Beranda Peristiwa Komika Banten Sentil Andra Soni soal Transjabodetabek: “Miskin Banget Ya Kita?”

Komika Banten Sentil Andra Soni soal Transjabodetabek: “Miskin Banget Ya Kita?”

Komika asal Banten, Mega Salsabillah. (Istimewa)

KAB. TANGERANG – Komika asal Banten, Mega Salsabillah, melontarkan kritik tajam kepada Gubernur Banten Andra Soni soal keterbatasan fiskal Pemprov Banten untuk ikut menanggung biaya perawatan halte dan layanan Transjabodetabek/TransJakarta.

Mega menyoroti alasan ruang fiskal yang sempit karena warga Banten, terutama kawasan Tangerang Raya, setiap hari bergantung pada transportasi umum menuju Jakarta.

“Gubernur Banten Pak Andra Soni bilang kalau kita nggak punya fiskal buat patungan Transjabodetabek. Kasihan ya kita,” kata Mega melalui akun resminya, dikutip BantenNews.co.id, Rabu (12/8/2026).

Mega menilai persoalan transportasi lintas wilayah semestinya mendapat perhatian karena banyak warga Banten bekerja dan mencari nafkah di Jakarta. Mereka juga menggunakan berbagai layanan transportasi milik Pemprov DKI Jakarta.

“Kita nih warga Banten, tiap hari banyak banget yang kerjanya ke Jakarta, yang nyari duit di Jakarta. Kita juga sering pakai transportasinya Jakarta, ikut pakai TJ, ikut pakai JakLingko. Tapi giliran disuruh patungan buat Transjabodetabek, kita nggak bisa,” ujarnya.

Mega kemudian menyindir kondisi fiskal Banten dengan membandingkannya dengan aktivitas ekonomi yang berkembang di provinsi tersebut.

“Ya ampun, miskin banget ya kita. APBD-nya nggak ada ini kita. Emang kita nggak punya pelabuhan, kita nggak punya bandara, kita nggak punya pabrik,” katanya.

Menurut Mega, pemerintah perlu menjelaskan prioritas penggunaan APBD ketika kebutuhan transportasi masyarakat terus meningkat. Ia juga menyinggung kondisi jalan dan sejumlah fasilitas pendidikan di Banten yang masih membutuhkan perhatian.

“Maaf ya, Pak Gubernur Jakarta. Iya, kita mah provinsi miskin, jangan dimintain patungan dah. Kita jalanan kita aja masih belok, jalanan kita masih banyak yang hancur itu. Sekolah-sekolah juga banyak yang mau roboh,” ucapnya.

Baca Juga :  Gubernur Banten Masih Hitung Biaya Vaksinasi

Mega lantas mempertanyakan manfaat berbagai pungutan dan pajak yang masyarakat bayarkan setiap tahun. Ia menyinggung pajak kendaraan, potongan penghasilan hingga Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Miskin, kita miskin. Padahal kita bayar pajak kaga pernah telat ya, tiap tahun bayar buat motor, buat mobil. Belum lagi tiap gajian kepotong, belum kalau jajan PPN kepotong, ini duitnya mau ke mana ya,” tandasnya.

Pernyataan Mega muncul setelah Andra Soni menyebut Pemprov Banten belum memiliki ruang fiskal untuk ikut patungan dalam pembiayaan layanan Transjabodetabek saat bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat (31/7/2026).

Persoalan pembiayaan transportasi lintas wilayah tersebut menjadi sorotan karena mobilitas warga Banten dan Jakarta berlangsung setiap hari. Bagi warga Tangerang Raya, konektivitas transportasi bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi bagian dari aktivitas kerja dan ekonomi sehari-hari.

Penulis : Saepulloh
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd