Beranda Peristiwa Warga Labuan Panik, Erupsi Gunung Anak Krakatau Buat Pintu dan Jendela Bergetar

Warga Labuan Panik, Erupsi Gunung Anak Krakatau Buat Pintu dan Jendela Bergetar

Tangkapan layar video amatir yang menperlihatkan semburan lava erupsi Gunung Anak Krakatau. (Istimewa)

PANDEGLANG – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda memicu kepanikan warga pesisir Banten. Suara dentuman terdengar di sejumlah wilayah, sementara warga di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, melaporkan pintu dan jendela rumah mereka masih bergetar hingga Sabtu (5/9/2026) pagi.

Aktivitas erupsi GAK masih terlihat hingga Sabtu dini hari. Berdasarkan pantauan live satellite, aktivitas erupsi terpantau hingga pukul 03.43 WIB.

Fatih, warga Labuan, mengatakan, erupsi GAK terlihat dari pesisir pantai, ditandai warna semburat merah. Ia mengaku, getaran akibat erupsi hingga mencapai daratan.

“Gemuruh nya makin kenceng di daerah kami (Labuan),” katanya.

Senada, Tubaghs Fauzy, warga Labuan lainnya, mengaku, erupsi berimbas pada beberaoa vagian rumahnya.

Ia juga mengaku, mengabadikan momen jendela dan pintu rumahnya bergetar akibat erupsi GAK.

“Pintu dan jendela bergetar dari semalem sampai pagi ini,” ucapnya singkat.

Sementara, Popon Khabulloh, warga Anyer mengaku was-was setelah mendapat video dari kerabatnya di Labuan, yang menunjukkan bagian rumah pintu dan jendela bergetar akibat erupsi.

“Dapet kiriman video semalam (dari teman) di Labuan. Katanya (Gunung) Anak Krakatu meletus. Ya was-was lah,” katanya.

Aktivitas GAK sendiri terekam sejak Jumat (4/9/2026) malam sekitar pukul 22.00 WIB hingga Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Suara dentuman yang muncul di sejumlah wilayah sekitar Selat Sunda turut meningkatkan kekhawatiran masyarakat.

Sementara, Pusta Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat tidak panik, karena erupsi GAK tidak otomatis memicu tsunami.

Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati menjelaskan, setiap gunung api memiliki sistem aktivitas masing-masing. Indonesia memiliki 127 gunung api aktif karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik.

Baca Juga :  Komika Banten Sentil Andra Soni soal Transjabodetabek: “Miskin Banget Ya Kita?”

“Kalau bahasa sederhananya dapurnya itu masing-masing… proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya itu juga berbeda-beda,” kata Rita.

Meski meminta masyarakat tidak panik, PVMBG tetap menekankan kewaspadaan. Warga harus mengikuti informasi resmi dan mematuhi rekomendasi kawasan bahaya.

PVMBG meminta masyarakat mengosongkan zona bahaya radius 3 kilometer dari puncak Gunung Anak Krakatau serta radius 6 kilometer pada sektor selatan-timur.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi lahar hujan, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung.

Pemerintah mengingatkan warga pesisir tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepanikan akibat suara dentuman dan getaran harus masyarakat respons dengan mengikuti informasi resmi dari otoritas kebencanaan dan pemantauan gunung api.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah