Alhamdulillah pada momentum HUT RI ke-81 ini, tidak hanya mengadakan karnaval, melainkan masyarakat membuat nasi tumpeng merah putih yang diikuti 11 peserta dari masing-masing RT,” kata Wahyu.
Menurutnya, lomba tersebut memberi ruang bagi warga untuk merayakan kemerdekaan sekaligus menyampaikan pesan tentang persatuan dan ketahanan pangan.
Di tengah hiruk-pikuk perayaan 17 Agustus, tumpeng-tumpeng itu akhirnya membawa pesan sederhana: kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan perlombaan, tetapi juga dengan berkumpul, bergotong royong, dan menghargai pangan yang tumbuh dari negeri sendiri.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
